Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Komunisme Gaya Baru Menjadi Kewaspadaan Nasional

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2010 20:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kendati paham komunis resmi dilarang di Indonesia, tapi gerakan neo komunis masih tetap ada. Terbukti, dalam beberapa kurun waktu PKI telah bermetamorfosa menjadi gerakan multiwarna yang sulit diidentifikasi. Jika tidak diantisipasi sejak dini, bisa jadi, eksistensi PKI akan menggurita dan merusak integritas bangsa.

Sebagai upaya memperingati hari dilaranganya PKI – tanggal 12 Maret 1966 – sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Forum Pembela Tanah Air (Forpeta) melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Jatim dan TVRI.

Massa yang terdiri dari FPI (front pembala Islam), Formabes, FAK, FUI, PII, AGPAI, IPM, GNPI, CICS, MUI Jatim, dan korban PKI Kanigoro Jatim ini mengawali unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura pukul 8.30.

Dalam sejumlah orasinya, masa mengatakan menolak pencabutan UU no 1 PNPS/1965 penodaan agama. Menurutnya, pencabutan UU tersebut merupakan cara PKI agar bisa bergerak leluasa. Selain itu, masa juga menyampaikan bahwa tidak ada ruang di Indonesia bagi PKI.

Masa juga membawa sejumlah poster yang bertuliskan “Ingat!, Upaya pencabutan UU penodaan agama,” “Ingat PKI anti demokrasi.” dan “Siapa yang meberi PKI hidup harus mati.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Aksi masa berjumlah sekitar 600 ini dikawal ketat aparat kepolisian. Tak hanya itu, masa juga dibatasi pagar kawat agar tidak masuk lebih dalam ke gedung DPRD.  

Dalam kesempatan itu, anggota dewan berkenan melakukan audiensi dengan sejumlah perwakilan massa. Anggota DPRD Jatim diwakili oleh Muhammad Muhktar anggota fraksi Golkar, Kuswanto ketua fraksi Hanura, dan Erwin dari fraksi Gerinda.

Sedang dari massa terlihat Arukat Djaswadi, Ketua CICS, Prof. Aminduddin Kasdi, M, Mahdi ketua FPI Jatim, Ibrahim ketua GNPI Jatim, korban Kanigoro dan perwakilan lainnya. Sayang, karena terbatasnya waktu, tidak semuanya perwakilan bisa menyampaikan pendangannya.

Semua perwakilan sepakat meminta anggota dewan agar mewaspadai lahirnya komunisme gaya baru. Sebab, paham itulah yang bisa merusak kesatuan bangsa.

“Mereka ingin membersihkan diri dari sejarah. Sejumlah langkah telah dilakukan, baik yuridis dan politik,” tegas Prof. DR. Aminuddin Kasdi. Dia menghimbau agar anggota dewan selayaknya mewaspadai akan bangkitnya komunisme gaya baru.

Senada yang dikatakan perwakilan korban Kanigoro. Menurutnya, “Sekarang umat Islam yang dikatakan teroris, padahal tahun 1965 kami adalah korban teroris. Jangan sampai sejarah ini dilupakan,” ujar.

Menurutnya, sekarang orang PKI sudah berani menghina umat Islam. Katanya, baru-baru ini di Blitar ada yang mengadakan ludruk patine gusti Allah. Rabine malaikat jibril. “Ini jelas memancing kemarahan umat Islam,” tegasnya yang disambut takbir masa.

Seluruh masukan diterima baik anggota dewan. Sebagaimana disampaikan Kuswanto, ketua fraksi Hanura, negara ini berdasarkan kedaulatan rakyat. Sedang komunis adalah sebuah ideologi yang terlarang di Indonesia. “Insyaallah, anggota dewan memiliki semangat yang sama dengan kalian,” ujarnya. Senada yang disampaikan Erwin fraksi Gerinda, menurutnya, ideology komunisme sangat tidak cocok di Indonesia. “Karena itu, dieologi semacam ini harus dilawan terus,” tegasnya.  

Sementara itu, M Muhktar anggota fraksi Golkar ketika ditanya mengatakan forum seperti ini sangat bagus. Mengingatkan kita pada bahaya komunisme di Indonesia. “Ini menjadi kewaspadaan nasional,” ujarnya. Menurutnya, untuk menindaklanjuti hal itu, dirinya akan mengabarkan ke seluruh anggota dewan di DPRD Jatim yang kemudian akan disampaikan ke pimpinan dewan. “Setidaknya, nanti ada mekanisme untuk mengantisipasi hal itu. Atau bisa juga Bakesbang membuat program yang lebih menyentuh di masyarakat,” ujarnya.

Sementara, menurutnya UU no 1 PNPS/1965 dinilai sangat penting untuk menjaga integritas bangsa. Agama sangat hakiki, masyarakat yang taat akan sensitif dengan penodaan agama. “Jadi saya sangat sepakat penolakan pencabutan UU penodaan agama itu,” jelasnya kepada hidayatullah.com usai acara. [ans/hidayatullah.com] 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berburu Rahmat di Sarang Maksiat
Tulisan selanjutnya MoU RS Indonesia di Gaza Ditandatangani Maret

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?