Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kapasitas Stadion 80 Ribu, Laga Prancis vs Israel Hanya Dihadiri 17 Ribu Penonton

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 November 2024 17:56 5:56 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 November 2024 17:56
Bagikan
Pertandingan timnas Prancis vs Israel UEFA Nations League
Bagikan

Hidayatullah.com – Pertandingan UEFA Nations League antara timnas Prancis melawan ‘Israel’ hanya dihadiri 16.611 penonton, di tengah gelombang aksi boikot masyarakat dunia sebagai tekanan terhadap penjajahan atas Palestina dan kekejamannya di Gaza.

Daftar isi
  • Prancis melarang bendera Palestina
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Jumlah tersebut menjadi jumlah penonton terendah untuk pertandingan timnas sepak bola Prancis sejak Stadion Stade de France yang berkapasitas 80.000 orang diresmikan pada akhir 1990-an.

Pada pertandingan yang digelar Kamis (14/11/2024), gerombolan suporter ‘Israel’ juga merusuh dengan memukuli beberapa penonton. Menurut AFP, polisi menangkap 40 orang selama pertandingan antara Prancis dan ‘Israel’ di Paris.

Kepala polisi Paris menyatakan pada hari Jumat bahwa langkah-langkah keamanan yang ekstensif telah “bekerja dengan sangat baik.”

Pertandingan UEFA Nations League atau Liga Negara UEFA dimulai di bawah pengamanan ketat menyusul bentrokan pekan lalu antara pengunjuk rasa pro-Palestina dan para perusuh dari klub ‘Israel’ Maccabi Tel Aviv di Amsterdam.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
https://twitter.com/MichaelEWriter/status/1857159926625243211

Pada 7 November, bentrokan pecah di ibukota Belanda, Amsterdam, setelah para perusuh ‘Israel’ menyerang warga secara fisik, menurunkan bendera Palestina yang dipajang di properti pribadi, dan meneriakkan slogan-slogan provokatif yang menghasut kekerasan terhadap orang Arab dan Palestina.

Koresponden Al Mayadeen di Prancis melaporkan pada hari Jumat bahwa para penggemar ‘Israel’ adalah yang pertama kali menyerang para suporter lawan, mengkonfirmasi bahwa agen-agen Mossad hadir di antara para pendukung.

Sekitar 4.000 petugas polisi dan personel keamanan Prancis, didukung oleh 1.600 staf keamanan sipil, dikerahkan untuk menjaga ketertiban di dalam dan di sekitar stadion.

Pada satu titik, para petugas harus turun tangan untuk mencegah para penggemar dari kedua belah pihak bentrok di tribun, menurut reporter AFP di tempat kejadian.

“Perkelahian terjadi dan segera diatasi oleh para petugas,” kata kepala polisi Paris Laurent Nunez kepada televisi France 2, seraya menambahkan bahwa ”pertandingan berjalan dengan sangat baik dari segi keamanan.”

AFP mengutip sumber keamanan yang mengatakan bahwa satu orang ditangkap di tempat setelah keributan itu, sementara yang lainnya ditahan setelah diidentifikasi melalui rekaman CCTV.

Pertandingan berakhir imbang tanpa gol, namun hasil tersebut sudah cukup bagi Prancis untuk mengamankan satu tempat di babak perempat final Nations League.

Prancis melarang bendera Palestina

Pihak berwenang melarang penonton dan suporter untuk membawa bendera Palestina ke pertandingan Liga Negara UEFA antara timnas Prancis dan ‘Israel’ yang akan digelar pada Kamis pekan ini di Paris.

Kepolisian Paris berdalih keputusan tersebut menyusul kerusuhan yang terjadi di Amsterdam, Belanda pada pekan lalu dan hanya simbol dan pesan-pesan yang berkaitan dengan kedua tim diperbolehkan.

“Hanya bendera Prancis dan Israel serta pesan-pesan yang mendukung kedua tim yang diperbolehkan. Stadion bukanlah tempat untuk pesan politik – itu adalah hukum,” kata kepala polisi Paris, Laurent Nunez, kepada media Prancis pada Senin (11/11/2024).

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelPrancissepak bolaTimnas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perbankan Syariah,  Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
Tulisan selanjutnya Thailand Menahan 70 Imigran Ilegal Diyakini Rohingya dari Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?