Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Inilah Cara Mudah Menjadi Kaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 November 2015 14:22 2:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 November 2015 14:22
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

ISTILAH   “tanggal muda” dan “tanggal tua” kerap menjadi momen penting bagi sebagian keluarga. Utamanya bagi istri-istri yang bertugas mengatur keuangan rumah tangga.

Biasanya, usai menerima pemberian dari suami, seketika terbayang berbagai kebutuhan yang sudah ngantri untuk segera dipenuhi. Ibarat pepatah, “Besar Pasak daripada Tiang”.

Belum apa-apa, seorang istri sudah merasa pusing dengan tumpukan catatan kebutuhan yang harus dibeli. Jika demikian, yang terlintas adalah angan-angan nikmatnya menjadi “orang kaya”. Kala semua keperluan bisa dibeli, semua yang dimau bisa diraih, dan seterusnya.

Sayangnya, sedikit yang menyadari jika menjadi kaya adalah hal mudah yang bisa dilakukan siapa saja. Lalu mengapa harus berandai-andai jika menjadi kaya itu mudah digapai? Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) berfirman:

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS: Ibrahim [14]: 34).

Menjadi kaya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk melapangkan hati dan mengisinya dengan kesyukuran. Menjadi kaya tak memerlukan banyak waktu dan energi untuk menghitung kalkulasi antara debit dan kredit, aset dan investasi, serta laba dan rugi. Bagi orang beriman, setetes nikmat dari Allah adalah kekayaan yang tak terhingga nilainya.

Adalah manusiawi jika berbagai keperluan seolah saling berlomba mendesak untuk dipenuhi dalam keluarga. Terlebih dengan harga-harga kebutuhan dasar yang kian meroket ke langit. Tapi alangkah celaka hidup ini jika hal itu hanya lahir dari keengganan hati untuk bersyukur. Ia disebut alamat sengsara karena sejatinya hati telah didominasi oleh nafsu serakah.

Akibatnya mudah ditebak, istri lalu mempengaruhi sang suami untuk mencari harta sebanyak-banyaknya. Mulai dari bujukan halus hingga kepada tuntutan mendesak sang suami agar memperoleh harta dengan cara apapun. Aduhai, wahai para istri, manakah yang sanggup engkau tahan? Menahan diri dari rasa lapar atau menahan diri dari panasnya api neraka?

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (Saw) bersada: “…dan aku melihat neraka, maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita.” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, mengapa demikian? Nabi menjawab: Karena kekufuran mereka. Mereka bertanya lagi: Apakah mereka kufur kepada Allah? Nabi menjawab: Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang lalu dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’. (Riwayat al-Bukhari).

Demikian Allah mengganjar seorang istri yang tak mampu bersyukur. Seorang istri yang tidak mau berterimakasih dan menghargai jerih payah suaminya tak lain adalah istri yang tak mensyukuri karunia Allah atas dirinya. Sikap kufur (tak bersyukur) senantiasa sejalan dengan kesombongan. Sedang sikap sombong hanya berujung kepada terputusnya rahmat Allah kepada orang tersebut.

Di saat yang sama, bersyukur kepada Allah menjadi sebab bertambahnya kualitas dan kuantitas keberkahan pada apa yang dimiliki oleh seseorang. Ia tak sebatas pada harta benda, juga pada jasmani, ruhani, ilmu, kesehatan, keselamatan, dan beragam nikmat lainnya.

Allah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS: Ibrahim [14]: 7).

Terakhir, masihkah seorang Muslim merasa kurang atas berbagai karunia pemberian Allah? Bagaimana mungkin orang itu takut kepada kefakiran sedang dirinya adalah hamba dari Zat Yang Maha Kaya?

Kini bukan saatnya menghitung seberapa banyak harta yang dimiliki. Tapi, berapa banyak waktu yang telah digunakan untuk bersyukur dan bersungkur atas segala limpahan nikmat-Nya.*/Mustavidah, Alumni STIS Putri, Balikpapan

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berkahistrikayasyukur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pokok-pokok Gagasan Cendekiawan Muslim Sebagai Intelektual Publik [2]
Tulisan selanjutnya Masjid Raya Paris Ajak Muslim Ikut Pawai Anti Terorisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

Berita
14 September 2026 21:09
LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat

Terbaru

  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?