Hidayatullah.com – Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur ini menjadi salah satu pesantren tertua di Indonesia. Berdiri pada tahun 1718. Kini santrinya ada 12 ribu berasal dari berbagi penjuru daerah di Indonesia.
Uniknya, pesantren ini tidak punya jenjang pendidikan formal seperti SMP dan SMU. Mereka punya kurikulum sendiri, berbeda dengan pemerintah. Sebagian besar mata pelajarannya tentu saja diniyah. Meski begitu pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Inggris, Kimia dan Fisika tetap diberikan.
Menariknya lagi, meski termasuk pesantren salaf, Pesantren Sidogiri punya unit-unit bisnis modern seperti swalayan, air mineral, konsultan bisnis dan apotik. Jumlahnya tak cuma satu, melainkan ratusan. Swalayannya ada 250 dengan brand Basmalah, tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Bisa jadi, Basmalah menjadi bisnis retail terbesar di kalangan pesantren di Indonesia.
Demikian juga dengan air mineralnya. Dengan merek ‘Santri’, air kemasan ini cukup populer di pasar Muslim, terutama di Jawa Timur. Pesantren Sidogiri punya pabrik sendiri, letaknya bersebelahan dengan sumber air terbesar di Jawa Timur, di Umbulan, Pasuruan. Kini setiap bulan mampu memproduksi antara 300-500 rb karton dan galon.
Suksesnya bisnis Pesantren Sidogiri tentu menarik untuk diulik. Misalnya, bagaimana sejarahnya, bagaimana mereka bisa sukses, dari mana modalnya, berapa omsetnya dan apa dampaknya pada biaya pendidikan di pesantren?
Pesantren Sidogiri yang punya tradiri sarungan ini (karena keseharian mereka pakai sarung, termasuk ketika bekerja) tak ingin sukses sendiri, mereka juga membuka peluang bagi perseorangan atau kelompok untuk bergabung. Sistemnya kemitraan dengan pola tertentu. Apa saja?
Jawaban dari semua pertanyaan di atas ada di Chanel Tajir Tv dan videonya ada di sini