Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

DPR Minta Menag Beri Penjelasan dan Jaminan Soal Kerjasama Dengan Iran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Februari 2016 09:31 9:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Februari 2016 09:31
Bagikan
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid
Bagikan

Hidayatullah.com- Bangsa Indonesia maupun al-Qur’an, tidak ada larangan negara Indonesia bekerja sama dengan negara-negara manapun di dunia.

Karena itu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memahami wacana kerjasama antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Iran untuk Indonesia guna pengembangan pendidikan, pariwisata, budaya dan agama.

Hanya saja, wacana kerjasama Kemenag dengan Kedubes Iran untuk Indonesia harus dijelaskan transparan pada masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid.

“Tapi, sekarang kan sedang agak sensitif soal Syiah di Indonesia makanya, Menag harus memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya dan jaminan bahwa kerja sama ini tidak akan masuk ke dalam wilayah yang sensitif itu, sehingga tidak memperkeruh suasana,” jelas Sodik mengimbau.

Ke depan, Sodik berharap, Syiah dan Sunni perlu mengadakan diskusi yang ikhlas, jujur, dan terbuka berdasarkan basis sejarah, syariah, dan undang-undang, serta bagaimana implementasinya di Indonesia. Sebab, lanjutnya, selain singgungan aspek aqidah dan syari’ah antara Sunni dan Syiah, ia juga khawatir akan bersinggungan dengan aspek kenegaraan, penguasaan, pemerintahan dan sebagainya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ini yang perlu dibicarakan dengan terbuka antara Syiah dan Sunni dan juga pemerintah,” ujar Sodik kepada hidayatullah.com, di Jakarta, Selasa (02/02/2016) kemarin.

Kalau soal akidah dan syariah, sepanjang itu tidak bertentangan dengan agama dan dasar negara Pancasila biarkan saja saling berkompetisi, tapi pemerintah harus mengadakan gentle agreement, pembicaraan tingkat tinggi supaya jangan sampai memindahkan konflik yang terjadi di Timur Tengah ke Indonesia.

“Sudah seharusnya pemerintah itu membuat langkah-langkah yang lebih cerdas,” tandas Sodik.

Sebagaimana diketahui, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia H E Valiollah Mohammadi bersilaturahim ke Kementerian Agama RI. Kedatangan Dubes Negeri Mullah ini didampingi para Diplomat Kedutaan Iran, seperti Maktabifarah, Famouri, dan Ali Pahlevani R.

Kedatangan Dubes Iran ini diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri  Gunaryo, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan Kasubdit Ketenagaan Dit Diktis Imam Safei.

Valiollah mengajak Kemenag untuk lebih pro aktif dalam menjalin kerja sama Indonesia – Iran. Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dikerjasamakan. Di bidang Pendidikan Islam, Valiollah mengajak kerjasama di bidang pertukaran mahasiswa, dosen, dan lain sebagainya.

“Kami di Iran, mempunyai intansi yang menjadi wadah Syiah, Sunni, dan Syiah-Sunni. Instansi ini dapat dijadikan contoh bahwa Syiah dan Sunni bisa kerjasama,” terangnya, Senin (01/02/2016) seperti dikutip laman kemenag.go.id.

Kerjasama lainnya di bidang Ilmu Al-Quran dan Haji. Valiollah berharap dapat  memperoleh pengalaman dan ilmu dari Indonesia  dalam menyelenggarakan ibadah haji.

Dubes Iran juga mengajak kerjasama terkait dialog ulama dua negara. Menurutnya, Indonesia adalah negara dengan Ideologi Sunni terbesar di dunia, sedang Iran adalah syiah terbesar.

“Kami berharap, para ulama dua negara, mampu ketemu, duduk bersama dan berdialog. Hal ini untuk mengurangi kesalahpahaman masyarakat kita,” urainya.

Kerjasama juga bisa dilakukan di bidang seni dan pariwisata Islami. Valiollah menilai, Indonesia dan Iran sangat kaya akan seni. “Sertifikasi makanan halal pun bisa kita kerja samakan,” tuturnya.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, Kemenag siap bekerja sama dengan Pemerintah Islam Iran. Menurutnya,  beberapa hal yang berhubungan dengan Kemenag, akan dipelajari secara seksama. Sedangkan yang berhubungan dengan kementerian lainnya, akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait.

Menag menjelaskan bahwa Kemenag mempunyai proyek 5.000 Doktor di berbagai disiplin ilmu yang bisa dikerjasamakan dengan Iran. Menag juga menyambut baik usulan Dubes tentang dialog antarulama.

“Dialog Ulama Indonesia dan Iran, antara Sunni-Syiah memang diperlukan untuk meminimalisir kesalahpahaman di masyarakat. Perbedaan Sunni-Syiah adalah masalah klasik dan telah terjadi ratusan tahun silam. Sering kali, masyarakat kita salah paham,” katanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dewan Perwakilan RakyatDPRiranKedubeskedutaan besarKemenagKementerian AgamasunniSyia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IRESS Minta Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan
Tulisan selanjutnya LGBT Dalam Perspektif Hukum (Islam) [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?