Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

New York Times: Operasi Militer Afghanistan Keliru

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2009 15:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat (AS) dalam operasi yang digelar dalam sebulan terakhir di barat Afghanistan adalah langkah keliru. Sebagaimana dilansir kantor berita Reuters dari Washington Rabu (3/6), situs koran New York Times menulis, “Jika pokok dan poin penting diperhatikan, setidaknya militer membatalkan enam operasi di Afghanistan.”
Mengutip seorang pejabat militer yang tidak ingin namanya disebutkan, New York Times menambahkan, “Pasti jumlah korban tewas di pihak warga Afghanistan dalam serangan militer AS dapat ditekan jika tentara AS berpegang pada prinsip khususnya soal minimalisasi korban”.
Penyesalan Terlambat
Sementara itu pejabat Amerika  mengatakan, penyelidikan militer mengungkap kesalahan besar ketika pasukan keamanan mengebom posisi-posisi Taliban di Afghanistan bulan Mei lalu.
Puluhan warga sipil tewas dalam serangan udara di provinsi Farah.  Sebagian serangan tersebut seharusnya bisa dibatalkan, bila aturan main diikuti dengan seksama, kata para pejabat Amerika yang dikutip media.
Sementara itu, jenderal yang ditunjuk sebagai komandan baru Amerika di Afghanistan mengatakan, korban sipil harus ditekan.
Jenderal Stanley McChrystal mengatakan, korban sipil akibat serangan pasukan pimpinan NATO dan Amerika, bisa menjauhkan rakyat Afghanistan.
Jatuhnya korban sipil semakin menimbulkan kemarahan masyarakat di Afghanistan dan menimbulkan perpecahan antara pemerintah Amerika dan pemerintah Afghanistan.
Laporan militer Amerika tersebut akan diumumkan pekan ini. Pemerintah Afghanistan mengatakan, 140 orang terbunuh dalam serangan awal bulan Mei, sementara Amerika mengatakan korban tewas mencapai 20 hingga 30 orang.
“Personil Amerika melakukan kesalahan besar dalam melakukan sebagian serangan udara di Afghanistan barat tanggal 4 Mei yang menewaskan puluhan warga Afghanistan,” lapor New York Times, mengutip seorang pejabat senior Amerika yang tidak disebutkan namanya.
“Dalam beberapa insiden yang memang tercatat, ada ancaman nyata. Pilihan tentang bagaimana menangani ancaman tersebut tidak sesuai dengan aturan main yang ada,” kata pejabat tersebut.
“Kesalahan dibuat,” dalam serangan, lapor kantor berita Associated Press yang juga mengutip seorang pejabat.
Dalam satu insiden, kompleks bangunan yang diduga digunakan untuk menggalang massa, diserang meski lokasinya di daerah pemukiman yang padat penduduk dan tidak ada ancaman nyata, lapor New York Times.
Jenderal McChrystal, Direktur Kepala Staf Gabungan, bulan lalu ditunjuk untuk menggantikan Jenderal David McKiernan dan saat ini menunggu persetujuan Senat Amerika.
Pengangkatan Jenderal McChrystal ini terjadi pada saat Amerika menambah pasukan di Afghanistan dan bersiap-siap mengubah strategi dalam menghadapi Taliban.
Selama kepemimpinan McKiernan di Afghanistan, pasukan AS sering mendapat sorotan karena diindikasikan terlibat dalam beberapa kali aksi kekerasan di sana.
Beberapa waktu lalu, pemerintah Afghanistan mengumumkan, serangan udara militer AS bulan lalu di barat negara ini, menewaskan 140 orang warga sipil. [irb/bbc/irb/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika dan Israel Alami Ketegangan
Tulisan selanjutnya Pasal Karet di UU ITE Harus Direvisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?