Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Akan Diserang 12 Bulan Lagi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juni 2003 10:51 10:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juni 2003 10:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasukan khusus, yang terdiri dari intelijen Inggris dan AS dikabarkan telah bersiap sedia melakukan serangan baru ke negara Iran dalam waktu 12 bulan mendatang.

Rencana serangan ke Iran itu menyusul atas tududan dua negara ini yang menyebut Iran telah mengembangkan senjata nuklir.

“CIA sudah berada di Iran guna menentukan sejauh mana kemajuan program senjata nuklir Iran,” tulis sebuah tabloid Inggris, The Evening Standard (TES) tanpa menyebut sumbernya.

Menurut TES, aktivitas penyelidikan senjata nuklir di Iran teleh berlangsung dan dijalankan sekurang-kurangnya 16 titik lokasi. Termasuk di Universiti Teheran, tempat para mahasiswa Iran melakukan demonstrasi sejak delapan hari lalu.

“Iran baru-baru ini menghasilkan beberapa peluru kendali jarak sederhana terbaru yang bisa sampai ke Israel, Cyprus,” tuduh tabloid itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang pegawai intelijen Inggris mengatakan, semua kampanye atas Iran tidak akan dilancarkan seperti halnya taktik serangan darat seperti di Iraq.

“Amerika akan menggunakan taktik lain,” kata seumber tersebut.

Menurut laporan Agen Tenaga Atom Internasional(IAEA), ada kelemahan dalam laporan resmi Iran mengenai kemudahan nuklirnya.

Ketua pemeriksa IAEA, Mohammed El Baradei mengatakan, “Teheran gagal melaporkan bahan nuklir dan aktivitas tertentunya.”

EU minggu ini juga mendukung tuntutan AS dan Inggris supaya membenarkan pemeriksa IAEA bebas masuk memeriksa nuklirnya di Iran.

Rusia yang selama ini dianggap berpihak Iran juga mendukung supaya pemeriksa dibenarkan meneliti kemudahan nuklir Teheran.

Pemerintah resmi Iran, bagaimanapun, menolaknya dan menuduh Washington telah melakukan campur tangan dalam banyak hal atas Iran.

Meski tidak pernah terbukti, untuk menaklukkan sebuah bangsa yang demokratis, AS dan sekutunya selalu menuduh menyimpan terorisme, mengembangan teknologi nuklir atau senjata pemusnah massal.

Tahun 1986, koran Sunday Times pernah memuat pengakuan Mordechai Vanunu, seorang pria yang mengungkap program nuklir Israel di sebuah tempat di Dimona.

Akibat pengakuannya dan penunjukkan beberapa gambar kilang nuklir itu, Vanunu harus dipenjarakan selama tidak kurang 17 tahun.

Meski begitu, AS selalu menutup mata beberapa kali fakta kegiatan nuklir Israel yang selama ini terus dikembangkannya.(afp/bh/bbc/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan AS Tembak Mati Pengunjukrasa di Baghdad
Tulisan selanjutnya IPNU Kembali ke Basis Pelajar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina

Berita
22 Juli 2026 10:39
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

Terbaru

  • Sheikh Hasina Akan Kembali, Sekutunya Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
  • Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi
  • Gelombang Serangan ‘Israel’ Paksa Warga Gaza Mengungsi di Tengah Kegelapan Malam
  • Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 Digelar Serentak di Enam Pulau Besar dalam Peringatan Hari Anak Nasional
  • Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan
  • Kelompok Militan dan Ekstremis Malaysia Manfaatkan Roblox untuk Rekrutmen
  • Lindungi Konsumen, Pemerintah Musnahkan Ratusan Ton Bahan Pakan Ternak Terkontaminasi Porcine
  • Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban
  • Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai
  • MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?