Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

India Kehilangan $ 462 Milyar Akibat Korupsi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com –India kehilangan ratusan milyar dolar dalam enam dekade terakhir akibat korupsi dan manipulasi pendapatan orang-orang kaya yang menyimpan hartanya di luar negeri.
Aliran dana ilegal meningkat tajam, bahkan lebih tinggi dari jumlah di awal tahun 1990an, dengan rata-rata pertahun 16 milyar dolar dari tahun 2002 hingga 2006, bersamaan dengan kebijakan keterbukaan ekonomi yang memberikan ruang gerak lebih luas pada perpindahan kekayaan dan kesempatan. Demikian menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Dev Kar, mantan ahli ekonomi di IMF.
Kar, yang kini menjadi ekonom di Global Financial Integrity–sebuah lembaga di Washington DC yang meneliti aliran dana gelap, mengatakan bahwa uang gelap India yang besarnya mencapai $ 462 milyar sejak akhir tahun 1940an bisa dipergunakan untuk membiayai semua pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan dan keperluan lainnya.
“Kita bisa punya sekolah yang lebih baik, program kesehatan yang lebih baik, program gizi yang lebih baik untuk rakyat miskin. Anak-anak bisa mendapatkan vaksinasi dan akses air minum. Banyak daerah yang masih belum memiliki listrik,” jelas Dev Kar.
Kesenjangan antara warga kaya yang elit dengan warga miskin yang jumlahnya ratusan juta semakin lebar di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi selama 2 dekade terakhir. Belum lagi masalah ketegangan sosial. Menurut laporan itu, penyimpanan harta kekayaan di luar negeri menjadi salah satu sebab ketimpangan tersebut.
Menurut Kar, para individu kaya yang menyebabkan aliran dana gelap keluar negeri. Sementara rakyat kebanyakan berusaha bertahan hidup. Mereka tidak terkait langsung dengan kondisi dunia global, kalaupun terkait, mereka tidak punya cukup uang.
Sebagaimana dilansir AP (19/11), Menteri Keuangan dan jurubicara partai berkuasa India menolak memberikan komentar atas hasil penelitian tersebut.
Sementara itu, analis lain tidak mempermasalahkan metode penelitian yang dipakai oleh Kar. Tapi mereka mempertanyakan, apakah kesalahan hanya dilimpahkan kepada perusahaan-perusahaan swasta dan individu-individu yang kaya saja. Mereka berpedapat bahwa pemerintah dan politisi yang korup juga menjadi tersangka utama.
Nishith Desai dari Nishith Desai Associates–firma hukum di Mumbai yang menangani masalah hukum perusahaan dan pajak internasional–berpendapat bahwa para pejabat dan lembaga pemerintah yang korup memiliki andil lebih besar dalam aliran dana ilegal dibanding para pengemplang pajak dari sektor swasta.
Desai menilai, para pejabat dengan gaji yang lebih rendah menjadi sorotan publik jika mereka kelihatan memiliki kekayaan yang banyak. Hal tersebut lebih memotivasi mereka untuk melarikan uang haram ke luar negeri, dibanding para pejabat perusahaan swasta. Selain itu, korupsi di kalangan sektor swasta kebanyakan juga terjadi atas sepengetahuan pemerintah.
Kedengarannya, masalah korupsi dan ekonomi India tidak berbeda jauh dengan yang terjadi di Indonesia.[di/an/ap/ hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berbahasa Ibrani, Pejuang Palestina Kobarkan Jihad
Tulisan selanjutnya Pemerintah Akui Sering Lambat Merespon TKI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?