Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sosok KH Ali Mustafa Yakub di Mata Para Sahabat

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 April 2016 13:01 1:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 April 2016 13:01
Bagikan
Pemakaman Mantan imam besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub
Bagikan

Hidayatullah.com – Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub kini telah tiada. Sosok ulama yang dinilai tegas terhadap prinsip agama itu meninggal pada Kamis pagi (28/04/06) kemarin di RS Hermina, Ciputat, Tanggerang Selatan.

Di mata para ulama sekaligus sahabat, almarhum adalah sangat disegani terutama karena ketinggian ilmu dan ketegasannya dalam memegang prinsip ajaran Islam.

“Beliau adalah guru saya, mentor sekaligus teman. Yang sangat berkesan buat kami, beliau orang yang sangat tegas memegang prinsip dan nilai. Apapun yang menurut beliau tidak sesuai nilai, beliau pasti tinggalkan, apapun resiko yang terjadi,” ujar KH. Cholil Nafis, Ketua MUI bidang Dakwah kepada hidayatullah.com sebelum prosesi pemakaman jenazah almarhum.

Cholil bercerita, sebelumnya Kiai Mustafa sempat aktif menjadi pengurus NU. Tapi ketika acara munas di Cirebon beberapa waktu lalu, yang di acara itu terdapat gambar salib. Sejak setelah itu Kiai Mustafa tidak lagi aktif.

Ketegasan lain yang sangat diingat, sambung Cholil, seperti misalnya ketika orang ramai menghujat NU dan Wahabi. Kiai Mustafa dengan lantang justru mengatakan bahwa NU dan Wahabi sama-sama Ahlu Sunnah, perbedaanya hanya pada masalah furu’iyah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Apapun yang terjadi beliau tetap teguh dengan nilai yang beliau yakini, jadi ada keteguhan sekaligus ada keberanian. Termasuk dalam menanggung resiko, beliau tidak risau dengan jabatan, kedudukan, dan kehidupan. Beliau akan tanggung apalagi kalau itu untuk prinsip keagamaan, itu yang menjadi pelajaran bagi kita,” ungkapnya.

Keteguhan memegang prinsip dari sosok Kiai Mustafa, terang Cholil, merupakan buah dari keilmuannya yang dalam.

“Keilmuannya mumpuni, jadi ketegasannya tidak sekedar membabi buta, ilmunya kuat, ahli hadits, ahli fiqih, dan istiqomah,” tukasnya.

Hal itu, kata Cholil, jarang dimiliki oleh ulama saat ini. Bahkan ia mengatakan, belum tentu sepuluh dua puluh tahun lagi kita akan mendapatkan yang seperti Kiai Mustafa.

“Kewajiban kita sebagai generasi muslim sudah sepatutnya menteladani beliau, kebaikannya, rajin belajar dan membacanya, termasuk juga istiqomah dengan aktivitas dakwahnya, dan juga istiqomah dengan prinsip,” jelasnya.

Cholil mengaku, saat pertama kali mendengar kabar kematian Kiai Mustafa, ia langsung meneteskan air mata dan bergegas menuju ke rumah duka.

“Tadi saya sampai lebih awal, sebelum dimandikan saya sempat lihat wajah beliau, saya cium beliau, tak rela rasanya melepaskan. Beliau segala-galanya bagi kami,” pungkasnya mengenang.

Sahabat karib almarhum, yang juga hadir saat prosesi pemakaman, Prof. Nasaruddin Umar merasa sangat kehilangan sosok ulama ahli hadits tersebut.

“Saya kehilangan salah seorang sahabat karib, beliau itu kamus berjalan bagi saya, dimanapun berada kalau mau nanya keshahihan hadits itu saya telpon langsung, tapi beliau sekarang sudah tiada,” ujar Nasaruddin kepada hidayatullah.com seusai prosesi pemakaman.

Innalillahi…! KH Ali Mustafa Ya’qub Berpulang, Umat Islam Berduka

Mantan Imam Besar Istiqlal Sudah Siapkan Makam Dua Tahun Lalu

Kenangan khusus yang lekat diingatan, ungkapnya, saat dirinya dikabarkan mendapat amanah menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal menggantikan almarhum Kiai Mustafa.

“Beliau orang pertama yang saya telpon ketika saya diminta menjadi imam Besar Istiqlal menggantikannya. Saya mohon izin, beliau jawab ‘ya tidak apa-apa, saya legowo jika Anda’,” tuturnya.

Nasaruddin mengaku, masih sangat membutuhkan bimbingan dari almarhum selaku senior dalam mengemban amanah tersebut.

Selain itu, menurutnya, keteladahan Kiai Mustafa yang berani dan tegas mengatakan kebenaran harus menjadi inspirasi bagi umat, tidak terkecuali, kata Nasaruddin, termasuk dirinya.

“Sulit mencari orang seperti beliau, terus terang saya juga belum bisa untuk seperti beliau, seperti tidak ada takutnya kalau masalah kebenaran,” tandasnya menutup.

Saat ini, KH Ali Mustafa Yaqub dimakamkan di belakang Masjid Muniroh Salaman, komplek Pesantren Darussunnah, Tanggerang Selatan, Banten. Tanah itu sendiri, sudah dipersiapkan almarhum sejak dua tahun lalu. Selamat Jalan Kiai.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Imam Besar Masjid IstiqlalKH Ali Mustafa Ya’qubulama indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kroasia Dipuji Karena Gelar Konferensi Internasional Islam
Tulisan selanjutnya Kasus Penembakan San Bernardino Merambat ke Manipulasi Pernikahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?