Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Obligasi Negara Syariah Terbit Tahun Ini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2004 08:46 8:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2004 08:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–”Kita belum tahu jumlahnya, tetapi diharapkan memang tahun ini bisa diterbitkan. Kita dorong sebagian obligasi menggunakan sistem syariah,” ujar Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) Ma’ruf Amin di Masjid Istiqlal, Jakarta, akhir pekan lalu. Rencana penerbitan obligasi negara syariah itu masih dalam proses pembicaraan dengan pemerintah dan Bank Indonesia. Penerbitan obligasi syariah itu sekaligus untuk menumbuhkan sistem ganda dalam perekonomian Indonesia, yakni syariah dan konvensional. Berdasarkan APBN 2004, pemerintah menargetkan penjualan obligasi negara sebesar Rp32,5 triliun. Ma’ruf mengatakan, obligasi syariah memiliki keunggulan dari segi jangkauan peminat. Dalam hal ini, masyarakat yang berkeyakinan bahwa bunga obligasi adalah riba akan memilih obligasi syariah, sedangkan bagi masyarakat yang tidak memiliki keyakinan tersebut tidak masalah jika memilih obligasi syariah. Cukup tingginya minat masyarakat untuk membeli obligasi syariah, kata Ma’ruf, ditunjukkan pada keberhasilan penjualan obligasi oleh beberapa perusahaan. ”Beberapa waktu yang lalu, Matahari (PT Matahari Putra Prima, Tbk) menerbitkan obligasi syariah, dan itu cepat sekali habisnya. Ini berarti kan minat masyarakat tinggi,” tuturnya. Selain itu, seperti diumumkan PT Bursa Efek Surabaya (BES), mulai hari ini (29/3) obligasi PT Perkebunan Nusantara VII (persero), dengan total nilai Rp300 miliar, dicatatkan di BES. Obligasi PTPN VII yang diterbitkan terdiri atas dua jenis, yaitu obligasi konvensional dengan dua seri A dan B serta obligasi syariah berdasarkan pendapatan bagi hasil (mudharabah). Kepala divisi pencatatan BES Umi Kulsum menjelaskan, nilai obligasi Syariah Mudharabah PTPN VII 2004 senilai Rp75 miliar. ”Untuk obligasi Syariah Mudharabah PTPN 2004 yang berjangka waktu lima tahun, akan dibayarkan dari pendapatan bagi hasil setiap tiga bulan,” ujarnya. Pendapatan bagi hasil yang diberikan ke pemegang obligasi syariah merupakan hasil pendapatan dari penjualan kelapa sawit dan karet, setelah dikurangi biaya tanaman dan biaya pembelian bahan baku komoditas masing-masing. Lebih lanjut Ma’ruf mengatakan, selain PTPN VII, hingga saat ini telah ada delapan perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah. Sementara beberapa perusahaan yang tergolong BUMN (Badan Usaha Milik Negara), seperti PT PAL dan PLN juga berencana mengajukan izin penerbitan obligasi syariah. Penyempurnaan Pada kesempatan sebelumnya, Deputi Gubernur BI Aulia Pohan mengatakan BI akan mulai melakukan penyempurnaan ketentuan kelembagaan dan operasional perbankan syariah. Tujuannya, untuk menyesuaikan peraturan dengan perkembangan perbankan syariah yang pesat akhir-akhir ini. ”Mengenai penyempurnaannya seperti apa, kita akan kaji ulang dulu, baik ketentuan lembaganya maupun ketentuan operasionalnya,” ujarnya. Menurut Aulia, meski aturan mengenai perbankan syariah sudah ada, masih banyak bank-bank yang menerapkan sistem syariah yang kurang tepat. Bahkan, sampai saat ini banyak bank perkreditan rakyat (BPR) syariah tetap menggunakan sistem bunga dalam menyalurkan kredit. ”Maka dari itulah, sebelum makin kebablasan kita benahi dari awal.” Aulia mengatakan, pengkajian dilaksanakan dengan mengumpulkan masukan dari berbagai kalangan, mulai dari para ulama hingga akademisi melalui berbagai pertemuan. Pertemuan itu dipusatkan di pesantren-pesantren. Sekaligus, untuk memacu mobilisasi dari kantong-kantong masyarakat Islam Indonesia ke bank-bank syariah. Perkembangan perbankan syariah sejak tiga tahun terakhir sangat pesat, mencapai angka 60% per tahun. Menurut Aulia, meski perkembangan itu di satu sisi sangat menggembirakan, jangan sampai perkembangan itu menyesatkan. “Artinya ada juga bank-bank yang disinyalir mengatasnamakan bank syariah, tetapi melakukan operasional komersial biasa,” ujarnya. (mi)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kurangi Bunuh Diri, AS Kirim Ahli Kesehatan Ke Iraq
Tulisan selanjutnya Mantan Uskup Agung Inggris Hina Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?