Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ahmad Bagja Nilai Susunan Pengurus PBNU Tak Sesuai AD/ART

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 April 2010 11:59
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Bagdja menyarankan, susunan kepengurusan PBNU periode 2010-2015 hasil olahan tim formatur ditinjau ulang. Menurutnya susunan kepengurusan tersebut dinilai tidak sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) NU.
 Misalnya, menurut Ahmad Bagdja, keberadaan dua wakil Rais Aam dan dua wakil ketua umum. Menurutnya, sesuai AD/ART kedua jabatan itu masing-masing hanya diisi satu orang.
 “Memang tidak tegas disebutkan hanya satu wakil, tapi juga tidak disebut beberapa. Hanya disebut rais aam, wakil rais aam, dan beberapa rais,” kata Ahmad di Jakarta, Kamis (15/4).
 “Tapi sebagai anggota komisi organisasi di muktamar lalu, saya faham maksudnya itu satu wakil,” Ahmad menambahkan.
 Dalam susunan kepengurusan PBNU hasil tim formatur, posisi wakil rais aam diisi Kiai Haji Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH Hasyim Muzadi. Sementara posisi wakil ketua umum PBNU diisi As`ad Said Ali, yang saat ini masih pejabat aktif wakil kepala Badan Intelijen Negara, dan Slamet Effendy Yusuf, mantan politisi Golkar yang pernah dua kali menjabat ketua umum GP Ansor.
 Menurut Bagdja, Rais Aam KH Sahal Mahfudz dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang menjadi tim formatur bersama lima perwakilan Pengurus Wilayah NU semestinya tetap mengacu AD/ART dalam menyusun kepengurusan PBNU baru. “Rais aam dan ketua umum PBNU tidak berada diatas AD/ART tapi harus tunduk pada AD/ART,” katanya.
 Ketidaksesuaian dengan AD/ART juga terlihat pada masuknya nama-nama dalam kepengurusan yang sebenarnya tidak memenuhi persyaratan, yakni harus pernah aktif di jajaran struktural, seperti PBNU dan PWNU, badan otonom, atau lembaga.
 “Bahkan, sebagian nama-nama yang masuk dalam kepengurusan PBNU tidak dikenal,” katanya.
 Belum lagi, lanjut Bagdja, banyak aspirasi muktamar yang tidak tercermin di dalam susunan kepengurusan PBNU olahan tim formatur tersebut.  “Supremasi ulama yang akan memimpin NU tidak tercermin dalam susunan itu, bahkan ada kiai yang ditolak formatur,” katanya.
 Menurut Bagdja, semangat untuk memperkuat peran syuriah tampaknya juga tidak akan terwujud. Dominasi tanfidziyah akan terjadi lagi melihat komposisi tanfidziyah yang ada. “Sebaiknya cepat diperbaiki sebelum PWNU dan PCNU protes karena pelanggaran serius, toh belum diumumkan secara resmi. Jika yang protes itu sampai 2/3 PWNU dan PCNU, bisa gawat,” katanya. [ant/mtr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kembalikan Fungsi Satpol PP ke Posisi Awal
Tulisan selanjutnya Curi Dompet di Masjidil Haram, Masuk Bui dan Dicambuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak

Berita
2 Agustus 2026 11:06
Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
Inggris Selidiki Badan Amal yang Diduga Danai Permukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina
Malaysia Tegaskan Tak Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya Jika Nyawa Mereka Terancam
Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan

Terbaru

  • Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan
  • Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
  • Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz
  • Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing
  • Pilot Malaysia Airlines yang Ditangkap di Jakarta Membawa Narkoba Tidak Menerbangkan Pesawat, Kata Malaysia Aviation Group
  • Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?