Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Muslim Australia Mengaku Jadi Target UU Teror Terbaru

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 September 2005 02:26
Bagikan
Bagikan

Rabu, 28 September 2005

 
Hidayatulla.com–Para pemimpin politik Australia Selasa, (27/9) kemarin menyepaki Undang-undang anti-teror terbaru. Berdasarkan hukum terbaru ini, badan-badan keamanan diijinkan menahan siapa saja yang diduga ‘teroris’ tanpa tuduhan selama 14 hari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain bisa menahan orang tanpa tuduhan, wewenang polisi juga akan diperluas yakni memiliki kekuasaan lebih besar untuk menghentikan dan memeriksa seseorang.

Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan khusus antara Perdana Menteri John Howard dan kepala pemerintah negara bagian Australia.

Undang-undang terbaru Australi itu juga akan mengijinkan pemasangan alat penyadap elektronik terhadap orang-orang yang diduga ‘teroris’.

Kepala pemerintah negara bagian Queensland, Peter Beatty mengatakan undang-undang baru ini keras tapi diperlukan untuk melindungi warga Australia.

Tentu saja, sejumlah warga Muslim khawatir mereka akan dijadikan sasaran secara tidak adil.

Mereka khawatir perubahan ini berpotensi menimbulkan perilaku tidak ramah terhadap komunitas Muslim sebagaimana pengalaman selama ini.

Namun Perdana menteri Howard berdalih, katanya, “hukum ini ditujukan untuk melindungi seluruh warga Australia yang patuh pada hukum, baik yang Muslim, Kristen, Yahudi maupun Hindu, kata Howard.

Seorang tokoh Islam dari Islamic Friendship Association, Keyser Trad mengecam Undang-undang yang hanya dinilai untuk menargetkan orang Islam itu.
 
"Mereka mempunyai potensi menciptakan fasisme dan berpotensi untuk memecah masyarakatsecara dramatis," ujarnya seperti dikutip AFP.

"Aku sungguh takut hukum baru ini," tambahnya.

Australia adalah negeri yang pernah berpengalaman buruk setelah lebih dari 202 warganya menjadi korban Bom Bali tahu 2002. Beberapa pengaman menilai, salah satu yang menjadi target kelompok pengebom pada Australia karena negeri ini dianggap ikut mendukung Amerika menyerang Iraq.

Sebelum keluar undang-undang itu, warga Muslim sudah terbiasa digeledah dengan alasan kuatir sebagai pelaku teror. Sebelumnya, Oktober 2002 lalu, para petugas Intelijen dari ASIO menggeledah rumah-rumah warga Indonesia dan warga Muslim dengan alasan mencari pelaku teror. (bbc/rtr/afp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fulla Kalahkan Boneka Barbie
Tulisan selanjutnya Ramadhan Tanpa Imam di Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Berita
3 September 2026 09:53
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?