Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cover Story

Usaha Mengkaji Ulang “Paradigma Baru” LDII

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Juli 2013 12:37 12:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Juli 2013 12:37
Bagikan
Jajarang pengurus MUI Pusat
Bagikan

Hidayatullah.com–Didin Hafidhuddin, ulama Bogor yang juga Direktur Pascasarjana Univesitas Ibnu Khaldun Bogor meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkaji serius akar masalah serangan massa LDII terhadap kajian mahasiswa di masjid UIKA Bogor pada (15/06/2013) lalu.

“Harus dicari akar masalahnya agar tidak terjadi konflik horisontal,” kata Didin pada pertemuan ulama dan masyarakat Bogor dengan pengurus MUI Pusat di kantor MUI Jakarta, Senin, (25/06/2013).

Kata Didin, usai serangan LDII merusak sebagian fasilitas masjid UIKA itu, umat Islam setempat sudah meminta izin kepadanya untuk menyerang balik kompleks LDII yang letaknya kurang dari satu kilometer dari kampus UIKA itu.

Didin menambahkan, ini kali kedua LDII menyerang kajian ilmiah mahasiswa di Bogor. Katanya, yang pertama tahun 2002 di Masjid al-Hurriyah Institut Pertanian Bogor.

“Yang tahun 2002 yang mengupas LDII peneliti dari luar LDII. Yang di UIKA pembicaranya mantan LDII (Adam Amrullah, mantan ketua pemuda LDII),” kata Didin.

Baca Juga

Pakar Filsafat Islam UNIDA Ungkap Penyebab Generasi Muda Terpapar Ateisme di Media Sosial
(Video) Tante Dolly Telah Pergi
(Video) Menguji Toleransi di Bali
Dr. Ending: Penyerangan Satu Bukti Kesesatan Akidah LDII
Kenapa Mereka Marah?

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menegaskan, pihaknya belum mengakui secara menyeluruh paradigma baru Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Ketua MUI, Ma’ruf Amin bahkan mengatakan, pengakuan terhadap “paradigma baru” LDII baru dilakukan oleh sekitar 20 kepengurusan MUI tingkat provinsi.

“Jangan keliru. Kita masih belum buat kesimpulan,” kata Ma’ruf dalam pertemuan antara Pengurus MUI Pusat dengan tokoh-tokoh Islam Bogor di kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (25/06/2013).

Karena itu, rombongan ulama dan tokoh Islam Bogor yang diketuai Prof. KH. Didin Hafidhuddin ini meminta MUI menarik kembali Surat Keputusan Komisi Fatwa No. 03/Kep/KF-MUI/XI/2006 tentang paradigma baru LDII yang dijadikan tameng LDII untuk menutupi ajaran mereka yang masih eksklusif dan menganggap kafir umat Islam di luar jamaahnya.

Ma’ruf Amin mengaku akan segera memanggil pihak pengurus pusat LDII atas laporan tokoh-tokoh Bogor ini.

Sementara Adam Amrullah, mantan pemuda LDII yang menjadi pembicara pada kajian mahasiswa UIKA yang diserang massa LDII mengatakan, sudah terlalu banyak bukti bahwa LDII memang penerus aliran Islam Jamaah yang sudah dilaran oleh Kejaksaan Agung RI pada 1971 ini.

Adam yang bersama para mantan LDII telah mendirikan Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) ini telah melakukan audiensi ke MUI Pusat tapi tidak ditanggapi.

“Kami punya bukti-bukti otentik, tapi kami tidak pernah diundang,” kata Adam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LDIIMUIParadigma baruUIKA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr. Ending: Penyerangan Satu Bukti Kesesatan Akidah LDII
Tulisan selanjutnya Berat tapi Menyenangkan, Puasa Pertama Kardi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Suka Duka Perjuangan Da’I di Daerah Pelosok Kupang NTT

24 Mei 2013 09:38

Bertahan di Tengah Kesunyian demi Dakwah

21 Mei 2013 17:15

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (2)

16 Mei 2013 10:55

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (1)

13 Mei 2013 12:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?