Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cover Story

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Mei 2013 10:55
Bagikan
Bagikan

DIJAUHKAN dari sanak keluarga tak membuat iman Nur Chandra Yosefina luntur dan hilang.Sebaliknya bahkan semakin bertambah. Ia yakin bahwa setiap apa yang ditetapkan Allah Subhanahu Wata’ala itu baik untuknya. Semua Ia terima dengan lapang dada. [baca: Penjaga Akidah Muslimah dari Larantuka (bag 1)]

Tak berapa lama di Pulau Cendrawasih, ia pun dipersunting seorang pria kelahiran Padang.
Kisah pernikahan merekapun unik, dengan membawa pakaian ala kadarnya, seperangkat alat shalat dan sebuah mushaf al-Qur’an mereka menuju Kantor Urusan Agama(KUA) setempat untuk melangsungkan pernikahan.

Setelah menikah merekapun memutuskan untuk berangkat meninggalkan kota Cendrawasih menuju Pelabuhan Kota Kupang NTT. Walaupun dekat dengan kampung orangtua tapi tidak membuat Chandra merasa kwatir dan bimbang. Justru bertambah kuat dan tegar untuk mempertahankan keimanannya.

Saat keluarganya mengetahui ia berada di Kota Kupang merekapun sempat mengancamnya lewat keluarga yang ada di Kupang.

“Kalau saja kamu kembali ke Larantuka akan dibunuh oleh keluargamu, “ ujarnya menirukan salah seorang keluarganya kala itu.

Baca Juga

(Video) Tante Dolly Telah Pergi
(Video) Menguji Toleransi di Bali
Usaha Mengkaji Ulang “Paradigma Baru” LDII
Dr. Ending: Penyerangan Satu Bukti Kesesatan Akidah LDII
Kenapa Mereka Marah?

Mendapat ancaman, tak membuatnya bergeser sedikitpun dari keyakinannya. Lama kelamaan keluarganyapun membiarkan saja karena mungkin itu sudah jalan hidup yang dianut sehingga tidak ada lagi paksaan baginya untuk masuk ke ajaran sebelumnya.

Hanya untuk Islam

Beberapa tahun di Kota Karang merekapun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman tepatnya di Larantuka Kabupaten Flores Timur. Di kota ini ia terpanggil untuk mengurus dakwah, sebagai seorang Muslimah.

“Dan hati sanubari ini berkata bahwa hidup ini untuk Islam maka seluruh sisa hidupnya hanya untuk dakwah Islam.”

Tak lama setelah itu ia membentuk sebuah majelis taklim yang diberi nama Badan Kontak Majlis Taklim Kab. Flotim (BKMT).Tujuan dibentuk BKMT ini adalah menghidupkan suasana pengajian, taklim dan tilawah al Qur’an dari rumah ke rumah dan dari masjid ke masjid yang ada di Larantuka, khusunya masjid dan tempat yang tidak pernah tersentuh oleh nilai-nilai dakwah.

Selanjutnya ia menghimpun ibu rumah tangga yang muallaf untuk dibina rutin setiap pekan.
Kini jumlah jama’ah BKMT mencapai 72 majelis taklim yang tersebar di pelosok Kabupaten Flores Timur.

Meski sudah tak ada halangan keluarga, menjalankan misi dakwah tidak semulus yang dibayangkan orang. Halangan dan rintangan selalu didapatnya.

Suatu hari, kiprahnya didengar seorang aktifis gereja. “Hai! Ibu Chandra, tidak usahlah engkau memakai jilbab toh juga semua orang tau kalau kamu itu orang Islam dan dunia juga tau kalau kamu itu muslimah yang baik.” Dengan nada yang sopan Chandra menimpalinya, “Kalau ibu melarang saya pakai jilbab, berarti Itu sama saja, saya juga boleh dong melarang ibu tidak boleh ke gereja, apa ibu mau tidak ke gereja?”

Dengan rasa malu akhirnya aktifis tersebut pergi meninggalkannya. Ada pula hujatan dan cacian. Bahkan untuk yang ini  tidak hanya datang dari kalangan non Muslim, cobaan juga datang sendiri dari orang Islam.

“Wah, apa yang Anda cari sampai harus mati-matian untuk berdakwah kan kami sudah Islam jadi tidak usah lagi diajak-ajak untuk ikut majlis taklim,” ujarnya mengutip komentar orang yang mencemooh.

Menurutnya, semua cemohan ia terima dengan sabar,tabah dan tegar. Baginya, yang dilakukan saat ini masih jauh dari apa yang pernah dialami oleh Nabi dan Rasul. Baginya itu semua adalah nyanyian hidup yang harus ia terima.

Pernah ia diundang menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh ibu-ibu pengajian Pulau Solor tepatnya di Kampung Lamakera. Kala aktu itu hujan angin dan arus gelombang yang begitu kencang tetap mereka lului demi mengajarkan satu bab ilmu dan ayat al Qur’an.

Pernah juga suatu ketika mereka menaiki truk muatan pasir untuk berdakwah dipelosok Kecamatan Wulan Gitan Kabupaten Flores Timur. Saat  turun dari mobil tumpangan, semua wajah ibu-ibu majelis taklim berubah memakai “bedak” asli berupa debu pasir dari muatan truk.

Satu hal yang diinginkannya saat ini adalah mendirikan  perpustkaan Islam di Kabupaten Flores Timur. Kenapa harus mendirikan perpustakaan?

“Karena minat baca orang Nagi (sebutan Kota Larantuka, red) terhadap buku masih rendah, jangankan baca buku pegang buku saja tidak pernah, bagaimana mau maju,” ujarnya kepada hidayatullah.com.

Selain itu, ia juga ingin mendirikan sebuah pondok pesantren. Karena  dari tempat itu akan lahir para mujahid dan mujahidah dakwah.
 
Fatimah, seorang ibu rumah tangga yang aktif mengikuti pengajian yang selalu digelar oleh BKMT menuturkan, adanya Ibu Chandra, para ibu-ibu rumah tangga di Kabupaten Flores Timur merasa terbantu dalam mengenal ajaran Islam.Walupun ilmunya pas-pasan, paling tidak sedikit banyaknya ada yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh BKMT.

“Alhamdulillah kami bisa mengikuti pengajian ini, jika tidak maka kami bisa-bisa kembali kepada ajaran sebelumnya,” ujar Fatimah.

Sebelum memeluk ajaran Islam Fatimah menganut Katolik. Fatimah kini mengaku bahagia dan salut kepada Chandra.

“Karena dengan kehadirannya para muallaf dibina dengan baik dan rutin sehingga keislamannya tetap terjaga,” tutup wanita kelahiran Pulau Adonara Tengah itu.*/Usman Aidil Wandan, dari Larantuka Flores Timur NTT

Untuk dukung dakwah para dai nusantara bisa melalui rekening donasi Bank BSM: 733-30-3330-7 atau BNI 0254-5369-72 atau Bank Muamalat Indonesia 0002-5176-07 a/n Pos Dai atau Yayasan Dakwah Hidayatullah Pusat Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beijing Yang Mengambil Tempe Dari Piring Kita
Tulisan selanjutnya Internet dan Telekomunikasi Putus di Seluruh Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Suka Duka Perjuangan Da’I di Daerah Pelosok Kupang NTT

24 Mei 2013 09:38

Bertahan di Tengah Kesunyian demi Dakwah

21 Mei 2013 17:15

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (1)

13 Mei 2013 12:32

Dauroh Muallim Dai se-Nusantara

2 Mei 2013 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?