Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Langsung dari Gaza

2 Nelayan Gaza Tewas Ditembak Tentara Mesir Saat Melaut

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 28 September 2020 09:33 9:33 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 28 September 2020 09:33
Bagikan
Kesedihan yang sangat mendalam, saat pemakaman jenazah syahid ke dua nelayan Hasan dan Mahmoud Al Zaazou
Bagikan

Hidayatullah.com—Jalan-jalan kecil kamp pengungsi di kota Deir al-Balah di Gaza dirundung duka pada hari Ahad (27/09/2020). Keluarga dan tetangga menghadiri pemakaman dua nelayan yang dibunuh oleh angkatan laut Mesir karena diduga melintasi perairan teritorial dan tidak mengindahkan seruan peringatannya.

Meskipun kebijakan Covid-19 diberlakukan di Jalur Gaza, sekelompok besar orang datang untuk memberi penghormatan kepada dua bersaudara, Mahmoud dan Hassan al-Zaazou. Mereka bersama saudara mereka Yasser, membawa kapal baru mereka pada fajar hari Jum’at (25/09/2020) melaut mencari nafkah bagi diri mereka sendiri dan orang tua mereka.

Angkatan Laut Mesir mengklaim pihaknya melepaskan tembakan ke kapal setelah nelayan tidak menanggapi peringatan. Mahmoud dan Hassan terbunuh sementara Yasser yang terluka ditahan dan belum dikembalikan ke keluarganya.

Di kamp pengungsi di sebelah barat Deir al-Balah, tempat ketiga bersaudara itu tinggal, semua jalan kecil dan rumah tetangga yang berdekatan dipenuhi air mata dan kesedihan, dan tangisan memenuhi rumah mereka tempat para pelayat berkumpul.

Kembali ke rumah di Deir al-Balah, tempat tinggal ketiga bersaudara itu, jalanan dan bahkan rumah tetangga dipenuhi dengan pelayat, sementara seorang ibu yang berduka diliputi keterkejutan dan kekhawatiran akan nasib Yasser.

Baca Juga

MUI Apresiasi Pertemuan OKI Bahas Masjid Al-Aqsha yang Dinodai ‘‘Israel’’
Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini
Gaza Memulai Upaya Inokulasi di Tengah Kekurangan Vaksin Covid-19
Indonesia Bisa Terima Miliaran Dollar Dari Amerika jika Normalisasi dengan ‘‘Israel’’
Gaza Cabut Pembatasan Covid-19, Masjid hingga Pasar Dibuka Kembali

“Apa yang dilakukan anak-anak saya hingga terbunuh? Anak-anak saya telah menjadi nelayan sejak lama … dan hari ini, dalam perjalanan pertama mereka di atas kapal ini, tentara Mesir membunuh mereka dan ini impian mereka”, Ummu Nidal, ibu tiga nelayan tersebut mengatakan, dikutip oleh Middle East Eye.

“Mereka tidak hanya membunuh anak-anak saya, mereka membunuh kami semua sebagai satu keluarga, mereka membunuh kamp dan membunuh semua nelayan,” katanya kepada MEE.

Umm Nidal mendesak pihak berwenang untuk membawa kembali putranya Yasser, yang masih ditahan di Mesir.

Ahmed Baraka, seorang nelayan dan seorang teman dari tiga nelayan, mengatakan bahwa tahun lalu saudara-saudara tersebut mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan enam nelayan Mesir yang terlempar oleh cuaca buruk menuju pantai Deir al-Balah.

“Apakah ini hadiah atas apa yang telah dilakukan Hassan untuk menyelamatkan nyawa para nelayan Mesir, dibunuh dengan darah dingin?” Barak berseru pada MEE.

Di sekitar kamp, teman dan anggota keluarga lainnya mengungkapkan kemarahan dan ketidakpercayaan pada apa yang mereka katakan sebagai serangan tanpa alasan dari negara yang seharusnya menjadi sekutu bagi warga Palestina.

“Pemerintah Mesir harus menawarkan permintaan maaf dan kompensasi kepada keluarga kami, membuka penyelidikan cepat … dan memastikan bahwa Yasser kembali kepada kami dalam keadaan sehat,” kata Abdullah al-Ustaz, seorang kerabat.

Ini bukan pertama kalinya pasukan Mesir menargetkan nelayan Gaza. Sejak 2015, setidaknya empat warga Palestina lainnya telah terbunuh karena dianggap melanggar perairan teritorial.

Sindikat Nelayan Palestina mengumumkan penutupan laut Gaza hampir sepanjang hari Ahad (27/09/2020) sebagai protes terhadap serangan itu dan mengutuk pembunuhan berulang-ulang terhadap nelayan tanpa sebab.

Faksi Palestina menyampaikan belasungkawa mereka kepada keluarga Zaazou dan mengecam pembunuhan yang disengaja terhadap nelayan Palestina yang sudah menderita di bawah pengepungan ‘Israel’ selama 13 tahun di jalur tersebut. Pemerintah Zionis telah membatasi zona penangkapan ikan di Gaza antara tiga hingga sembilan mil laut di lepas pantai.

“Ini adalah hari yang menyedihkan bagi rakyat kami. Dengan sangat menyakitkan kami berduka atas dua nelayan muda Mahmoud dan Hassan al-Zaazou, para martir pencari nafkah,” kata Perdana Menteri Otoritas Palestina (PA) Mohamed Shtayyeh dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (26/09/2020).

Kairo belum mengeluarkan komentar apapun atas insiden tersebut.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazanelayan gazapalestinatentara mesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Ciptaker, HNW Bersyukur: Pesantren Aman dari Ancaman Sanksi
Tulisan selanjutnya Presiden Mesir As-Sisi Peringatkan Ancaman Ketidakstabilan Setelah Bergolaknya Seruan Protes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Hamas Umumkan Kesepakatan Akhiri Agresi ‘Israel’ di Gaza

1 September 2020 08:59
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Israel Kembali Gempur Gaza dengan Serangan Drone dan Pesawat Tempur

28 Agustus 2020 20:57
Langsung dari Gaza

Empat Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan ‘Israel’ di Gaza

26 Agustus 2020 12:49
Langsung dari Gaza

Hamas Mendesak Para Pemimpin Dunia untuk Menekan ‘Israel’ atas Blokade & Serangan ke Gaza

25 Agustus 2020 19:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?