Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah: Valentine’s Day Bukan Budaya Islam Tapi Budaya Gereja

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Februari 2015 07:04 7:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Februari 2015 07:04
Bagikan
Prof Dr Yunahar Ilyas, LC, MA, Ketua PP Muhammadiyah
Bagikan
 Hidayatullah.com– Ketua Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc, MA menngatakan bahwa budaya perayaan Valentinne’s Day itu bukan budaya Islam melainkan budaya gereja yang dilakukan oleh orang kristiani.
 
“Jika dilihat dari filosofinya perayaan Valentine’s Day itu bukan budaya Islam tetapi gereja,” kata Yunahar kepada hidayatullah.com usai Pleno IV KUII di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Selasa (10/02/2015).
 
Dimana menurut Yunahar ada seorang pemimpin gereja yang bernama Santo Valentino dihukum mati Kaisar di Eropa karena perbedaan pandangan politik. Kemudian lanjutnya, oleh Paus daimbil namanya untuk dijadikan sebagai Martir dan simbol kasih sayang atau yang dikenal sebagai Valentine’s Day.
 
“Pengambilan simbolisasi itu juga tidak tepat,” tegasnya.
 
Menurut Yunahar, simbolisasi itu bisa dikaitkan dengan kasih saying, jika dia misalkan dihukum mati karena mengejar kisah cintanya. Sementara, lanjutnya yang terjadi sebab masalah politik yang tidak menyangkut kasih sayang.
 
“Itulah kesalahan remaja sekarang, mungkin mereka nggak paham dan mengerti maupun orangtua yang tidak menjelaskan,” ujar Yunahar.
 
Hal itu menurut Yunahar menjadi tanggung jawab guru serta orangtua di rumah untuk menjelaskan pada remaja jika tidak ada perayaan yang namanya Valentine’s Day.
 
Sementara itu, Yunahar menuturkan langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah perayaan Valentine’s Day yaitu remaja masjid bisa mengadakan acara yang menarik tepat di waktu hari yang diperingati sebagai Valentine’s Day untuk mengalihkan remaja agar tidak merayakannya. Suatu budaya yang sudah terlanjur dikerjakan, menurutnya itu sulit dhapus namun bisa diganti dengan sesuatu yang lain.
 
“Sebab yang namanya tradisi itu susah untuk ditinggalkan tetapi bisa diganti dengan sesuatu yang lebih menarik,”
 
Selain itu, Yunahar juga menghimbau pada pemerintah agar lebih gencar lagi mensosialisasikan kepada remaja muslim bahwa tidak ada budaya valentine di Indonesia. Namanya kasih sayang itu setiap waktu, baik sayang kepada orangtua, adik, kakak dsb.
 
“Bukan Valentine’s Day yang sekarang disalah gunakan untuk free-sex dan perzinaan oleh para remaja. Mirisnya, setelah 2-3 bulan banyak remaja yang hamil di luar pernikahan,” tutup Yunahar.*
Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamkristenMuhammadiyahremajaseks bebas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lubangnya Kapal Kita
Tulisan selanjutnya Yang Terhimpun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?