Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Interaksi Guru-Murid Cegah Anak Alami Penyimpangan Seksual

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 November 2013 13:51 1:51 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 November 2013 13:51
Bagikan
Bahtiar Nasir
Bagikan

Hidayatullah.com–Peranan guru tidak hanya sebatas penyampaian mata pelajaran. Lebih dari itu, seorang pendidik berpengaruh besar dalam meletakkan pondasi moral dan akhlak. Bahkan peranannya mampu menekan potensi penyimpangan seksual anak didiknya.  

Hal itu diungkapkan oleh Ustad Bachtiar Nasir (UBN) saat ceramah paska sholat Shubuh, Ahad, 3 November 2013 di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut Pimpinan Arrahman Quranic Learning Islamic Center (AQLIC) ini, pernyataannya bukan tanpa dasar. Berdasarkan data yang diperolehnya dari Kementrian Agama, lebih dari 60 persen  kasus perceraian di KUA adalah khulu. Khulu adalah permintaan gugatan cerai dari pihak isteri.

“Bu, Pak. Ternyata anak-anak yang menjadi  Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), ketika kecilnya selalu dibilangin sama ibunya kalau ayahnya jahat. Nanti kalau pilih suami jangan seperti ayah, ya,” ujar Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu memberikan ilustrasi di depan ratusan guru Perguruan Islam al Azhar se-Jabodetabek dan Cianjur yang ikut melakukan sholat shubuh berjamaah.

Pengaruh pola hubungan komunikasi

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

UBN memberikan keterhubungan fakta efek keretakan rumah tangga terhadap kejiwaan anak. Menurutnya, pola komunikasi yang tidak baik dengan orangtua akan berdampak besar bagi anak. 

Kesibukan orangtua seringkali menyebabkan intensitas pertemuan dengan sang anak menurun. Saat komunikasi merenggang, anak merasakan kasih sayang pada dirinya berkurang.

Bachtiar menganggap masyarakat perlu mencermati efek psikologi yang ditimbulkan dan segera menanganinya dengan serius. Ia mengungkapkan, banyak anak-anak usia sekolah yang merindukan kasih sayang seorang ayah.

Anak-anak yang merindukan kasih sayang ayahnya, disebut Bachtiar sebagai anak-anak “lapar ayah”. Potret anak-anak semacam itu terlihat dari “kicauan” para remaja di jejaring media sosial.

“Follower saya ada yang masih sekolah. Mereka berkomentar dan terkadang curhat lewat twitter ataupun Facebook,”ungkap pria yang kerap dipanggil Abi Bachtiar ini.

Tidak hanya berupa “colekan” di twitter saja. Dewan Juri Hafidz Indonesia di RCTI itu kerap mendapat pesan singkat (SMS) yang berisi curahan hati dari “pengikut” yang masih berusia belasan tahun itu.

“Assalamu’alaykum, Abi. Saya mau ujian semester. Tolong doakan saya,” begitu salah satu isi pesannya.

Bahkan, di antara mereka ada yang berandai-andai menjadikan UBN sebagai bapaknya dengan mengirimkan pesan, ”Andaikan bapak saya seperti Abi Bachtiar.”

Kalimat-kalimat tersebut dinilainya merupakan gambaran kerinduan hati para remaja terhadap sosok seorang ayah.

Prihatin dengan hal tersebut, Pimpinan Lembaga Tadabbur Al-Qur’an Indonesia itu berdiskusi dengan temannya yang merupakan pakar parenting. Dalam diskusi itu terkuak bahwa kurangnya kasih sayang orangtua menjadi penyebab pencarian figur seorang ayah di luar rumah.

“Untung mereka curhat sama Ustadz. Coba kalau mereka ketemu pedhofil, habis mereka,”ungkap Bachtiar mengulangi apa yang dikatakan temannya.

Pedhofil adalah orang yang memiliki disorientasi seksual dengan menjadikan anak di bawah umur sebagai objeknya di mana mereka kerap mengincar targetnya melalui jejaring media sosial.

Karena itu ia berharap para pendidik, khususnya guru bisa menjadikan interaksi dengan murid di kelas  sebagai celah untuk menyelami kejiwaan anak-anak didik.

“Para guru laki-laki seharusnya mengajarkan pada murid pria-nya tentang makhluk yang namanya perempuan. Begitu juga dengan guru-guru perempuan. Mereka bisa mengajarkan murid-murid perempuannya tentang makhluk misterius yang bernama laki-laki,”ucapnya.

Dengan pemahaman yang benar sesuai dengan syariat Islam, maka penyimpangan seksual bisa ditekan secara baik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gurukelainan seksuallgbtmuridPendidikanpola asuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Penyadapan tunjukan AS dan Australia tak Tulus Bersahabat
Tulisan selanjutnya At Tsauri pun Menilai Dirinya Bermasalah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?