Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sembilan Bulan Kayuh Sepeda untuk Naik Haji

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

   Hidayatullah.com–Mungkin dua pemuda Afrika Selatan ini terinspirasi oleh film Le Grand Voyage (2004). Film terbaik versi Venice Film Festival ini mengisahkkan perjalan darat seorang ayah dan anaknya untuk menunaikan ibadah haji dari Paris ke Mekkah.
Sang anak bertanya kepada ayahnya, “Mengapa Ayah tidak naik pesawat terbang saja ke Makkah?.”
Sang ayah menjawab, “air laut baru akan kehilangan rasa pahitnya setelah ia menguap ke langit,” jawabnya.
Ya, begitulah air laut menemui kemurniannya. Ia harus mengangkasa melewati awan. Inilah mengapa lebih baik naik haji berjalan kaki ketimbang naik kuda. Lebih baik naik kuda ketimbang naik mobil. Lebih baik naik mobil ketimbang naik perahu. Lebih baik naik perahu ketimbang naik pesawat terbang. Begitu kira-kira penjelasan sang ayah kepada anaknya.
Nah, mirip cerita dalam film itu, dua orang pemuda asal Cape Town ini telah mengayuh sepeda dalam perjalanan dari kampung halaman ke Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam ke lima tahun ini.
Nathim Cairncross, 28, dan Imtiyaz Ahmad Haron, 25, menceritakan sebagian pengalaman dan niat “gila” mereka pada Arab News Rabu (27/10) di Tabuk, daerah perbatasan Arab Saudi Syiria. Mereka mengaku sangat bahagia karena impian mereka untuk melaksanakan haji tahun ini sebentar lagi bisaterwujud.
“Mengayuh perjalanan ke Kerajaan Saudi dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami ingin melakukan perjalanan dengan cara ini sehingga kami siap untuk mengalami kerasnya melakukan ibadah haji yang adalah ibadah fisik, “kata Cairncross, yang berprofesi sebagai kontraktor perencana tata kota.
Ketika ditanya mengapa mereka memilih naik sepeda, Cairncross berujar, “Ini memberi kami banyak kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan orang yang berbeda di berbagai negara. Selain itu, kami juga bisa berdakwah dimanapun kami mau di tempat-tempat persinggahan kami.”
Pantas saja kedua pemuda ini bisa berdakwah. Pasalnya baik Cairncross dan Haron adalah mahasiswa hukum Islam dan telah mempelajari Syariah. “Saya bergabung dengan sebuah universitas dan menyelesaikan kursus dalam perencanaan kota dan saya bekerja di bidang konstruksi,” kata Cairncross.Sementara Imtiyaz Ahmad Haron adalah juga Sarjana Ekonomi.
Keduanya memulai perjalanan panjang mereka pada 7 Februari 2010. Mereka menggoes sepeda mereka melalui Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah dan Yordania sebelum mencapai perbatasan Saudi.
Total negara yang dilewati adalah sembilan negara dalam sembilan bulan perjalanan. “Pemeliharaan sepeda hanya mengganti ban sepeda yang bocor,memompa dan memperbaiki pedal rantai dari waktu ke waktu,” kata Cairncross.
Tentu ini merupakan perjalanan yang sama sekali baru, apalagi ini adalah pengalaman haji pertama mereka. “Kami bisa saja datang dengan pesawat, tapi kami sudah niat melakukan perjalanan berbeda, jadi kami memilih untuk menggunakan sepeda kami, dan bersepeda adalah sesuatu yang kami sukai,”ujar Cairncross menambahkan.
Sebagai musafir, keduanya mengayuh pedal sepeda sekitar 80 hingga 100 kilometer per hari dan beristirahat di mesjid atau tenda setelah senja dan berangkat lagi setelah subuh. “Kami beruntung orang-orang sangat kooperatif dan sopan. Pada setiap tempat yang kami melewati, mereka menyambut kami dan senang mengetahui bahwa kami melakukan perjalanan untuk haji,” ujar Cairncross.
Dalam hal makan mereka berdua juga kerap mendapatkan makanan gratis. Mereka sering mendapatkan tawaran makan bersama. Yang mengharukan, dengan anggaran yang minim, kedua pemuda Afrika Selatan ini juga sering mendapatkan bantuan sumbangan uang dari orang-orang yang bertemu mereka.
Ditanya tentang kendala keduanya menjawab bahasa. “Khusus memasuki jazirah Arab melalui Suriah dan Yordania kami sudah persiapkan kamus praktis bahasa Arab. Berinting lagi para petugas perbatasan sangat baik ketika mengetahui kami mengayuh ribuan kilometer untuk berhaji,” katanya.
Uniknya, mereka berdua berjanji akan melakukan perjalanan balik ke Cape Town melalui jalur Afrika. “Sebelumnya kami menyusuri pantai timur Afrika, selepas musim haji kami akan melalui Afrika Barat,” kata Haron. [mch/Timur Arif/hidayatullah.com] 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peneliti: Kurangi Balita Nonton TV
Tulisan selanjutnya Teringat Furkan Dogan di Hari Sumpah Pemuda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?