Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Pertama, Gadis Usia 28 Alami Menopause Dini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rata-rata wanita mengalami menopause di akhir usia 40-an tahun atau di awal 50 tahun. Seorang wanita harus mengalami tragedi menopause di usia sangat dini, yaitu 28 tahun, padahal ia belum sempat punya anak. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia menopause adalah 51 tahun. Kondisi ini disebabkan karena ovarium kehabisan telur (estrogen berkurang), sehingga wanita tidak bisa lagi memiliki anak. Wanita menopause biasanya akan mengalami gejala-gejala seperti gangguan di saluran kemih serta vagina, susah tidur, badan merasa tidak nyaman, sering muncul pegal-pegal dan sakit punggung, vagina kering, wajah dan leher memerah rasanya seperti terbakar. Katy Hayward wanita asal London harus merasakan gejala-gejala menopause yang tidak menyenangkan tersebut di usia yang sangat muda, yaitu 28 tahun. Katy yang kini berusia 30 tahun telah didiagnosa mengalami menopause dini sejak usia 28 tahun, tetapi dokter belum mengetahui dengan jelas penyebabkondisi yang dialaminya. Hal ini membuat Katy harus kehilangan kesempatan untuk hamil dan menjadi seorang ibu. “Saya sangat terkejut. Ini adalah salah satu hal tersulit yang pernah saya lalui,” ungkap Katy Hayward, seperti dilansir BBC News, Senin (22/11/2010). Katy mengatakan ia pernah dirujuk ke dokter spesialis untuk melihat adanya kemungkinan yang bisa dilakukan untuk menyelamatnya sel telurnya. Tapi ternyata usaha tersebut sudah terlambat. Harapan Katy satu-satunya untuk memiliki anak hanyalah menunggu sumbangan telur, tetapi itu pun harus melalui proses yang panjang dan menunggu hingga lima tahun. Dokter kini berusaha untuk membantu Katy untuk mengatasi efek samping menopause dini, sembari melakukan studi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kondisi yang dialami Katy. “Wajah saya sudah mulai memerah dan menstruasi tidak teratur. Dokter menyarankan saya untuk menjalani HRT (hormone replacement therapy) untuk mengurangi gejala dan efek samping menopause dini,” jelas Katy. Saat ini, proyek Menopause Research Unit di Guy’s Hospital, London, tengah melakukan studi dan berharap dapat membuat hal-hal yang lebih baik dan bermanfaat bagi perempuan seperti Katy. “Sangat sedikit yang kami ketahui tentang kondisi yang dialami Katy dan kami belum tahu pengobatan apakah yang terbaik untuknya,” jelas Dr Beth Cartwright dari Menopause Research Unit. Menurutnya, dalam kondisi kegagalan ovarium prematur tingkat hormon estrogen wanita sangat rendah. Untuk itu, penggantian hormon melalui HRT atau pil kontrasepsi dianjurkan untuk mengurangi gejala menopause dan melindungi terhadap pengeroson tulang dan penyakit jantung. “Kami belum tahu pengobatan terbaik, tapi penggantian hormon masih bisa membantu,” ujar Dr Cartwright. Dia berharap penelitian ini akan membantu untuk menemukan penyebab dan cara pengobatan terbaik untuk Katy dan wanita-wanita lain yang mengalami kondisi serupa dengannya. [dth/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahmadinejad Desak Pemuda Cepat Nikah
Tulisan selanjutnya FPI dan FUI Demo Kedubes Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Permendag no 20
Berita

KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Berita
2 November 2026 14:59
Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?