Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mata Kuliah Teologi Islam Populer di Perguruan Tinggi Jerman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2013 08:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mata kuliah teologi Islam di berbagai Universitas Jerman terbukti populer. Subyek ini baru diperkenalkan 3 tahun lalu, tapi sudah mampu mengubah lanskap agama di Jerman.

Thomas Rachel dari Kementerian Pendidikan Jerman menilai perkembangan teologi Islam di kalangan akademisi sebagai sesuatu yang ‘bersejarah,’ apabila dibandingkan dengan kebangkitan teologi Kristen Protestan setelah gerakan Reformasi 500 tahun lalu. Demikian ujar Rachel dikutip laman dw.de.com

Rachel juga melihat bahwa mata kuliah teologi Islam di universitas-universitas Jerman digemari mahasiswa asing. Reinhard Schulze, pengajar agama Islam di Universitas Bern di Swiss, melaporkan bahwa mahasiswa Swiss, Prancis, dan Inggris secara spesifik mencari mata kuliah tersebut di Jerman. Beberapa koleganya bahkan mengatakan adanya minat dari para mahasiswa di negara-negara Muslim di Asia.

Katajan Amirpur dari Universitas Hamburg menganggap penyertaan mata kuliah Islam sebagai “masalah keadilan.”

Bülent Ucar, seorang pakar ajaran Islam dari Osnabrück, tak sungkan menyampaikan terima kasih kepada para politisi di tingkat federal dan negara bagian atas komitmen mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tingkat optimisme dan pujian bagi politisi begitu tinggi, namun masih ada masalah terutama terkait cara pengorganisasian agama di Jerman. Tidak seperti gereja Kristen dan komunitas Yahudi, pengaturan resmi dalam hubungan pemerintah dengan komunitas Muslim baru dapat dijumpai di Bremen dan Hamburg.

Pusat Teologi Islam

Kebutuhan akan pelatihan akademis sudah lama dirasakan. Pemerintah Jerman memperkirakan 2.200 tenaga pengajar dibutuhkan untuk rencana pengembangan pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah. Dan banyak di antara lebih dari 1.000 imam di Jerman yang belum pernah mendapatkan pelatihan akademis.

Dewan Sains dan Kemanusiaan Jerman mencetuskan teologi Muslim sebagai mata kuliah pada tahun 2010. Dewan tersebut, yang merupakan badan penasehat pemerintah terpenting dalam bidang pendidikan, mencermati bidang teologi di berbagai universitas Jerman selama 3 tahun, dan setelah melewati banyak diskusi barulah Islam muncul sebagai sebuah isu.

Pada akhirnya, Menteri Agama Jerman saat itu, Annette Schavan, mendirikan empat pusat teologi Islam di Münster/Osnabrück, Tübingen, Frankfurt/Giessen dan Nürnberg/Erlangen yang mulai beroperasi tahun 2010 dan 2011.

Mengatasi kendala

Ada banyak tantangan di area yang berbeda-beda. Salah satunya adalah konfrontasi dengan kalangan yang disebut akademisi sebagai “teolog praktisi” – pengkhotbah fundamentalis atau teolog yang belum pernah melewati pelatihan teologi secara formal.

Katajan Amirpur membentuk “Akademi Agama-Agama Dunia” di Hamburg, yang bertujuan mengajak Muslim menjalani pertukaran akademis dengan penganut Kristen, Budha, Hindu dan agama lainnya. Pakar lainnya menyebut adanya kebutuhan untuk membawa beragam cabang Islam untuk berdialog. Dan Mathias Rohe dari Universitas Erlangen mengangkat kesulitan mencari kandidat yang cocok untuk menjabat profesor dalam bidang teologi Islam.

Itu masalah yang kini terpecahkan dengan adanya empat pusat teologi Islam. Rohe mengemukakan masalah lain, meski mengaku optimis. Yakni tidak memadainya keterampilan baik dalam bahasa Jerman maupun Arab.

Tidak hanya dari kalangan profesor dan politisi, suara seorang mahasiswa semester satu di Osnabrück juga didengar. Enes Erdogan menyebut mata kuliah teologi Islam sebagai “mimpi yang terwujud.” Di rumahnya di Berlin, ia harus “menghadapi banyak hal” akibat kurangnya pengetahuan mengenai agama: “Orang memberikan agama status yang amat tinggi, tapi mereka tidak tahu banyak tentang agama,” ungkapnya. Menurutnya itu adalah masalah identitas.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Miss World 2013 Tetap Diselenggarakan di Bali
Tulisan selanjutnya Mana Suara Perempuan dan Feminis atas Poligami Eyang Subur?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?