Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Dinilai Belum Beri Kemudahan Buka Kurikulum Ekonomi Syariah

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 13 September 2012 20:30
Bagikan
Kampus UII
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam memberikan pemahaman maupun mensosialisasikan ekonomi Syariah kepada masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan perguruan tinggi, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) mendapatkan berbagai tantangan, di antaranya berasal dari pemerintah dan perguruan tinggi.  Diakui oleh Dewan Pembina IAEI, Prof. Dr. Veithzal Rivai. Ia mengungkapkan bahwa kurikulum Ekonomi Syariah belum direspon banyak perguruan tinggi, baik itu swasta maupun negeri.

“Ternyata prakteknya sekarang kita desain kurikulum sudah kita gratiskan ke Kemendikbud saja tidak ada kita lihat kemudahan itu diberikan, kita tidak lihat sekarang pemerintah itu memberikan kemudahan pada perguruan tinggi. Bayangan kita perguruan tinggi akan merespon tapi ternyata tidak,” ujar pria yang juga menjadi Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kepada hidayatullah selepas acara pembukaan Muslim World BIZ 2012, Jakarta Convention Center, Kamis (13/09/2012).

Padahal, menurut Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Ir. Eddy Kuntadi selepas konferensi pers Muslim World BIZ 2012 di Graha CIMB Niaga, negara Inggris sudah menyatakan yang namanya pendidikan ekonomi syariah dimulai dari sana.

“Saya hanya mengantisipasi, kenapa justru negara yang penduduk Muslimnya terbesar di dunia atau bahkan yang non Muslim seperti Inggris bahkan sudah men-declare yang namanya pendidikan ekonomi syariah dimulai dari sana, ini sebenarnya kan suatu tantangan, berarti dia melihat suatu pangsa yang besar, produk yang harusnya bisa menjadi produk kita. Orang-orang Indonesia masa harus belajar ekonomi syariah ke Inggris? ini akan menjadi suatu pertanyaan, nah makanya kita ingin melibatkan IAEI,” ungkap Eddy.

Prof. Veithzal menilai seharusnya, masalah ini bisa menjadikan Indonesia sebagai perhatian. Jangan sampai pendidikan ekonomi syariah justru kalah dengan di negeri Barat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Inggris saja sebagai non-Muslim sudah men-declare begitu, bahkan pada tahun 2007 itu Inggris mendirikan 3 Bank Islam baru. perkembangannya sekarang sangat pesat bahkan negara-negara Barat sekarang belajar ke Inggris,” tambahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres Sebut Muslim World BIZ Salah Satu Kerja Cerdas
Tulisan selanjutnya 20 Truk IHH Angkut Bantuan untuk Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?