Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Keluarga Gaza Membangun Kembali Rumahnya Melanjutkan Perjuangan Hidup

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Februari 2025 05:45 5:45 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Februari 2025 13:02
Bagikan
Anggota keluarga Palestina berkumpul di puing-puing rumah mereka yang hancur di kota Rafah, Jalur Gaza untuk sarapan /AFP
Bagikan

Kepulangan warga Gaza ke rumah mereka yang hancur adalah soal martabat dan hidup akan terus berjalan, seberapa pun resiko dan biayanya

Hidayatullah.com | DI TENGAH tengah kehancuran Jalur Gaza akibat aksi genosida penjajah ‘Israel’, dan di antara puing-puing rumah yang hancur, keluarga Khalil al-Madhoun berusaha mengembalikan beberapa fitur lama dalam kehidupan mereka.

Setelah berbulan-bulan mengungsi dan menderita di tenda-tenda, keluarga itu memutuskan sudah waktunya untuk kembali, bahkan jika itu berarti kembali ke rumah yang hancur sebagian, dengan dinding yang runtuh dan puing-puing yang menutupinya.

Khalil al-Madhoun, mengatakan bahwa begitu mereka mendengar tentang perjanjian gencatan senjata, mereka memutuskan untuk segera kembali ke rumah mereka di lingkungan Sheikh Radwan di Jalur Gaza utara.

Itu bukan keputusan yang mudah, tempat itu hampir tidak layak huni, tetapi bagi mereka, tidak ada pilihan lain.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“Kami memindahkan tumpukan puing dari kamar dan apartemen. Awalnya, kami tidur di atas puing. Kami tidak mengizinkan wanita dan anak-anak kembali sampai kami berhasil memperbaiki situasi sedikit,” kenang Khalil dengan kesedihan bercampur tekad.

Dengan kerja keras selama berhari-hari, keluarga itu berupaya memulihkan apa yang masih bisa diperbaiki, meskipun kerusakan besar telah menimpa tempat itu.

Masuk ke dalam rumah itu sendiri merupakan usaha yang sangat berisiko, karena hampir semua rumah di wilayah itu hancur total, pintu masuk ke rumah diblokir, dan mereka harus mencari jalan memutar untuk bisa masuk.

Tenda bukan rumah

Keluarganya tidak menyembunyikan besarnya penderitaan yang mereka alami selama mengungsi. Kehidupan di tenda-tenda sangat keras, dan tidak memiliki kebutuhan dasar minimum.

“Kami menghadapi kesulitan yang tak terbayangkan, dan itulah sebabnya kami memutuskan untuk tidak kembali ke tenda, berapa pun biayanya,” kata Khalil dikutip SykNews.

Itu bukan sekadar keputusan untuk kembali, tetapi pesan yang jelas bahwa pengungsian tidak akan menjadi nasib permanen mereka, dan bahwa kehidupan harus terus berjalan bahkan di tengah reruntuhan.

“Ini tanah kami dan kami tidak akan meninggalkannya,” ujarnya.

Keluarga itu mempertahankan rumah mereka bukan hanya karena kenangan, tetapi karena rumah itu merupakan simbol perjuangan dan kerja keras selama bertahun-tahun.

“Ayah saya bekerja keras untuk membangun rumah ini. Kami tidak bisa meninggalkannya dan pergi begitu saja. Tempat ini bukan hanya tembok, ini adalah seluruh kehidupan,” seperti dijelaskan Khalil.

Kendatipun banyak tantangannya, para anggota keluarga tersebut tetap berusaha menyatukan kembali hidup mereka, berbagi tugas, mengumpulkan batu, membersihkan apa saja yang bisa dibersihkan, dan mencari cara apa saja untuk membantu mereka menyingkirkan puing-puing yang tersisa.

Meski ada kendala, Al-Madhoun tetap ngotot menyelesaikan penataan rumah. Di tempat lain, beberapa orang membicarakan rencana untuk mengusir warga Palestina dari Gaza.

“Siapa pun yang kembali dengan berjalan kaki ke rumahnya tidak akan menerima deportasi, tidak peduli godaan atau tekanan apa pun. Kami hidup dengan sarana yang minim, tetapi kami berpegang teguh pada tanah kami,” ujar Khalil menolak tegas gagasan ini.

Gaza bangkit meski terluka

Seperti keluarga Madhoun, ribuan warga Gaza telah kembali ke rumah mereka yang hancur, membawa serta harapan bahwa kehidupan suatu hari akan kembali normal.

Memang benar bahwa jalan masih panjang, dan kehancuran ada di setiap sudut, tetapi di tengah semua kehancuran ini, ada kemauan yang tak tergoyahkan, dan tekad untuk membangun kembali kehidupan bahkan di antara puing-puing.

Di Gaza, kepulangan bukan sekadar tentang pulang ke rumah, namun tentang memulihkan martabat dan deklarasi bahwa hidup akan terus berjalan, berapa pun biayanya.*/skynews

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinehidupkeluarga Gazamelanjutkan perjuanganpalestinaWarga Gaza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wali Kota Banda Aceh Bebaskan Air Bersih untuk Masjid selama Ramadhan
Tulisan selanjutnya Saudi Berikan 100 Ton Kurma Ramadhan pada Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?