Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Pertarungan Sekularisme dan Iman

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 16 April 2012 05:11
Bagikan
Bagikan

Judul Buku : The Brain Charger

Penulis : M. Pizaro Novelan Tauhidi

Penerbit : Salbila, Jakarta

Cetakan : Pertama, Februari 2012

Tebal : 300 halaman

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Pertarungan antara iman dan kekufuran memang tak akan pernah terhenti hingga hari akhir. Salah satunya adalah perang ideologi untuk menjauhkan kaum Muslimin dari ajaran Islam dan merasa rendah diri hidup dengan tuntunan Ilaahi.

Diwakili oleh tokoh Annisatu Lexa Meteorika, novel ini menceritakan sepak terjang seorang Muslimah berpikiran sekuler yang menjadi seorang asisten dosen di salah satu universitas Islam Indonesia. Ia mengajar disalah satu mata kuliah wajib yang harus dipelajari oleh seluruh mahasiswa fakultas dakwah universitas tersebut yaitu psikologi. Annisatu yang lebih akrab dipanggil Ana merupakan mahasiswa semester tujuh yang sarat prestasi sehingga dua tahun berturut-turut dinobatkan menjadi mahasiswa terbaik.

Ana sebenarnya sudah menyelesaikan kuliahnya di jurusan dijurusan Psikilogi sebuah universitas ternama di Amerika. Hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun, berkat kecerdasan luar biasa yang dimilikinya, Ana berhasil menyabet gelar cum laude. Tak hanya itu, diusianya yang ke-15, Ana sudah berhasil menggondol gelar juara Olimpiade Internasional Kimia, Instrumen Matematika dari Munchen University dan menjadi peneliti muda terbaik se-Asia. Namun, sebuah sebab, membuatnya gagal diterima oleh Harvard University.

Kepulangannya ke Indonesia dan berkuiah di universitas Islam ternama Indonesia tersebut tak lain adalah sebuah alasan untuk memenuhi permintaan ayahnya untuk kembali pada agamanya. Namun, Ana memang sudah melebihi kapasitasnya sebagai seorang mahasiswa. Dengan perpustakaan pribadi berisi ribuan buku pegangan mata kuliahnya plus buku-buku umum, isi otak Ana bahkan melebihi jangkauan pikir seorang dosen. Ana memang mewarisi kekayaan ayahnya yang bekerja sebagai seorang diplomat, sehingga kecerdasannya ditunjang dengan fasilitas yang boleh dikatakan berlebihan.

Penjelajahan akademisnya di universitas Islam kenamaan Indonesia ini, sayangnya, tak membuatnya kembali ke jalan Ilaahi. Dogma-dogma sekularisme telah lebih dahulu menghujam dalam benaknya dan membuatnya menafikkan Tuhan. Bahkan, ia telah merayakan kematian Tuhan di dalam pikirannya dan menguburkannya dalam-dalam. Sebagaimana Sigmun Freud, tokoh idolanya, selalu mengatakan demikian.

Dogma yang selalu ditularkan dan diperjuangkannya di universitas Islam yang juga mulai terjangkiti sekularisme ini kemudian berhadapan dengan seorang pemuda Muslim, yang merupakan salah satu peserta mata kuliahnya. Rizki, begitu nama pemuda tersebut, merasa tersengat dan terbakar semangatnya untuk menyelamatkan kemuliaan Islam yang dengan sengaja diinjak-injak Ana dengan doktrin-doktrin sekulernya.

Usaha menyelamatkan dan mengembalikan kemuliaan Islam ini tidaklah mudah. Mengingat kampus tempatnya belajar pun sudah terjangkiti penyakit sekularisme yang parah. Islam di kampusnya tak lebih sekadar sebuah nama besar yang mempertahankan eksistensi kampus tersebut. Namun, semangatnya telah terbakar oleh kata-kata Ana yang merendahkan Allah SWT dan ajaran Islam dengan semena-mena. Ia merasa perlu membangkitkan kemuliaan Islam dengan bukti dan rasionalisme nyata, bukan hanya sekadar nostalgia akan kemuliaan Islam dimasa lalu.

Usaha keras Rizki bersama teman-temannya tersebut diwarnai dengan ketegangan akibat pembunuhan-pembunuhan sadis yang terjadi di kampusnya. Tak taggung-tanggung, korban pembunuhan tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik di kampus tersebut. Mereka dibunuh dengan cara dimutilasi dan bagian-bagian tubuhnya diletakkan ditempat terpisah.

Rizki dan teman-temannya terus bersicepat dengan waktu. Korban terus berjatuhan sementara proyek kebangkitan peradaban Islam yang mereka perjuangkan terus bergulat dengan berbagai tantangan. Sementara Ana pun bergulat dengan pertarungandalam dirinya sendiri. Kekukuhan dogma anti Tuhannya mulai tergoyah dengan gaung kebenaran islam yang diserukan oleh Rizki dan kawan-kawannya. Ia mulai mempertanyakan pendiriannya dan bergulat dengan penyakit yang selama ini disembunyikannya dari orang lain.

Waktu terus bergulir, korban semakin banyak berjatuhan. Titik terang mulai terungkap. Rizki dan kawan-kawannya semakin bersemangat mengungkap fakta-fakta yang semakin terang terkuak. Namun, pencarian mereka dikaburkan oleh banyaknya tokoh-tokoh yag bermunculan. Lengkap dengan alibi masing-masing. Siapakah sebenarnya dalang di balik pembunuhan sadis berantai ini? Berhasilkah Rizki dan kawan-kawan menguak tabir misteri pembunuhan, sekaligus membangkitkan kemuliaan peradaban Islam yang mereka impi-impikan selama ini? Lalu bagimana akhir pergulatan Ana dengan batinnya yang mulai meraba keberadaan dan kebutuhannya terhadap Tuhan? Bagaimana pula dengan penyakit yang dideritaya, apakah ini merupakan penyebab berlarinya Ana dari Tuhannya?

Novel ini akan membawa kita pada sebuah tanda tanya misteri besar yang tak habis hingga halaman terakhir. Novel yang terkemas apik dan kreatif ini sangat menegangkan dan sarat pengetahuan. Memacu adrenalin pembaca sekaligus memperkaya pengetahuan pembaca dan membakar semangat setiap kaum Muslimin yang membacanya untuk kembali membangkitkan kejayaan Islam lewat semangat pengetahuan dan kerja nyata. Dari dunia nyata yang penuh intrik dan cinta, sains, psikologi, numerology, hingga kehausan setiap hamba akan perlindungan dan kasih sayang Tuhannya. Selamat membaca!* 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Internet Dinilai Sebab Utama Meningkatnya Al-Qaidah di Eropa
Tulisan selanjutnya Saudi Larang Tomboy dan Tampilan “Emo” di Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?