Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
InternasionalNasional

Reaksi Warga Australia Terhadap Putusan Corby

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Mei 2005 02:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Bali Jumat (27/5), yang memvonis 20 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Schapelle Leigh Corby, warga Australia yang dituduh membawa mariyuana ke Bali membuat kalangan seluruh warga Benua Kangguru bersimpati. Sidang putusan Corby mendapat perhatian besar dari masyarakat internasional, khususnya warga negara Australia. Sedikitnya lima stasiun televisi dari Australia dan Inggris masing-masing Cannel 7, Cannel 9, Cannel 10, ABC dan BBC menyiarkan jalannya persidangan berlangsung.

Putusan Pengadilan Negeri Denpasar yang menganggap Corby telah bersalah dan melanggar Pasal 82 Ayat 1a UU No 22 Tahun 1997 tentang Narkotik juga menjadi perhatian Perdana Menteri John Howard. Howard bahkan menyatakan rasa simpati terhadap Corby. Namun dia enggan memberikan penilaian atas hukuman ini. "Sebagai seorang ayah dan perdana menteri, saya bisa merasakan duka bangsa ini atas dihukumnya Corby," katanya.

Media Australia, menurut BBC, umumnya memberikan reaksi emosional atas vonis ini. Warga Australia juga umumnya marah. Berbagai bentuk reaksi dikemukakan, mulai dari reaksi yang santun dan berkepala dingin hingga yang kasar.

PM John Howard sendiri mencoba menunjukkan respek pada putusan pengadilan Indonesia. "Saya meminta kita semua tenang sejenak dan memahami situasinya serta mengakui dan menghormati bahwa ketika kita mengunjungi negara lain, kita tunduk pada hukum-hukumnya dan aturan-aturan di negeri itu," katanya.

Ancaman

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok

Keputusan hakim juga disambut reaksi negatif. Tokoh anti-Asia, Pauline Hanson, yang juga mantan politikus sayap kanan itu menyerukan boikot kepada Bali yang disukai warga Australia untuk berlibur.

"Saya berkata kepada warga Australia, jangan mendekat ke tempat itu, menjauhlah darinya, boikot dia," kata Hanson. "Mereka jangan pergi ke Indonesia sama sekali. Kata Hanson.

Reaksi pahit juga warga Indonesia di Australia. Konsulat Jenderal Indonesia di Perth, mendapat teror dengan dikirimi beberapa butir peluru. Diplomat Indonesia pun diancam akan dibunuh.

Menlu Downer mengatakan, staf di Kedubes Indonesia di Canbera telah menerima ancaman telepon, begitu juga staf di Konsulat Jenderal RI di Perth. "Ini sangat-sangat salah dan melakukan hal semacam itu seluruhnya kontraproduktif," katanya.

Tapi tak semua warga Australia geram. Yang berkepala dingin umumnya menyurati KBRI dan konsulat RI melalui surat elektronik (e-mail). Beberapa golongan masyarakat bereaksi keras dan mengajak warga Australia untuk memboikot Bali sebagai tujuan wisata. Mereka berharap industri wisata di Bali lumpuh. Turis asing terbanyak yang mengunjungi Bali adalah WN Australia. Setiap tahun, sekira 180.000 WN Australia mengunjungi Bali.

Sebagian masyarakat berencana untuk menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberikan pengampunan kepada Corby. "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika Indonesia dihantam tsunami, Australia memberikan bantuan. Bahkan sembilan prajurit Australia gugur ketika helikopternya jatuh di Nias. Tuan presiden, kami menyaksikan betapa banyak jiwa melayang tahun lalu. Jangan biarkan lagi ada warga tak bersalah harus dihukum. Kembalikan Schapelle (Corby) kepada kami…dia tak besalah," ujar Glen Jeffers, seorang kerabat keluarga Corby.

Schapelle Leigh Corby (27 didakwa melakukan penyelundupan dan kepemilikan mariyuana. Kisah Corby bermula 8 Oktober 2004. Petugas Imigrasi di Bandar Udara Ngurah Rai menemukan mariyuana seberat 4,1 kilogram dalam tas selancarnya. Corby diseret ke meja hijau karena mengaku memiliki tas yang berisi papan selancar dan 4,2 kg mariyuana. Terdakwa dengan menumpang pesawat Australia Airlines AQ 7829 mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali pukul 15.00 waktu setempat, pada hari Jumat 8 Oktober 2004.

Dari sejumlah bagasi yang diperiksa petugas Bea dan Cukai dengan menggunakan alat pemidai, salah satu di antaranya dicurigai, yang kemudian diisi tanda, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Karena bagasi tersebut belum diketahui siapa pemilik di antara penumpang yang terbang dari Brisbane, Australia itu, terdakwa Corby kemudian datang yang mengaku bagasi yang antara lain berisi papan selancar dan 4,2 kg mariyuana itu sebagai miliknya. (cha, berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasangan Muslim Malaysia, Wajib Tes HIV Sebelum Menikah
Tulisan selanjutnya Kriminilog UI: Bom di Poso Libatkan AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

Berita
19 Oktober 2026 12:54
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Jihad Santri di Era Modern

Terbaru

  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Mungkin Anda Juga Suka

Nasional

Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

23 November 2023 19:29
BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?