Hidayatullah.com–PLO setujui negosiasi perdamaian tidak langsung antara Palestina-Israel, seperti yang diumumkan Wakil Sekretaris Fatah, Jibril Ar-Rajub kepada wartawan. Demikian dilansir Al-Arabiya.net, Sabtu (8/5).
Ar-Rajub mengatakan kepada wartawan pada acara penutupan pertemuan Komite Eksekutif PLO yang diselenggarakan di Tepi Barat bahwa Palestina sepakat untuk melakukan negosiasi tidak langsung dengan Israel.
Keputusan ini dikeluarkan setelah adanya pertemuan baru antara Presiden Palestina Mahmud Abbas dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah George Mitchell.
Misi Mitchell di Timur Tengah sejak pekan lalu adalah mempersiapkan perundingan kembali secara tidak langsung antara Palestina-Israel di bawah kontrol Amerika Serikat.
Pejabat senior Palestina mengatakan bahwa kemungkinan Mitchell akan mengumumkan secara resmi mengenai perundingan ini, setelah beberapa kali bolak-balik antara Israel dan Palestina pada akhir minggu ini, sebelum ia meninggalkan negara tersebut.
Akan tetapi warga Palestina dan Israel menerima kemungkinan- kemungkinan ini dengan keraguan, dan bahkan ketidakpedulian.
Perdebatan yang terjadi di antara kedua belah negara masih pada kasus-kasus mendasar, seperti mengenai perbatasan negara Palestina, status Al-Quds, serta masalah pemukiman di Tepi Barat dan kembalinya pengungsi Palestina. [sadz/arb/hidayatullah.com]