Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pandangan Masyarakat: Syiah Harga Mati di Sampang

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 27 Agustus 2012 13:55
Bagikan
Apakah memenjarakan Tajul Muluk merupakan akar dari solusi permasalahan Sampang?
Bagikan

Hidayatullah.com–Pertikaian sektarian di Sampang Madura antara kaum Sunni dan Syiah dinilai terjadi karena adanya pelanggaran atas keberatan adanya aliran Syiah di Sampang, Madura. Pernyataan ini disampaikan  Wahid (inisial, red), seorang saksi mata kondisi kejadian. Menurutnya, kasus berdarah ini tak bisa dilepaskan dari kasus sebelumnya, Desember 2011, kasus pembakaran pertama.

Menurut  Wahid,  sampai saat ini, masyarakat masih penuh emosi. Hal ini dipicu oleh sikap warga Syiah yang dinilai masih bandel menyebarkan ajaran Syiah nya di Sampang Madura.

“Kondisi secara menyeluruhnya saya belum bisa bicara banyak, namun saat ini memang dipastikan penolakan terhadap ajaran Syiah sudah menjadi harga mati di sampan,” jelasnya kepada hidayatullah.com, Senin (27/08/2012).

Senada dengan Wahid, Siti Ruqoyyah permasalahan konflik di Sampang Madura ini tidak terlepas dari kasus sebelumnya, kasus penistaan agama oleh Tajul Muluk. Apalagi Tajul Muluk divonis bersalah oleh pengadilan. Sementara di sisi lain, para santri-santri Syiah dinilai masih menyebarkan ajaranya.

“Jadi masyarakat ini marah, karena santri-santri Tajul Muluk ini dinilai masih menyebarkan ajaran Syiah di Sampang, baik sembunyi-sembuyi maupun terang-terangan,” jelas Siti Ruqoyyah kepada hidayatullah.com.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Siti Ruqoyyah, sejak dikeluarkan Fatwa kesesatan Syiah oleh MUI Madura dan MUI Jawa Timur masyarakat Sampang sendiri masih mentolerir keberadaan komunitas Syiah. Masyarakat berharap dengan memberikan mereka hak hidup di Sampang mereka bisa bertobat dan kembali ke ajaran Islam yang benar. Namun, sikap-sikap santri-santri Syiah justru memicu geram warga Islam di sana.

“Jadi memang gesekan-gesekan konflik sejak kasus Tajul Muluk ini belum selesai,” jelasnya lagi.

Sebelum ini, Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA) punya versi lain atas konflik berdarah antara kaum Sunni dan Syiah, Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jatim.

Dalam rilis nya yang dikirim ke kantor redaksi hidayatullah.com, Senin (27/08/2012), Bassra menemukan ada lemparan bom molotov dari kaum Syiah kepada kaum Sunni saat penghadangan bus. [Baca: Kronologis Kasus Sunni-Syiah Sampang Temuan Ulama Bassra]*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kronologis Kasus Sunni-Syiah Sampang Temuan Ulama Bassra
Tulisan selanjutnya Menggugat Dana Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi

Berita
23 Oktober 2026 20:19
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Terbaru

  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?