Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dewan Pers Anggap Media Banyak Langgar Kode Etik pada Peristiwa Bom Kuningan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2009 15:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam melaksanakan peliputan peristiwa bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di Kuningan pekan lalu, media massa, terutama media elektronik banyak melakukan pelanggaran kode etik jurnalistik.

Demikian disampaikan oleh anggota Dewan Pers Divisi Pengaduan Abdullah Alammudi dalam jumpa pers di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Jakarta, Jumat (24/7).

Beberapa pelanggaran yang dilakukan terutama pada penayangan gambar-gambar yang mengerikan, yang bisa mengganggu kondisi psikologi anak-anak yang mengikuti laporan perkembangan peristiwa bom Kuningan ini.

“Media elektronik menampilkan, bahkan men-zoom wajah berdarah-darah para korban. Itu melanggar kode etik,” ujarnya.

Gambaran yang mengerikan tersebut bisa menimbulkan dampak traumatik yang berefek jangka panjang. “Di mana rasa nurani ketika menampilkan itu. Gambar-gambar itu seharusnya bisa diganti dengan sketsa kasar,” urainya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tak hanya itu, laporan yang disampaikan oleh reporter langsung dari lapangan, seringkali menggunakan kalimat yang berlebihan yang akhirnya malah memperburuk hasil laporan di layar.

“Mayoritas reporter mengucapkan narasi dengan kalimat, ‘inilah potongan kepala.’ Kalau anak saya mendengar itu, saya kira mereka akan kaget dan menimbulkan rasa ngeri,” terangnya.

Pelanggaran lain yang diungkapkan adalah wawancara dengan istri tersangka yang dilakukan dengan gaya interogratif, padahal polisi saja tidak segalak itu dalam melakukan penyelidikan.

“Seharusnya dalam melakukan wawancara mampu menumbuhkan sikap empati pada keluarganya,” terangnya.

Semua kesalahan tersebut tak dapat dilimpahkan kepada reporter yang bertugas di lapangan, tetapi juga tanggung jawab produser atau pengambil kebijakan di media tersebut. Namun ia tidak berani mengatakan, adanya tekanan dari pemilik modal untuk membuat berita sedramatis mungkin demi kepentingan bisnis.

Ia tak tahu dan merasa menyesal, mengapa tradisi jurnalisme elektronik yang sudah berumur belasan tahun di Indonesia tidak mengalami kemajuan pada upaya peliputan yang lebih berkualitas.

Menanggapi hal tersebut, salah satu perwakilan dari ANTV mengakui, kondisi di lapangan memang tidak selalu sesuai dengan apa yang ada di teori.

Sementara itu Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, media telah menjadi alat bagi para teroris untuk menimbulkan rasa takut masyarakat dengan tayangan selama 24 jam secara terus-menerus dan menampilkan hal-hal yang mengerikan.

Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara berpendapat, keberadaan media memang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, tetapi penyampaian laporan kepada masyarakat ini jauh lebih baik daripada upaya pembungkaman seperti zaman orde baru dalam kasus di Aceh dan Papua, yang seolah-olah tak terjadi apa-apa.

Sayangnya, antara KPI dan Dewan Pers juga tak menyinggung pelanggaran lain. Misalnya penjatuhan vonis yang mendahului pengadilan (trial by the press) oleh media kepada orang-orang yang dituduh teroris, yang ternyata kemudian keliru. [ant/hat/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DSN MUI Beri Izin BUS BCA
Tulisan selanjutnya Malangnya Nasib Penerjemah Militer Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Israel Turki gas
Berita

QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031

Berita
12 September 2026 16:26
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?