Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hindari Tindakan yang Ganggu Hubungan RI-Malaysia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 September 2009 17:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–”Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi I DPR RI Theo Sambuaga. Ia meminta masyarakat menghindari tindakan-tindakan yang dapat mengganggu hubungan RI dan Malaysia, terkait protes terhadap negeri jiran itu yang telah mengklaim sejumlah seni budaya Indonesia.

“Aksi ‘sweeping’ terhadap warga Malaysia, membakar bendera atau tindakan anarkis lainnya, tidak dibenarkan secara hukum dan amat mengganggu hubungan antar-bangsa yang bermartabat,” katanya di Jakarta, Rabu, menanggapi aksi “sweeping” Kelompok Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

Aksi “sweeping” itu sendiri, menurut para aktivis Bendera, dilakukan sebagai protes atas sikap pemerintah yang lamban dan kurang tegas menyikapi tindakan Malaysia yang telah “mempreteli” kekayaan budaya nusantara dan memprovokasi tapal batas NKRI dengan Malaysia.

Theo Sambuaga mengatakan, aksi protes terhadap sikap Malaysia itu boleh-boleh saja dilakukan, tetapi tidak harus diikuti dengan berbagai tindakan fisik yang tidak dibenarkan oleh hukum maupun penghargaan terhadap HAM, seperti aksi “sweeping” itu.

Karena itu, kata Theo yang dihubungi di sela-sela rapat pembahasan RUU Rahasia Negara, para aktivis yang memimpin demonstrasi itu diharapkan dapat ikut mendinginkan suasana, dan tidak mengambil langkah sendiri-sendiri yang melanggar hukum.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Akar Budaya Sama

Sementara itu di tempat berbeda, budayawan Tenas Effendy mengatakan, Indonesia dan Malaysia sebenarnya memiliki akar budaya yang sama. Buktinya, tanah semenanjung dulunya bersatu. Kerajaan Riau pernah berpusat di Johor, dan sebaliknya kerajaan Johor pernah berpusat di Bintan, Kepulauan Riau. Dari akar budaya inilah lahir bahasa Melayu yang kemudian di Indonesia menjadi bahasa nasional.

Pernyataan Tenas disampaikan saat menyampaikan orasi budaya Malaysia di Perpustakaan Daerah Soeman Hs, Rabu (9/9). Berdasarkan sejarah, tanah semanjung itu baru dipisah pada tahun 1824 seiring keluarnya Traktat (Perjanjian) London. Traktat itu membagi tanah semenanjung menjadi dua bagian.

“Tanah Semenanjung Atas dijajah Inggris. Sedangkan Semenanjung Bawah dijajah Belanda. Pada perkembangan selanjutnya, Semenanjung Atas inilah menjadi Malaysia dan Semenanjung Bawah merupakan Indonesia. Sejak itu pula, secara administrasi pemerintahan kita berpisah. Tapi budaya tetap satu,” tuturnya.

Akar budaya itu dibawa pendatang dari tanah Jawa, Bugis, Riau, Minang, Batak, Banjar, dan Bugis ke Malaysia. Karena menetap dalam waktu yang lama, mereka beranak pinak dan telah menjadi Malaysia. Tetapi meski telah menjadi orang Malaysia, mereka tetap membawa budaya leluhurnya hingga sekarang.

Makanya, kata Tenas, jangan heran jika berkunjung ke Johor dan Kuala Lumpur, budaya Jawa itu sangat kentara. Begitu juga saat berada di Negeri Sembilan, dari bahasa hingga arsitektur rumah mirip dengan bangunan Rumah Lontiak, rumah tradisional Kampar (Riau) ataupun menyerupai Rumah Gonjong di Sumatera Barat (Sumbar).

“Budaya kita sama. Kalau di sana (Malaysia) berkembang, mestinya budaya kita jaga. Bagaimana pun budaya merupakan salah satu wadah yang dapat mengurai hubungan satu bangsa dengan bangsa lain. Budaya itu bersifat kokoh dan universal. Beda dengan politik, pagi hari kita masih terteman, tetapi sorenya bisa menjadi bermusuhan,” tukas Tenas.

Oleh sebab itu, guru besar Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ini meminta semua pihak memahami budaya secara arti keturunan, bukan dalam arti politik. Apalagi budaya Melayu mengajarkan kita untuk selalu berlapang dada, arif, bersifat baik, dan selalu menjaga tali bersaudaraan. [ant, anl/hidayatullah.com]
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan di Kairo, Kereta Listrik Seperti Masjid dan Tempat Iktikaf
Tulisan selanjutnya Doa Tarawih Tak Boleh Untuk Bola

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?