Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

7.000 Tentara Bayaran Gantikan Posisi Tentara AS di Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2010 13:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat menyisakan 50.000 pasukannya di Iraq. Pemerintahan Obama akan mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan dengan tentara bayaran swasta.

Tentara sewaan itu nantinya akan diberi tanggungjawab menjaga lima benteng pertahanan yang ditinggalkan militer AS, dan misi-misi lain yang biasa dilakukan oleh tentara pemerintah. Demikian The New York Times melaporkan (19/8).

Sebagaimana diketahui, Rabu malam atau Kamis dini hari (19/8/2010), brigade tempur Stryker menjadi pasukan AS yang paling akhir keluar dari Iraq dan meninggalkan 50.000 rekan sejawatnya yang lain di negeri 1001 malam (baca berita kami sebelumnya, “AS Sisakan 50.000++ Personil, Perang Iraq Belum Usai”).

Sekitar 7.000 tenaga keamanan swasta akan melanjutkan tugas-tugas yang selama ini diemban pasukan AS yang ditarik pulang. Angka itu lebih dari dua kali lipat jumlah tentara bayaran yang ada sekarang.

Mengutip seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya, The New York Times (19/8/2010) menyebutkan bahwa para kontraktor tentara sewaan itu akan mengoperasikan radar peringatan serangan  musuh, mencari bom pinggir jalan, dan menerbangkan pesawat-pesawat tanpa awak. Mereka juga bertugas dalam “unit reaksi cepat” yang diterjunkan guna menolong penduduk sipil.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedengarannya tugas yang diemban para tentara bayaran itu bak pekerjaan pahlawan.

Lebih dari 1.200 tugas yang sekarang ditangani pasukan AS akan dilimpahkan secara bertahap kepada sipil AS (tentara bayaran) atau pemerintah Iraq.

Departemen Luar Negeri AS sekarang sedang mempersiapkan staf untuk misi mereka selanjutnya, berencana membeli 60 kendaraan antiranjau darat dari Pentagon dan menambah jumlah kendaraan yang dilengkapi senjata menjadi 1.320 buah.

Mereka juga akan menambah jumlah pesawatnya dari 1 menjadi 3 dan helikopter dari 17 menjadi 39 buah. Semuanya akan dikemudikan oleh personil tentara swasta.

Tingginya angka tenaga keamanan swasta itu sebenarnya riskan, mengingat selama ini mereka sering terlibat dalam pembunuhan warga sipil Iraq, sehingga rawan terjadi konflik dengan pemerintah setempat.

Namun tentara yang disewa Deplu AS itu kabarnya tidak akan memiliki imunitas dari tuntutan pengadilan Iraq dan wajib mendaftarkan perusahaan dan keberadaan mereka kepada pemerintah di sana. Mereka juga akan mendapatkan pengawasan ekstra dari pejabat keamanan regional Deplu AS di Iraq. [di/nyt/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Munarman: Jargon Kebebasan Beragama Kaum Pluralis Hanya Bualan
Tulisan selanjutnya Kurma, Buah Spesial Bagi Kaum Wanita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Berita
27 September 2026 08:42
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

Terbaru

  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
  • Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
  • Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?