Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Teladan Keluarga Harun Ar-Rasyid; Berebut Sandal Sang Guru

Thoriq
Terakhir diupdate: 30 Desember 2014 21:55 9:55 pm
Thoriq
Dipublikasikan 31 Desember 2014 08:28
Bagikan
Bagikan

KEBESARAN, kehebatan, kekuasaan tidak lantas menjadikan Harun Ar-Rasyid bersifat arogan. Lebih dari itu, beliau merendahkan hati dan mendidik anak-anaknya untuk berendah hati di hadapan manusia.

Az-Zarnuji dalam Ta’lim Al-Mut’allim mengisahkan bahwa suatu saat Khalifah Harun Ar-Rasyid mengirimkan putranya kepada Imam Al-Ashma’i, salah satu ulama besar yang menguasai bahasa Arab untuk belajar ilmu dan adab. Di sebuah kesempatan Harun Ar-Rasyid menyaksikan Al-Ashma’i sedang berwudhu dan membasuh kakinya, sedangkan putra Harun Ar-Rasyid menuangkan air untuk sang guru.

Setelah menyaksikan peristiwa itu, Harun Ar-Rasyid pun menegur Al-Ashma’i atas tindakannya itu, ”Sesungguhnya aku mengirimkan anakku kepadamu agar engkau mengajarinya ilmu dan adab. Mengapa engkau tidak memerintahkannya untuk menuangkan air dengan salah satu tangannya lalu membasuh kakimu dengan tangannya yang lain?”

Tawadhu kepada Guru, Orangtua, dan Pemimpin

Putra Ar-Rasyid, Khalifah Al-Makmun juga berusaha untuk menumbuhkan sifat tawadhu kepada para putranya. Ibnu Khalikan dalam Wafayat Al-A’yan telah mencatat peristiwa yang menunjukkan betapa Khalifah Al-Makmun berpayah-payah dalam berusaha agar putra-putranya kelak dewasa dengan sifat mulia ini.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Ketika itu, Khalifah Al-Makmun menunjuk Al-Farra’, ulama bahasa saat itu untuk mengajarkan ilmu nahwu kepada kedua putranya.

Suatu saat setelah menyampaikan ilmunya, Al-Farra’ pun bangkit dari tempatnya untuk meninggalkan istana. Kemudian kedua putra Al-Makmun berebutan untuk menyiapkan sandal Al-Farra’. Perebutan sandal itu menyebabkan keduanya berkelahi sampai akhirnya keduanya berdamai dan bersepakat bahwa masing-masing membawa satu sandal untuk diserahkan kepada Al-Farra’.

Kabar mengenai perkelahian itu akhirnya sampai ke telinga Khalifah Al-Makmun melalui telik sandinya. Dan orang yang paling disegani di seluruh penjuru Baghdad itu pun akhirnya memanggil Al-Farra’.

Setelah Al-Farra’ menghadap, Al-Makmun bertanya, ”Siapa orang di Baghdad ini yang paling terhormat?” Al-Farra’ menjawab, ”Paduka orang yang paling dihormati di negeri ini.”

Lantas Al-Makmun bertanya kembali, ”Lantas siapa orang yang menyebabkan perkelahian karena berebut membawa sandalnya?”

Al-Farra’ menjawab, ”Hamba sebenarnya hendak melarangnya, namun hamba khawatir merusak karakter baik kedua putra paduka yang telah tertanam sebelumnya.” Menyimak alasan Al-Farra’, Al-Makmun menyampaikan, ”Aku telah mengajari anakku meskipun mereka dihormati untuk bertawadhu kepada tiga orang, yakni orangtuanya, gurunya, serta pemimpinnya. Bahkan aku melatih mereka dalam hal ini sampai menghabiskan 20 ribu dinar. Sebab itu, aku memberimu 10 ribu dirham sebagai balasan atas pendidikanmu yang baik kepada anak-anakku.”

Mencari Ilmu dengan Mendatangi Ulama

Pengajaran sikap tawadhu Harun Ar-Rasyid kepada putra-putranya tidak hanya mengandalkan para ulama, namun beliau sendiri memberi tauladan kepada putra-putra beliau. Sebagaimana tercatat dalam Al-Adab As Syari’iyah oleh As-Safarini. Suatu saat Imam Malik diminta oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid untuk berkunjung ke istana dan mengajar Hadits kepadanya. Namun Imam Malik tidak hanya menolak datang, ulama yang bergelar Imam Dar Al-Hijrah itu malah meminta agar khalifah yang datang sendiri ke rumah beliau untuk belajar. “Wahai Amirul Mukminin, ilmu itu didatangi, tidak mendatangi,” kata Imam Malik.
Akhirnya, Harun Ar-Rasyidlah yang datang kepada Imam Malik untuk belajar. Meski seorang khalifah, Harun Ar-Rasyid mencari ilmu dengan cara yang biasa ditempuh oleh kalangan rakyat jelata, yakni dengan mendatangi para ulamanya.

Tidak hanya terhadap Imam Malik, Harun Ar-Rasyid juga menjaga ketawadhuan di hadapan guru-guru para putranya. Suatu saat Ar-Rasyid pernah meminta kepada Abu Yusuf, qadhi negara waktu itu, untuk mengundang para ulama Hadits agar mengajar Hadits di istananya. Tetapi tidak ada yang merespon undangan itu, kacuali dua ulama: Abdullah bin Idris dan Isa bin Yunus. Mereka bersedia mengajarkan Hadits, itupun harus dengan syarat, yakni belajarnya harus dilaksanakan di rumah mereka, tidak di istana.

Akhirnya kedua putra Ar-Rasyid, Al-Amin dan Al-Makmun yang mendatangi rumah Abdullah bin Idris. Dari Abdullah bin Idris, dua putra khalifah itu memperolah pengajaran seratus Hadits.

Setelah itu, Al-Amin dan Al-Makmun berangkat menuju rumah Isa bin Yunus dalam rangka mempelajari ilmu yang sama. Setelah keduanya memperolehnya, sebagai ”ucapan terima kasih”, Al-Makmun memberikan 10 ribu dirham. Tapi Isa bin Yunus menolak, dan mengatakan, ”Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak untuk mendapatkan apa-apa, walau hanya segelas air untuk minum.”

Demikianlah, kebesaran, kehebatan, kekuasaan tidak lantas menjadikan Harun Ar-Rasyid bersifat sombong. Lebih dari itu, beliau merendahkan hati dan menindidik anak-anaknya dengan tauladan yang baik.*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlaqguruKeluargaulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Datangi Kemenag, Iran Jajaki Kerjasama Kelola Wakaf Dan Bangun Masjid
Tulisan selanjutnya Haram! Apapun Alasannya Ikut Memeriahkan Acara Tahun Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?