Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

HTI Masih Tolak Kedatangan Obama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekitar 15 ribu anggota dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ahad (7/11), berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia 9-10 November mendatang. Obama adalah pemimpin negara penjajah sehingga tidak layak diterima sebagai tamu. Mereka bergerak dari depan Istana Merdeka Jl Merdeka Utara menuju ke depan Kedubes AS di Jl Merdeka Selatan. Sebelumnya beberapa orator menyampaikan orasinya. Mereka mengecam sikap pemerintah Indonesia yang terus menerus menjadi antek Amerika. Peserta aksi membawa bendera Islam: Al Liwa dan Ar Raya, serta berbagai poster. Bunyinya antara lain, “Kemitraan komprehensif=alat penjajahan, batalkan”, “Batalkan kemitraan komprehensif’”, “Hentikan penjajahan, tegakkan khilafah.” Juga ada banyak spanduk di antaranya “Tolak obama, batalkan kemitraan komprehensif, tegakkan khilafah”, “Obama comes, imperialist wins”. Sambil berjalan mereka meneriakkan yel-yel: ”Tolak-tolak-tolak Obama, tolak Obama sekarang juga.” Juru bicara HTI M Ismail Yusanto menjelaskan acara masirah ini merupakan wujud kepedulian kaum Muslim terhadap saudara-saudara mereka di seluruh dunia khususnya di negara-negara yang kini dijajah Amerika seperti Irak dan Afghanistan. Di samping itu, acara ini sekaligus menjadi wahana solidaritas bagi korban bencana yang melanda Indonesia. Karenanya, di sela-sela acara utama menolak Obama, panitia menggalang dana bagi korban bencana alam. Terkumpul Rp 50 juta lebih.Kunjungan Obama kali ini bertujuan menandatangani Kerjasama Kemitraan Komprehensif (Comprehensif Partnership) Indonesia-AS, yang diyakini pemerintah akan menjadi landasan kokoh bagi peningkatan hubungan AS dan Indonesia di masa mendatang.
Padahal, menurut Ismail, kunjungan Obama tidak lain untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di negeri ini. Indonesia adalah negara yang sungguh penting buat AS. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Kaya sumberdaya alam, khususnya energi. Banyak perusahaan AS khususnya di bidang migas dan pertambangan yang beroperasi di Indonesia.
”Kunjungan Obama ke Indonesia untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dalam orbit pengaruhnya. Secara politik tetap menganut sistem dan ideologi sekuler. Dan secara ekonomi, kepentingan ekonomi AS tetap terjaga,” katanya.
Ia menegaskan, Kerjasama Kemitraan Komprehensif membuka jalan bagi Penjajahan Komprehensif. Penandatangangan ini tak pelak bakal menimbulkan bencana yang lebih dahsyat lagi, yakni makin kokohnya penjajahan AS atas negeri ini.
Ismail mengingatkan, Obama adalah presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas tengah menjajah negeri Muslim, seperti Irak dan Afghanistan. AS juga terus menyerang wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya. Lebih dari 1 juta rakyat Irak tewas di tangan Amerika. Ratusan ribu warga Afghanistan pun dibantai tentara AS, dan kini negara adidaya itu justru menambah pasukannya di sana. ”Obama tangannya berlumuran darah kaum Muslimin, dan dia sama dengan Bush,” tandasnya.
Karenanya, HTI menolak kehadiran Obama ke Indonesia karena dialah pemimpin negara penjajah yang kini sedang memusuhi umat Islam. Dalam pandangan syariat Islam, AS termasuk kategori muhariban fi’lan atau negara yang dalam status memerangi umat Islam secara de facto.
”Presiden dari sebuah negara seperti itu tidak layak untuk diterima sebagai tamu,” kata Ismail. Apalagi Indonesia menentang segala bentuk penjajahan di atas dunia.
HTI menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami yang di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah naungan Khilafah. Hanya dalam kehidupan seperti itu saja, izzul Islam wal muslimin termasuk perlindungan terhadap negeri-negeri Muslim dan harkat, martabat serta kehormatan umat Islam bisa diwujudkan.
Aksi serupa berlangsung di beberapa kota di Indonesia sejak Jumat (5/11) hingga Senin (8/11). [muji/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pellegrini: Israel Mata-matai Lebanon
Tulisan selanjutnya Hotel Bintang 5 Akan Beroperasi di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Berita
21 Juli 2026 08:51
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?