Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, sektor keuangan, dan masyarakat maka perekonomian Indonesia akan semakin membaik
Oleh: Azri Awra Jihadi
Hidayatullah.com | BANK SYARIAH di Indonesia kini semakin menunjukkan peran vitalnya dalam menggerakkan perekonomian berbasis prinsip Islam yang adil dan berkelanjutan.
Dengan model keuangan yang mengedepankan keadilan sosial, transparansi, dan menghindari praktik spekulasi serta riba, bank syariah tidak hanya menarik perhatian masyarakat luas, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pemberdayaan umat secara lebih luas.
Selain itu, bank syariah berperan sebagai lembaga yang menjawab tantangan besar dalam menciptakan perekonomian yang lebih inklusif dan merata.
Pesatnya pertumbuhan bank syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bank syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan aset dan penyaluran dana yang signifikan.
Pada akhir tahun 2023, total aset bank syariah akan mencapai angka yang luar biasa yaitu Rp 730 triliun, menandakan bahwa keuangan syariah semakin diterima oleh masyarakat luas.
Tirta Segara, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK pernah mengatakan, pertumbuhan asset bank syariah ini merupakan pertanda positif bahwa sektor keuangan syariah kini semakin dipandang sebagai alternatif yang lebih adil dan sejalan dengan prinsip syariah.
Bank syariah juga telah dianggap berhasil menawarkan beragam produk keuangan yang lebih lengkap, yang menawarkan alternatif pembiayaan yang lebih baik, tidak hanya hemat biaya, tapi juga membawa keberkahan bagi semua pihak.
Menurut Tirta, meski bank syariah masih memiliki tantangan terutama dalam hal literasi dan pengetahuan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah, namun dengan upaya yang terus menerus diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari produk perbankan syariah.
Hal ini tentu akan membuka lebih banyak peluang bagi sektor-sektor ekonomi yang sebelumnya terpinggirkan.
Pembiayaan dan pertumbuhan UMKM
Salah satu sektor yang paling merasakan manfaat dari keberadaan bank syariah adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bank syariah telah menunjukkan kemampuannya dalam mendukung UMKM dengan memberikan pembiayaan yang lebih sesuai dengan prinsip syariah, seperti mudharabah (bagi hasil) dan musyarakah (kerjasama).
Melalui program ini, para pelaku UMKM tidak perlu khawatir dengan bunga mahal yang seringkali menjadi kendala utama mereka yang mendapatkan pinjaman Bank konvensional di Indonesia.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi, menegaskan dalam sebuah acara Expo Syariah di Bandung, “Skema pembiayaan berbasis bagi hasil dan kerja sama memungkinkan pelaku usaha kecil untuk lebih fokus pada pengembangan usahanya tanpa terbebani bunga yang memberatkan.
Dengan model seperti ini, keuntungan yang diperoleh pun lebih adil, sesuai dengan prinsip syariah, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.” Ini sejalan dengan visi besar BSI untuk memajukan UMKM syariah di Indonesia.
Menurut data yang dirilis Bank Indonesia (BI), pembiayaan yang disalurkan ke sektor UMKM melalui bank syariah kini berjumlah sekitar 25% dari total pembiayaan UMKM di Indonesia.
Hal ini berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di tanah air, yang juga sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan melalui keuangan mikro syariah. Selain fokus pada UMKM, bank syariah juga berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat yang tergolong rentan dan berpenghasilan rendah.
Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah layanan keuangan mikro syariah, seperti qardul hasan atau pinjaman kebajikan.
Program ini memberikan pinjaman tanpa bunga dan tanpa biaya tambahan, sehingga memungkinkan masyarakat dengan latar belakang ekonomi menengah atau sederhana untuk mendirikan usaha kecil-kecilan tanpa terjebak dalam praktik riba yang dapat membebani mereka.
Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa keuangan mikro syariah telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di pedesaan dan pinggiran kota.
Program ini membantu mengurangi tingkat kemiskinan dan memperkuat perekonomian lokal dengan meningkatkan produktivitas usaha kecil.
Digitalisasi perbankan syariah
Menghadapi perkembangan saat ini, bank syariah Indonesia juga sudah beradaptasi dengan teknologi digital. Mobile banking, dompet digital syariah, dan platform keuangan lainnya telah menjadi bagian integral dari sistem perbankan syariah.
Digitalisasi ini memungkinkan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil dan tertinggal, dapat mengakses layanan perbankan dengan lebih mudah dan cepat.
Digitalisasi menjadi solusi bagi banyak masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan perbankan konvensional, terutama di daerah yang belum memiliki jaringan perbankan fisik.
Melalui transformasi digital ini, bank syariah dapat memperluas jangkauan, meningkatkan inklusi keuangan, dan memudahkan nasabahnya dalam melakukan transaksi keuangan.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki akses terhadap produk perbankan syariah, diharapkan dapat tercipta perekonomian yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan.
Tantangan dan harapan
Meskipun perbankan syariah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah rendahnya tingkat literasi keuangan syariah di kalangan mayoritas penduduk Indonesia.
Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami prinsip-prinsip dasar pembiayaan syariah, seperti mudharabah, musyarakah, atau qardul hasan, sehingga cenderung ragu untuk mendekati bank syariah.
Selain itu, ketersediaan tenaga profesional yang memiliki keahlian di bidang pembiayaan syariah juga terbatas. Artinya, banyak bank syariah yang kesulitan mencari sumber daya manusia yang kompeten di sektor ini.
Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor keuangan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mengembangkan sumber daya manusia profesional di bidang keuangan syariah.
Melalui langkah nyata yang dilakukan banyak pihak, diharapkan bank syariah di Indonesia dapat memperkuat dukungannya terhadap perekonomian nasional dan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang efektif di masa depan.
Selain itu, bank syariah juga berpotensi menjadi contoh bagi negara lain yang ingin mengembangkan sistem keuangan berdasarkan nilai-nilai keadilan sosial dan keberlanjutan.
Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, sektor keuangan, dan masyarakat maka perekonomian Indonesia akan semakin membaik.*

Mahasiswa ekonomi syariah, Institut agama Islam Tazkia