Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Presiden SBY-JK Digugat Empat LSM

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juni 2008 09:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kamis pagi (19/6), empat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), dan Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS), menggugat pemerintahan SBY-JK ke pengadilan. Gugatan Kamis pagi (19/6) didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sebelum ke pengadilan, massa dari empat LSM itu akan melakukan demo anti merokok di depan Istana Negara. "Berkas gugatan akan disampaikan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pukul 10.30 WIB," ujar Ketua YLKI Tulus Abadi dihubungi Harian Terbit, Kamis pagi (19/6).

Menurut mereka, gara-gara rokok, rakyat menderita. Selain berdampak pada kesehatan dan menyebabkan kematian, mengonsumsi rokok juga telah merugikan ekonomi rumah tangga sebesar Rp 105 triliun. Penderitaan rakyat ini akibat kelalaian dan masalahnya tidak direspon dengan baik oleh pemerintahan SBY-JK.

Sementara itu,  kalangan DPR mendukung gugatan yang disampaikan empat LSM itu. "Saya mendukung gugatan itu, karena pemerintah selama ini 'cuek' terhadap bahaya merokok, padahal korban rokok itu adalah rakyat miskin. Jadi, pemerintah gagal menyelamatkan rakyat miskin," kata Anhar.

Anhar malah curiga, enggannya pemerintah menutup perusahaan rokok akibat adanya kepentingan sesaat dari kelompok tertentu dan ok-num pejabat. "Tentu mereka memetik keuntungan dari adanya pabrik rokok. Malah saya curiga pabrik rokok menjadi 'mesin uang' partai politik tertentu," ujar dia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pada kesempatan terpisah, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Dra Maryamah Nugraha Besoes menyebutkan, harus ada win-win solution mengenai masalah ini. Misalnya dengan mengurangi kadar nikotin rokok seperti yang dila-kukan negara-negara maju.

"Kalau pabrik rokok ditutup berarti bertambahnya pengangguran dan menambah angka kemiskinan serta hilangnya pendapatan negara yang begitu besar dari perusahaan rokok. Bila dibiarkan, dampaknya adalah terhadap rakyat. Jadi, harus dijadikan solusi yang tepat. Artinya, pemerintah tidak kehilangan pemasukan dan rakyat juga selamat dari bahaya merokok," kata dia.

Hal sama dikatakan anggota Komisi II DPR, Hj Mustokoweni Murdi SH, menurutnya, tugas pemerintah adalah melakukan sosialisasi mengenai bahaya merokok. Diikuti atau tidak, itu berpulang kepada para perokok. "Kalau dilarang begitu saja juga tidak bisa karena ini menyangkut hak asasi," kata dia.

Lebih lanjut Tulus mengatakan, rokok erat kaitannya dengan kemiskinan dan berdampak buruk pada kesehatan. Data tahun 2001 menunjukkan, merokok telah merugikan ekonomi rumah tangga Rp 105 triliun. "Merokok juga memiliki kontribusi terhadap 12 persen kematian di dunia dengan jumlah tertinggi di negara berkembang," imbuhnya.

Pada 2003, lanjut Tulus, sebanyak 192 negara anggota WHO secara bulat mengadopsi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FTCT). Ini me-rupakan perjanjian kesehatan masyarakat yang pertama untuk melindungi generasi kini dan mendatang dari kerusakan kesehatan, sosial, lingkungan, dan ekonomi dari konsumsi tembakau.

"Dan Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Pasifik yang belum menandatangani FCTC ini," pungkas Tulus.

Tulus membantah pernyataan yang menyebut industri rokok dapat mengentaskan Indonesia dari kemiskinan. "Faktanya sudah sangat jelas, industri rokok sama sekali tidak mengentaskan kemiskinan. karena 70 persen perokok aktif di Indonesia berasal dari keluarga miskin," ujarnya. [art/pnb/tbt/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal Rokok
Tulisan selanjutnya Pasukan Iraq dan Amerika Serang Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?