Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

1 Oktober Hari Duka Nasional, Bukan Hari Kesaktian Pancasila

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2010 16:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Masyarakat Indonesia diminta tak terpedaya dengan sejarah, termasuk sejarah istilah Gerakan 30 September karena peristiwa sebenarnya  terjadi pada 1 Oktober 1965.

Pernyataan ini disampaikan pemerhati sejarah dan anggota Gerakan Nasional Patriot Indonesia,  Kol (Purn) H. Firos Fauzan  kepada hidayatullah.com, Kamis (30/9) di sela-sela konferensi pers MUI di Jakarta.

Menurutnya, penyebutan peristiwa coup PKI sebagai G-30-S merupakan “jebakan” dan penggelapan sejarah yang sebenarnya, karena dari beberapa pengakuan saksi sejarah peristiwa tersebut terjadi pada 1 Oktober 1965.

“Istilah G-30-S itu permainan dialektika Komunis untuk memanipulasi kebenaran sejarah, Pak Nasution di bukunya mengatakan peristiwa tersebut jam 4.00 wib dini hari 1 Oktober 1965, begitu juga Bung Karno menamai dengan Gestok,” ungkap Firos.

Menurut Firos Fauzan, dengan menggunakan istilah G-30-S masyarakat hanya akan mengingat peristiwa  penculikan jenderal dan gerakan militer di Jakarta, sehingga tidak menganggap peristiwa itu sebagai Kudeta yang dilakukan oleh PKI, sebagaimana  Partai Palu Arit tersebut melakukan coup dengan menculik para jenderal dan aksi di daerah-daerah dengan Dewan Revolusi-nya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia juga mengatakan, 1 Oktober seharusnya diperingati sebagai “Hari Duka Nasional”, bukan sebagai “Hari Kesaktian Pancasila”, karena pada 1 Oktober 1965 massa aksi masih melakukan penuntutan pembubaran terhadap PKI.

“1 Oktober itu pengkhianatan Pancasila, bukan kesaktian Pancasila. Apa kita mau ikut-ikutan China yang merayakan 1 Oktober sebagai Hari Kemenangan? hati-hati, ini permainan dialektika manipulasi sejarah,” paparnya.

“Kan kita tahu tanggal 1 Oktober ’65 PKI belum bubar, bahkan sampai 1 Januari 1966 Tritura masih menuntut pembubaran PKI. Pada saat itu Pancasila tidak mampu membubarkan PKI,” tambahnya.

Menurutnya kembali, Komunis sangat senang bermain dialektika sejarah, sehingga menempatkan tema peristiwa berbeda dengan konteks peristiwa sebenarnya yang akan menyebabkan kekaburan sejarah.

“Mereka (Komunis, red) memang senang main thesa-antithesa. Kalau temanya tidak sesuai dengan peristiwa sejarah sebenarnya, nanti bisa timbul keraguan bagi generasi selanjutnya yang tidak tahu sejarah sebenarnya. Itu yang diharapkan mereka,” tegas Firos yang juga merupakan pengamat Komunisme ini.

Lebih jauh, ia mengatakan,  jika bangsa Indonesia menyebut 1 Oktober sebagai “Hari Kesaktian Pancasila” dengan menaikkan bendera satu tiang penuh, itu sama saja Indonesia telah berkiblat ke RRC yang merayakan 1 Oktober sebagai “Hari Kemenangan Revolusi Rakyat.”

“Ini memang ada kesengajaan sistematis, “ ujarnya menutup pembicaraan. [bil/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Non-Muslim Indonesia Menikmati Kebebasan Luar Biasa!
Tulisan selanjutnya Sekjen WAMY: Ghirah Keislaman Pemuda Indonesia Tetap Luar Biasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?