Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Novri: Doktrin Umat Yang Bermasalah adalah Nahi Munkar!

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 7 Mei 2012 11:33
Bagikan
Novriantoni saat mendampiki Irshad Manji/Thufail
Bagikan

Hidayatullah.com– Dosen Universitas Paramadhina yang juga aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Novriantoni Kahar mengatakan,  tantangan terbesar di Indonesia dan umumnya di dunia Islam saat bukanlah menunjukkan keserasian Islam dan demokrasi, tapi bagaimana mengelola civil liberty (kebebasan sipil), termasuk di dalamnya kebebasan beragama, kebebasan pers. Pendapat ini disampaiakan saat menemani Irshad Manji dan wartawan The Jakarta Post, Endy Bayuni saat diskusi kantor Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) di Kalibata Timur Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (05/05/2012) kemarin.

Menurut pria yang pernah tercatat sebagai santri di KMI Gontor Ponorogo ini, ada dua faktor doktrin yang cukup krusial di Indonesia dan di dunia Islam umumnya. Pertama soal doktrin juhad dan doktrin Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Menurutnya, untuk yang pertama (jihad)  sudah tidak perlu dikhawatirkan karena cukup terbantu dengan lahirnya Detasemen Khusus (Densus 88).

Menurutnya, untuk menghadapi doktrin jihad di masyarakat, saat ini sudah tidak mengkhawatirkan lagi. Namun yang kini justru problem adalah doktrin “Amal Ma’ruf Nahi Munkar”.

“Kenapa dia lebih berat, karena doktrin ini melakukannya lewat mobilisasi massa kemudian tidak dianggap tidak terlalu bahaya bagi negara karena dia hanya mengancam antara masyarakat dengan masyarakat,” jelas Novri.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selanjutnya,  ia juga menganggap organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI) adalah rezimis Islam yang sengaja dipelihara oleh pihak kepolisian.

Novri juga mengutip salah satu ayat di dalam al-Qur’an Suruat Ali Imron ayat 104, yang mengatakan kalau di suatu negeri tidak ada yang menganjurkan kebaikan dan melarang keburukan maka seluruh penghuni negeri itu berdosa. Menurutnya,  doktrin ayat ini dinilai berbahaya, terlebih ketika ayat ini dikuatkan dengan salah satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam tentang melawan kemunkaran dengan tangan, jika tidak mampu dengan lisan, jika tidak mampu dengan hati yang dianggap sebagai selemah – lemahnya Iman.

“Ada hadits nya jika kamu melihat kemaksiatan lawanlah dengan power, dengan tangan, dengan pentungan, dengan mobilisasi massa, Ini ada landasan doktrinalnya. Kalau tidak bisa dengan lisan, dikasih petuah terus, diceramahi terus. Kalau tidak bisa lagi yang dengan hati nurani kalian tapi ini adalah selemah – lemahnya Iman. Yang paling tinggi imannya yang mentung mentung itu,” jelasnya  di sambut tawa peserta.

Novri juga menjelaskan salah satu kebebasan yang paling berat di dunia Islam adalah kebebasan beragama. Menurutnya masalah ini adalah masalah besar di dunia Islam dan ini akan menjadi problem yang akut nantinya di dunia Islam.

“Setelah reformasi tiba – tiba kita melihat Ahmadiyah menjadi kucing kurap reformasi, apa yang membuat Ahmadiyah menjadi begitu berbahaya setelah reformasi?,” jelasnya membela Ahmadiyah yang telah di fatwa sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Setelah dua contoh di atas, Novri juga menambahkan problem kebebasan beragama dalam Islam ini akan semakin sulit juga karena kehadiran budaya takfir (mengkafirkan) di kalangan umat Islam.

Ia juga menuduh Negara Saudi sebagai biang takfir ini.

“Ini ditambah lagi dengan doktrin takfir, takfir terhadap budaya Barat, takfir terhadap kelompok sinkretis, takfir terhadap kejawen, takfir terhadap ini dan lain sebagainya. Dan sesungguhnya doktrin ini adalah adopsi saja dari Saudi,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:nahi munkarold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siapa yang Menanam Dia yang Menuai
Tulisan selanjutnya Pasangan Palestina-Indonesia Lahirkan Putri Pertama di Jalur Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?