Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Langsung dari Gaza

Dollar atau Shekel, Innaa lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raji’uun…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 April 2012 14:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah ironi yang selalu menimbulkan tanda tanya sejak Tim Sahabat Al-Aqsha (SA2Gaza) tiba di Ibukota Perjuangan Palestina ini ialah mata uang Israel yang menguasai seluruh transaksi ekonomi di Jalur Gaza. Kegagahan Hamas dan Brigade Al-Qassam di medang perang dan diplomasi, belum mampu diwujudkan dalam kegagahannya di bidang moneter.

Mata uang shekel merupakan mata uang utama yang berlaku di Jalur Gaza. Satu shekel sama dengan 2500 rupiah Indonesia. Mata uang Israel itu bisa didapat saat mengambil uang di ATM Bank of Palestine. Pilihannya: dollar Amerika, atau shekel Israel. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun…

“Ya, memang kami akui, kami masih dijajah dengan uang shekel ini,” kata Ya’qub Sulaiman, Ketua Yayasan Salam, sebuah lembaga kemanusiaan yang cukup disegani di Jabaliya, Gaza Utara.

Masih digunakannya shekel sebagai mata uang di Gaza ini menunjukkan, bahwa bagian-bagian lain dari kekuatan ekomi Gaza pun masih dicengkeram oleh penjajah. Misalnya bahan bakar, kebutuhan pokok, bahan bangunan, dan lain-lain.

Dari hasil pegamatan di pasar pusat kota Gaza, barang-barang kebutuhan hidup warga Gaza yang berjumlah 1,7 juta jiwa dipenuhi lewat empat jalur perdagangan. Dari hasil produksi rakyat Gaza sendiri, dari produksi rakyat Palestina di Tepi Barat masuk lewat perbatasan yang dikuasai Israel, dari produksi rakyat dan pemerintah Israel masuk lewat perbatasan-perbatasan dengan kawasan Palestina yang dikuasai Israel, dan yang terakhir dari produksi negara-negara lain terutama Mesir yang masuk baik lewat jalur resmi di pintu perbatasan Rafah, maupun lewat ratusan terowongan rahasia yang tersambung dari rumah-rumah warga Mesir ke rumah-rumah warga Gaza.

Baca Juga

MUI Apresiasi Pertemuan OKI Bahas Masjid Al-Aqsha yang Dinodai ‘‘Israel’’
Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini
Gaza Memulai Upaya Inokulasi di Tengah Kekurangan Vaksin Covid-19
Indonesia Bisa Terima Miliaran Dollar Dari Amerika jika Normalisasi dengan ‘‘Israel’’
Gaza Cabut Pembatasan Covid-19, Masjid hingga Pasar Dibuka Kembali

Saat Tim SA2Gaza hendak berkunjung ke TK Bintang Al-Quran, sehari sebelumnya, kami berbelanja makanan kecil untuk anak-anak kita itu. Batangan cokelat, biskuit, tongkat keju, permen, noughut, terpajang cantik di toko-toko grosir di pasar pusat kota Gaza.

Abu Mahmud, pedagang yang kami datangi menjelaskan mana barang yang diproduksi warga Gaza, mana yang datang dari Tepi Barat, mana yang bikinan Israel, Turki, Mesir dan lain sebagainya. Tentu saja sebisa mungkin kami memilih makanan bikinan Gaza dan Tepi Barat, paling banter Turki. Israel, no way!

Tapi di toko lain, saat mencari susu kotak, kami dibuat terbelalak saat melihat makanan dan minuman hasil olahan susu (dairy products) seperti susu kotak atau botol, keju, yoghurt, dan lain-lain, sebagian besar merupakan produksi Israel.

Padahal Haji Syu’aib, sebut saja namanya begitu, pemilik toko itu, seorang pendukung Hamas tulen. Kenapa beli produk-produk Israel?

Awalnya Haji Syu’aib tak faham, bahwa pertanyaan yang datangnya dari orang Indonesia itu adalah pertanyaan yang sangat kritis.

“Laaaaah, kita di Indonesia kampanye boikot produk Israel dan Amerika yang mendukung Israel, eeeeeh…. mereka di sini malah berjualan barang Israel…” kata Amirrul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al-Aqsha.

Lama-lama Haji Syu’aib memahami, dirinya sedang dikritisi. Lalu buru-buru menjelaskan bahwa tidak semua barang di kedua tokonya yang tempat berdekatan itu berasal dari Israel.

“Ini nih yang ini bikinan Mesir, yang ini bikinan Ramallah, yang ini dari Turki masuk lewat terowongan.. ini juga lewat terowongan… Pemerintah Gaza (Hamas) nggak melarang kami beli barang-barang Israel kok….” katanya memelas.

Setelah diberi penjelasan lebih banyak, barulah kami faham, bahwa memang masih banyak keperluan dasar sehari-hari yang dibanjiri barang bikinan Israel.

Dari manapun asal barangnya, warga Gaza masih dipaksa melakukan transaksi dengan uang shekel.

“Ini seperti seorang suami sadis, yang memukuli habis-habisan istrinya di siang hari sampai babak belur, dan lalu memaksa istrinya melayani nafsu seksnya di malam hari,” kata Amirrul.

Israel tak henti-hentinya menggempur Gaza secara militer, tapi pada saat yang sama memerlukan Gaza dengan pasar 1,7 juta jiwa untuk membeli barang-barang hasil produksinya.

“Mestinya Gaza bisa membalas mengembargo barang-barang Israel ya? Kenapa itu nggak mereka lakukan ya?” tanya Amirrul.*

Jadi, penguasaan ekonomi Gaza sebagian besar masih di tangan Israel. Sampai kapan?

Pertama, sampai pemerintah Hamas mampu mengambil langkah ekonomi yang radikal. Kedua, sampai warga Muslim dunia tidak hanya memberikan bantuan kemanusiaan, tapi juga menerobos kepungan Israel dengan melakukan perdagangan.

Ayo kita lihat, produk apa dari Gaza yang bisa diekspor ke Indonesia? Mahal-mahal sedikit nggak apa-apalah. Sebaliknya, produk apa dari Indonesia yang bisa diekspor ke Gaza dengan harga murah? Kita sekarang bukan cuma perlu Jihad Ekonomi, tapi juga perlu Ekonomi Jihad! Bismillaahi Allahu Akbar!!./Sahabat AL-Aqsha

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaisraelMedia Islamold migrateZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wahai Muslimah, Jadilah Pendukung Dakwah yang Gagah
Tulisan selanjutnya Raudhatul Jannah, Masjid Sumbangan Seorang Warga Indonesia di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump

Berita
8 Juli 2026 05:00
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati
Ledakan di Damaskus Dekat Hotel Presiden Prancis Menginap,18 Orang Terluka
Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan

Terbaru

  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan

Mungkin Anda Juga Suka

Langsung dari Gaza

2 Nelayan Gaza Tewas Ditembak Tentara Mesir Saat Melaut

28 September 2020 09:33
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Hamas Umumkan Kesepakatan Akhiri Agresi ‘Israel’ di Gaza

1 September 2020 08:59
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Israel Kembali Gempur Gaza dengan Serangan Drone dan Pesawat Tempur

28 Agustus 2020 20:57
Langsung dari Gaza

Empat Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan ‘Israel’ di Gaza

26 Agustus 2020 12:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?