Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Tempo, The Jakarta Post dan Kampanye Hitam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juli 2014 11:00 11:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2014 10:57
Bagikan
Karikatur bendera Al Liwa' di The Jakarta Post yang telah menuai reaksi
Bagikan

oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

MENJELANG Pilpres pada 9 Juli 2014 lalu situasi politik semakin panas. Di sana-sini akhirnya terjadi keberpihakan. Namun tentu saja ini sesuatu yang lumrah dalam mengamalkan demokrasi. Yang tidak lumrah ketika ada media yang melakukan kampanye hitam di masa tenang menjelang Pilpres ini.

Banyak media di era Pemilu 2014 jelas-jelas tidak netral, bahkan memihak secara terang-terangan. Majalah Tempo adalah satu diantara media cetak yang termasuk ikut “black campaign” ini. Sebagai majalah yang jelas membela pasanga Capres dan Cawapres Jokowi-JK, Tempo termasuk terus-menerus melakukan serangan terhadap pribadi Prabowo. Dalam edisi 7-13 Juli 2014, Tempo menerbitkan isi majalah yang sangat sarkastik.

Di cover depan dimuat beberapa gambar yang berbau politis: amplop (gambaran money politic), helm tentara, tengkorak, sepatu laras milik tentara, dan pisau belati. Di bagian atas sebelah kiri ditulis komentar jurnalis asal Amerika, Allan Nairn: “Ia akan jadi Presiden berbahaya.” Dan di tengah cover ditulis: Teror di Detik Terakhir. Lalu ditulis dengan judul kecil hal-hal ini: politik uang, intimidasi, pengerahan aparat, dan kampanye hitam.

Masalah Allan Nairn

Baca Juga

Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

Sejatinya, tidak patut sebagai jurnalis asing Allan Nairn tidak patut ikut-campur mengobok-ngobok jalannya demokrasi di Indonesia. Apalagi sampai menyamapaikan hal-hal yang sifatnya tidak etis. Konon lagi – jika ini benar – dia telah berjanji kepada Prabowo bahwa wawancaranya akan dimasukkan ke dalam kotak off the record. Tapi nyatanya dilanggar. Kalau mmu membuka tentunya bukan hanya ketika Prabowo maju sebagai Capres. Ini jelas dapat ditegaskan sebagai upaya merusak demokrasi dalam negeri Indonesia.

Komentar Allan Nairn bahwa Prabowo akan jadi Presiden berbahaya adalah pandangan yang sangat-sangat subjektif dan tak berdasar. Jelas ini adalah khayalan dari seorang jurnalis Paman Sam yang khawatir jika Islam bangkit.

Ketika ditanya Tempo, “Kalau harus memilih di antara tiga orang itu, Wiranto, AM Hendropriyono, dan Prabowo, siapa yang paling jahat menurut Anda?” Allan menjawab, “Semuanya jahat. Tapi, menurut saya, Prabowo paling jahat.”

Wow, pandangan gila Allan ini jelas-jelas membunuh karakter seorang Prabowo. Tapi oleh Tempo sepertinya ini makanan empuk, toh yang didukungnya adalah Jokowi.

Cover Tempo edisi Label Halal:
Cover Tempo edisi Label Halal Cap Babi: Sinis pada Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Ada Apa dengan Islam?

Sejak kasus Wimar, Romo Franz Magnis Suseno, dan terakhir karikatur yang menghina Islam di The Jakarta Post (3 Juli 2014), gelombang islamophobia (takut terhadap Islam) makin terasa.

Mulai banyak yang khawatir jika Islam kemudian leading di negara yang mayoritas Muslim ini. Padahal ini wajar. Toh di negara yang mayoritas Kristen dan agama lainnya, mereka yang leading. Tapi, untuk Islam, memang selalu ada pengecualian. Seolah-olah agama apapun boleh leading, asal jangan Islam.

Umat Islam memang harus segera siuman, lalu sadar dan bangkit. Jangan tertidur terlalu lama. Sudah sering, di negeri ini, umat Islam menjadi kambing-hitam dan bulan-bulanan pihak-pihak yang membencinya. Termasuk pihak asing. Lebih parah lagi, orang dalam malah menyewa orang asing untuk mengobok-obok rumah-tangganya sendiri.

Kasus Tempo dan The Jakarta Post serta Romo Magnis hanya segelintir kasus. Betapa di negeri ini masih banyak yang belum tahu bahwa Islam adalah rahmatan li al-alamin (Qs. 21: 107).

Allah sudah tegaskan bahwa Islam adalah agama yang benar di sisi-Nya (Qs. 3: 19). Oleh karena itu, siapa saja beragama selain Islam, maka agamanya ditolak dan dia akan menjadi kelompok merugi di akhirat (Qs. 3: 85). Semoga kita sadar bahwa sesungguhnya para pembenci Islam tidak pernah tidur. Wallahu a’lam bi al-shawab. *

Penulis adalah guru di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan-Sumatera Utara. Penulis buku “Membongkar Kedok Liberalisme di Indonesia”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:netral
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyusul Kasus Korupsi dan Pencucian Uang Bank Vatikan Tutup Ribuan Rekening
Tulisan selanjutnya Zionis Panggil 40.000 Tentara Cadangan untuk Serbu Gaza Lewat Darat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?