Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kurikulum Pendidikan di Indonesia Belum Memenuhi Standar Internasional

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 3 Februari 2013 19:55
Bagikan
Wamendikbud Musliar Kasim.
Bagikan

Hidayatulllah.com–Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, kurikulum pendidikan SD, SMP dan SMA di Indonesia belum memenuhi standar internasional.

“Kurikulum yang selama ini digunakan berbeda dengan yang diujikan atau distandarkan secara internasional sehingga kalah jauh dibandingkan kurikulum negara lain, seperti Singapura atau Taiwan,” katanya dalam sosialisasi kurikulum 2013 bersama praktisi pendidikan Kabupaten Karimun di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Sabtu (2/2/2013).

Menurut Musliar Kasim, lebih dari 95 persen siswa Singapura bisa menjawab soal-soal tingkat menengah dan lanjutan (advance) pada setiap mata pelajaran, sedangkan siswa di Indonesia baru mampu menjawab soal-soal tingkat dasar.

Dia mencontohkan, pengetahuan data-data pada bidang studi matematika tidak tertuang dalam kurikulum pembelajaran yang selama ini digunakan sekolah. Begitu juga dengan pelajaran sains, IPA dan lainnya.

Selain itu, lanjut dia, rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran juga diakibatkan banyaknya materi kurikulum yang mirip antara satu mata pelajaran dengan yang lain.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kemudian, kurikulum yang diajarkan tidak sesuai dengan kemampuan siswa, contohnya pelajaran menulis yang diterapkan kepada siswa kelas I SD.

“Anak yang masuk SD harus sudah lancar menulis sehingga mereka terpaksa ikut les. Sementara, pihak sekolah tidak dibenarkan memberlakukan tes menulis bagi siswa baru,” ucapnya.

Contoh lainnya, kata dia, banyak soal yang diujikan kepada siswa kelas IV SD tidak bermanfaat, seperti soal tentang struktur organisasi pemerintahan desa atau kelurahan, atau nama-nama lembaga di pemerintahan.

“Untuk itu, Kementerian Pendidikan sudah menyusun kurikulum 2013 menggantikan kurikulum yang selama ini digunakan sekolah,” ucapnya.

Menurut dia, kurikulum 2013 yang disusun berbulan-bulan bermaksud sebagai pendekatan kompetensi lulusan yang memenuhi standar internasional.

“Dengan kurikulum 2013, maka kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran yang dikembangkan dari kompetensi siswa,” jelasnya.

Kompetensi siswa, tutur Wakil Menteri, akan dikembangkan melalui tematik integratif dalam semua mata pelajaran wajib maupun pilihan.

“Tematik integratif akan mengasah kemampuan siswa memahami ilmu pengetahuan yang diajarkan. Misalnya, ilmu berhitung yang diintegrasikan dalam pelajaran IPS sehingga diharapkan mereka mengetahui manfaat berhitung untuk kehidupan, seperti membelanjakan uang atau lainnya,” tuturnya, dalam laman Metrotv News.

Dia menjelaskan, kurikulum 2013 yang mulai diterapkan pada tahun ajaran baru, akan dilengkapi dengan silabus sebagai acuan dalam kegiatan belajar mengajar. “Nanti, tidak ada lagi lembar kerja siswa (LKS) karena semuanya sudah disiapkan oleh kementerian,” tuturnya.

Setiap sekolah wajib menggunakan kurikulum 2013 sehingga terjadi keseragaman.

“Selama ini kurikulum yang digunakan sekolah berbeda-beda. Ada yang menggunakan kurikulum karena penerbitnya aktif datang ke sekolah,” ucapnya.

Dia menambahkan, penerapan kurikulum 2013 diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa siswa merasa terbebani ketika guru memberikan tugas PR, sehingga mereka merasa merdeka dengan menghabiskan waktu libur untuk bermain.

“Ada istilah I hate monday karena siswa merasa terbebani dengan PR yang diberikan guru. Kondisi ini berbeda dengan siswa Singapura yang menginginkan cepat-cepat masuk sekolah setelah libur,” tambahnya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Mengapa Kami Takut Mati?”
Tulisan selanjutnya Menkes: Remaja Melahirkan di Bawah 20 Tahun Makin Mencemaskan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?