Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pakar AS: “Tsunami 10 M Ancam Kota Padang”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Desember 2005 02:23
Bagikan
Bagikan

Sabtu, 9 Desesmber 2005

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

 

Hidayatullah.com–Prof. Kerry Sieh menggunakan satu jaringan kerja GSP untuk memantau gerakan tanah yang dekat dengan patahan besar yang berpecahan sehingga menghasilkan bencana alam dahsyat Desember lalu. Penelitiannya itu menunjukkan masih ada tegangan kuat yang mengikat patahan itu dan ini dapat lepas dalam waktu dekat. Kerry sedang meneliti sejumlah kepulauan di lepas pantai sebelah selatan Sumatera.

Dia yakin kota-kota Padang dan Bengkulu kemungkinan menghadapi risiko besar menghadapi bencana besar yang mengancam itu. "Sekaranglah saatnya untuk mulai mengurangi dampak suatu bencana," kata Kerry Sieh, yang diperbantukan pada bagian Observatorium Tektonik Institut Teknologi California.

"Saya tak tahu secara pasti yang bakal terjadi namun tim kami menjelaskan kepada para penduduk di pantai-pantai yang mengatakan bahwa mereka berharap bencana itu akan terjadi pada masa anak-anak mereka."

Gempa bumi yang terjadi 26 Desember tahun lalu berkekuatan 9,2 skala Richter disebabkan terjadinya suatu perpecahan lempeng di sepanjang garis di mana lempeng tektonik India/Australia dan Eurasia memutar satu sama lainnya.

Gempa bumi disusul dengan tsunami yang menghancurkan kawasan pantai di sekitar Teluk Benggal, dari Sumatra Utara sampai ke Thailand, Sri Lanka dan India. Rangkaian bencana itu disusul dengan gempa bumi berkekuatan 8,7 skala Richter pada Maret 2005 – dengan kerusakan yang terjadi lebih jauh ke selatan di sepanjang batas lempengan.

Prof. Sieh, yang berbicara di San Francisco, AS, di Pertemuan American Geophysical Union Fall, mengatakan kecemasan para pakar kini difokuskan pada berbagai kejadian yang masih berlaku, ke kawasan yang dikenal sebagai potongan Kepulauan Mentawai.

Zona ini telah mengalami gempa bumi raksasa setiap kira-kira dua abad sekali dan kini mendekati akhir dari rangkaian gempa bumi itu. Prof. Sieh mengatakan tegangan yang terus menumpuk di kawasan itu merupakan bukti dari perilaku garis pantai – sebagian ada yang menjadi tenggelam dari permukaan air.

Kenyataannya, lempeng-lempeng itu bergerak dalam bentuk ‘stick-slip,’ yang artinya tanah pada ujung lempeng yang lebih besar dari lempeng yang keberatan menolaknya sehingga terjadi pergeseran. Lempeng besar itu tertolak ke bawah sebelum secara tiba-tiba dia tergelincir kembali ke atas, sehingga menimbulkan gempa bumi besar.

Beberapa survei yang dilakukan di sepanjang Sumatra menyusul gempa bumi 26 Desember dan 28 Maret telah mengungkapkan bahwa pulau-pulau karang telah bermunculan ke permukaan laut seperti daratan."Jika anda lihat lebih jauh ke selatan, pohon-pohon bakau dan ciri-ciri pantai masih terlihat di air, mereka belum bangkit. Jadi, kita tahu penegangan masih berakumulasi, jaringan kerja GPS kami memberitahu kami itu masih berakumulasi," kata Prof. Sieh menjelaskan.

Model ombak

Prof. Sieh mengatakan catatan tentang karang dan sejarahnya menunjukkan Kepulauan Mentawai mengalami gempa bumi berkekuatan 8 plus skala Richter yang terjadi setiap 200 tahun sekali dan itu diikuti dengan tsunami besar.

"Kelihatannya gempa bumi-gempa bumi raksasa itu terjadi tunggal atau ganda; yang tunggal terjadi pada tahun 1300an dan akhir 1500an dan gempa bumi ganda terjadi akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19; dan waktu rata-ratanya terjadi antara ketiga waktu kira-kira 240 tahun.

Prof. Stephan Grilli, dari Universitas Rhode Island, memperkirakan tsunami yang bakal terjadi akibat perkembangan bumi di kawasan itu hampir sama dengan gempa 9,2 skala Richter pada 26 Desember.

"Ramalan kami untuk kota Padang dan Bengkulu lebih ke selatan akan terjadi gelombang setinggi 10 meter yang akan melanda kota-kota itu," katanya pada pertemuan AGU. Baik Padang maupun Bengkulu adalah kota-kota yang lebih besar dari Banda Aceh yang diporakporandakan tsunami 26 Desember lalu. Sama seperti Banda Aceh, Padang berada di dataran rendah.

Sebelumnya, sejumlah peneliti Amerika juga pernah memprediksi serupa beberapa kawasan pantai di Indonesia yang kemungkinan akan terjadi gelombang tsunami. Kasus seperti ini akan berdampak pada kecemasan warga, terutama di dekat daerah yang diduga rawan gelombang stunami.

Karena itu, pemerintah harus segera bertindak, setidaknya berupa penjelasan detil agar analisa seperti itu bisa menenangkan hati warga dilokasi yang bersangkutan.(bbc/ap/ant/wpd/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Larang ICRC Temui Tahanan
Tulisan selanjutnya Ponpes di Sumatera Barat “Diawasi” Orang Misterius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?