Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

IPNU Kembali ke Basis Pelajar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juni 2003 16:24 4:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juni 2003 16:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kongres Ikatan Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-14 dan Kongres Ikatan Putri Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke XIII di gelar di asrama haji Sukolilo, Surabaya, Kamis, (19/6), hari ini. Kongres yang menurut rencana berlangsung hingga 22 Juni ini bakal mengubah nama Putra dan putri pada singkatannya menjadi pelajar. Selain itu, kongres juga akan menampilkan dialog bersama dengan lima kandidat presiden RI mendatang. Salah satu agenda kongres terpenting di asrama Haji Sukolilo Surabaya adalah adanya usulan perubahan kepanjangan nama organisasi. Selama ini ada usulan kuat untuk mengganti singkatan putra dan putri untuk kembali ke kata pelajar. Menurut Azwar Anas, Ketua Pimpinan Pusat non aktif (IPNU), pengembalian kata pelajar pada singkatan Putra dan putri sudah menjadi kewajaran. “Pengembalian kata pelajar ini adalah sebuah momentum, “katanya pada Hidayatullah.com. Menurutnya, penerapan kata putra dan putri kala itu karena terkooptasinya IPNU dan IPPNU atas Orde Baru yang harus menerapkan UU Keormasan No 5 Tahun 1985; yang ketika itu harus mengubah nama dan azas ormas menjadi Pancasila. Meski begitu, tidak semua peserta menerima gagasan ini. Utusan Jawa Timur misalnya sejak awal pembukaan telah menolaknya. Menurut Wakil Ketua PW IPNU Jatim Nur Hidayat, saat ini bukan saat yang tepat untuk mengganti nama pada singkatan IPNU maupun IPPNU. “Apalagi kecenderungan selama ini program IPNU sekadar sebagai penyangga eksistensi struktural daripada pemenuhan kebutuhan kader,” tambahnya. Terjadi politisasi Agenda penting lain selain mengubah nama pada singkatan di IPNU maupun IPPNU adalah adanya dialog dengan lima calon presiden. Mereka adalah KH Masyim Muzadi, Yusuf Kalla, Bambang Susilo Yudhoyono, Agum Gumelar, dan KH Abdurrahman Wahid. Menurut Azwar Anas, Ketua IPNU non aktif yang juga Wakil Sekjen DPP PKB dialog ini dilakukan agar terjadi pencerahan politik di kalangan anak muda. Pendidikan politik harus disosialisasikan agar tidak terjadi politisiasi politik di kalangan pemuda dan pelajar. Tetapi menurut Nur Hidayat, wakil ketua PW IPNU Jatim, kongres kali ini sesungguhnya telah terjadi politisasi dikalangan peserta kongres. Peserta selain disajikan agenda perubahan nama yang merupakan produk politik juga adanya agenda dialog dengan capres. Semestinya wilayah politik praktis tidak boleh dijadikan agenda terpenting di kongres kali ini, tambahnya. (amz)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Akan Diserang 12 Bulan Lagi
Tulisan selanjutnya Pejabat Jerman Minta Jilbab Diperbolehkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

KUII VIII Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah dan Penguatan Peran Umat Islam

Berita
25 Juli 2026 10:26
AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?
‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR

Terbaru

  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
  • MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
  • Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045
  • KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR
  • Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa
  • Tak Cukup Bermodal Cinta, Keluarga Harus Dibangun di Atas Maqasid Syariah
  • Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?