Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Susu Tercemar China Sebabkan Perkembangan Seksual Dini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Agustus 2010 23:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di tengah-tengah gelombang lain yang mungkin timbul dari produk susu bubuk tercemar dari China, perusahaan susu raksasa Selandia Baru Fonterra  mengatakan pada 11 Agustus bahwa sebagai pemasok susu bubuk ke perusahaan susu Synutra International China, perusahaan “masih yakin 100% tentang kualitas produknya.”
 Synutra adalah perusahaan susu formula bayi terkemuka di China, dengan pangsa pasar berada dalam peringkat tiga terbesar.
 Media China melaporkan bahwa tiga anak bayi perempuan di Kota Wuhan, Propinsi Hubei tumbuh dengan gejala perkembangan seksual dini dan dicurigai penyebabnya adalah hormon pertumbuhan yang terkandung pada susu bubuk dari Synutra.
 Synutra mengeluarkan pernyataan pada 9 Agustus bahwa perusahaan telah “berpartisipasi dalam pengujian kontrol kualitas menyeluruh di semua tingkatan pemerintah yang diperlukan,” dan bahwa “pemasok bahan juga handal dan terpercaya di seluruh dunia.”
 Di situs webnya dalam bahasa mandarin, Synutra memuat bahwa pemasok formula susu bubuk adalah Fonterra dari Selandia Baru yang sebelumnya dipasok oleh Eurosérum dari Prancis.
 Namun, perusahaan juga memiliki jenis formula lain yang menggunakan susu bubuk dari timur laut China.
 Banyak ibu-ibu muda China prihatin setelah masalah ini terungkap dan bereaksi dengan membawa bayi mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Tidak lama kemudian, media China melaporkan selusin kasus serupa terjadi di Jiangxi, Shanghai, Shandong, Guangdong dan tempat-tempat lain.
 Health Times (Jiankang Shibao), sebuah surat kabar mingguan yang dikeluarkan oleh corong rezim, People’s Daily, melaporkan bahwa seorang gadis bayi dari Wuhan didiagnosis dengan tingkat estradiol setinggi 48,83 pmol / L. Sebaliknya, tingkat minimal seorang perempuan dewasa adalah 22 pmol / L.
 Perkembangan seksual dini yang terjadi, diduga setelah mengkonsumsi susu Synutra, termasuk gejala seperti pertumbuhan payudara, pengerasan jaringan di bawah kulit dan radang vagina.
 Dalam pernyataan di situs webnya pada 9 Agustus, Synutra berkata, “Kami tidak menambahkan hormon untuk produk kami dan kami telah berinvestasi dalam penelitian, kontrol kualitas, formula dan bahan-bahan.”
 Seorang ibu korban membawa masalah ini ke perusahaan. Menurut Qianjiang Evening Newspaper, Ms. Deng dari Wuhan menunjukkan bahwa radang pada vagina putrinya jelas setelah minum susu formula Synutra, jaringan keras juga timbul pada payudara bayi. Dia ingin produk ini dianalisis, tetapi lembaga yang relevan tidak akan menangani permintaan individu dan tes hormon tidak termasuk dalam pengujian analisis standar susu.
 Health Times melaporkan bahwa kejadian ini memiliki kemiripan dengan kejadian di perusahaan Sanlu di tahun 2008: skandal susu bubuk tercemar melamin – yang menewaskan sedikitnya enam bayi dan ratusan ribu mederita sakit. Seorang wartawan di Wuhan berkomentar pada  Health Times bahwa sebelum Sanlu mengakui kejahatan itu, “Saya telah mengunjungi semua tempat yang memungkinkan. Namun tidak ada yang peduli dan tidak ada satupun departemen pemerintah ingin menjadi yang  pertama untuk melakukan penyelidikan.”
 Deng Haihua, juru bicara Departemen Kesehatan China, mengatakan bahwa para pejabat keamanan makanan sedang menyelidiki formula merek tertentu penyebab gejala seksual dini pada bayi terkait dengan susu yang dikonsumsi. [ept/eb/hidayatullah.com] foto: efek susu formula China yang tercemar menyebabkan dada pria ini mirip payudara wanita
  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HPA Rambah Produk Makanan dan Minuman Halal
Tulisan selanjutnya Israel-AS Latihan Militer Bersama di Negev

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?