Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Momentum Mengkalkulasi ‘Laba’ Perniagaan Hidup

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Desember 2011 07:55 7:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Desember 2011 07:55
Bagikan
Bagikan

Oleh: Khairul Hibri

SEBENTAR lagi adalah pergantian tahun. Biasanya, pada malam-malam pergantian, semua orang bergembira dengan mengucapkan “Happy New Year”.

Seperti sebelum-sebelumya, aroma kemeriahan pesta tahunan tersebut telah tercium dari jauh hari, dengan membludaknya iklan-iklan promosi perayaan tahun baru, baik itu melalui baleho-baleho di jalan-jalan, hingga tayangan-tayangan di stasiun-stasiun televisi. Yang lebih membuat tahun 2012 mendatang ini terasa lebih ‘spesial’ dan dinanti-nanti, karena sebelumnya telah tayang sebuah film Hollywood yang memprediksikan kiamat akan terjadi pada tahun depan. Benarkah akan terjadi demikian? Jawabnya, Wallau ‘alam Bish-Shawab

Namun, terlepas dari itu semua, ada pertanyaan mendasar, khususnya kaum mukminin, adakah hikmah yang mampu kita petik dari fenomena ini?

Perhitungan Untung-Rugi

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Bagi seorang mukmin, pergantian tahun memiliki arti yang sangat penting. Bahkan, jauh lebih penting dari peringatan pergantian tahun itu sendiri. Hal ini tidak lain karena ketika berbicara masalah pergantian tahun, berarti kita tengah membahas masalah waktu. Sedangkan membahas masalah waktu berati kita tengah membincangkan masalah kehidupan kita di dunia ini.

Hidup dan waktu bagai dua keping mata uang yang tak terpisahkan. Keduanya saling berkaitan. Waktu semakin bertambah berarti jatah hidup semakin berkurang. Kalau pada tahun 2011 umur kita masih 24 tahun misalnya, maka tahun depan, pada 2012 akan menginjak ke 25. Kalau Allah menjatahi kita hidup hingga umur 60 tahun, misalnya, berati jatah hidup kita telah berkurang 25 tahun, sehingga tinggal 35 tahun lagi. Hal ini senada dengan apa yang digambarkan oleh Abu Nuwas dalam salah satu bait sya’irnya yang sangat terkenal: “Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumin” (Dan umurku setiap hari semakin berkurang).

Oleh sebab itu, pemanfaatan waktu perlu diperhatikan dengan sangat. Bagi seorang mukmin, waktu adalah pedang. Maka tergantung kita, bagaimana kita memanfaatkan atau menggunakan waktu tersebut. Apa bila ia kita gunakan untuk kebaikkan, maka beruntung lah kita. Namun, apa bila sebaliknya, maka kerugian tengah melanda diri kita. Untuk mengoptimalkan waktu, prinsip hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin, benar-benar harus terpatri dalam diri kita.

Dan agar tidak salah langkah, perlu kiranya kita memperhatikan rambu-rambu Allah dalam al-Quran tentang pemaknaan hidup. Allah melalui firman-Nya menerangkan bahwa kehidupan di dunia ini tak ubah sebuah perniagaan.

Dan sudah menjadi sesuatu yang lazim, dalam setiap perniagaan itu ada untung dan ada rugi. Peluang kedua posisi ini menghampiri kita sama-sama besar. Tergantung sejauh mana kejelian kita dalam menentukan pilihan, baik itu jenis perniagaan, lebih-lebih teman bisnis kita.

Namun dalam al-Quran, Allah justru memberikan tawaran perniagaan bagi manusia, yang pasti membawa keuntungan, baik itu di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak. Bahkan tidak hanya sebagai tawaran, Allah dengan firman-Nya secara langsung menjamin bahwa perniagaan tersebut benar-benar tidak menghasilkan kerugian sedikit pun bagi mereka yang ingin berniaga dengan-Nya.

Perniagaan macam apakah itu? Berikut bunyi tawaran Allah yang terdapat dalam surat Ash-Shaff, ayat 10-11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan hartamu dan jiwamu. Itu lah yang lebih baik bagi dirimu jika kamu mengetahui.” (Ash-Shaff: 10-11).

Jadi ini lah jenis perniagaan yang Allah tawarkan ke pada kita, yang dijanjikan dengan keuntungan yang nyata. Bagi mereka yang enggan berterangsaksi dengan-Nya, maka secara sepontanitas dia telah menetapkan dirinya sebagai orang yang merugi dalam perniagaan.

Merugi karena dia tidak bisa merengguh keuntungan hakiki, yaitu keridhaan Allah dan Rosul-Nya.

Dari Abu Malik Al Harits bin ‘Ashim Al Asy’ari radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Kesucian adalah separuh keimanan, Alhamdulillah memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti nyata, kesabaran merupakan sinar. Al Qur’an bisa sebagai pembela bagimu, bisa pula sebagai bumerang bagimu. Setiap pagi manusia dapat menjual dirinya, apakah ia akan memerdekakan dirinya atau akan membinasakannya.” (HR. Muslim. Shahih dikeluarkan oleh Muslim di dalam [Ath Thaharah/223/Abdul Baqi])

Dari hadits di atas, secara jelas kita bisa menangkap pesan-pesannya, bahwa memang di dalam mengarungi samudra kehidupan ini, manusia bak tengah berniaga. Ada yang membawa ke pada keuntungan, namun ada pula yang menjerumuskan ke pada kebinasaan. Nah, pertanyaan selanjutnya ada di pihak manakah kita saat ini?

Di sini lah kita perlu bermuhasabah. Layaknya seorang saudagar, ketika telah mendekati akhir tahun, itu berarti dia akan melakukan tutup buku untuk tahun tersebut, dan membuka pembukuan baru untuk tahun yang akan datang. Makanya, dia kudu menghitung dengan teliti proses perniagaan selama satu tahun yang telah berlalu, antara pendapatan dan pengeluara. Semuanya harus jelas dan terinci, sehingga hasil yang diperoleh tidak salah, antara untung dan ruginya.

Begitu pula kaitannya dengan kita. Agar tahun depan, 2012 dan seterusnya, menjadi lebih baik dari tahun yang telah dilalui, maka kita harus mengevaluasi akan kinerja kita selama ini. Jangan sampai ‘jual-beli’ yang kita lakukan selama ini (peribadatan) belum mampu mendatangkan laba yang besar bagi kita. Bukan karena Allah ingkar janji, namun karena kualitas pelayanan yang kurang dari kita.

Terlebih lagi kalau perniagaan kita bersimpangan jalan dengan apa yang telah ditawarkan Allah, dalam arti hanya berdimensi materi, maka seharusnya kita cepat menyadarinya, dan berusaha membuka lembaran baru, dengan membuka relasi perniagaan dengan Allah, dengan sebaik-baik perniagaan.

Dengan ini, semoga waktu-waktu kita di masa mendatang, benar-benar kita gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Sering-sering lah ‘menghitung’dan mengevaluasi proses perniagaan kita dengan Allah, sebelum tiba hari di mana tidak berguna lagi kegiatan ‘tijarah’, kecuali hanya tinggal penghitungan hasil atau rugi dari perniagaan di dunia. Dan semoga kita tidak termasuk orang yang merugi, dikarena kelalaian kita dalam memanfaatkan peluang yang telah Allah berikan ke pada kita. Ingat, dunia adalah tempat kita beramal tanpa dihisab, dan akhirat adalah tempat kita dihisab tanpa beramal. Jadi, “Haasibuu Anfusakum Qabla An Tuhaasabuu.” (Hisablah diri kalian masing-masing sebelum kalian disisab).*

Penulis adalah Anggota Asosiasi Penulis Islam (API)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Toleransi Umar
Tulisan selanjutnya Lampu Natal Korsel Genderang Perang Bagi Korut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?