Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Tren Kajian Zakat Meningkat di Kampus Aceh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 April 2011 13:45 1:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 April 2011 13:45
Bagikan
Bagikan

Oleh: Sayed Muhammad Husen

DALAM lima tahun terakhir kajian tentang zakat di kampus perguruan tinggi Aceh semakin banyak diminati. Sekilas pengamatan saya setelah berinteraksi langsung dengan beberapa aktivitas kajian dan penelitian tentang zakat, tren ini terus naik.

Indikator yang ada menunjukkan dosen dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniry semakin meminati kajian zakat. Yang terbaru, tim dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah meneliti tentang desain organisasi, akuntansi dan transparansi pengelolaan zakat pada Baitul Mal Aceh (BMA). Dosen fakultas hukum meneliti implementasi zakat sebagai PAD.

Saya sendiri mendapat amanah mengajar mata kuliah Perundang-undangan Zakat pada Fakultas Syariah (2004). Hingga sekarang mengajar mata kuliah Manajemen Zakat, Infaq, dan Shadaqah di Fakultas Dakwah dan mata kuliah Perundang-undangan Waqaf, Zakat dan Baitul Mal di Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah Aceh.

Fakta lain yang menarik kita simak, hampir setiap bulan ada saja mahasiswa berkonsultasi untuk menulis skipsi dan tugas mata kuliah ke BMA. Ada juga yang magang atau praktek kerja, seperti dari D3 Akuntansi Unsyiah, D3 Perbankan Syariah IAIN Ar-Raniry, dan STAIN Malikussaleh. Puluhan orang telah menyelesaikan laporan, skripsi, tesis dan disertasi dengan obyek penelitian BMA. Belum lagi yang di Baitul Mal Kab/Kota (BMK).

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Para amil BMA juga mendapatkan informasi dari interaksi pribadi dan forum diskusi/seminar yang dihadirinya, bahwa mahasiswa dan dosen semakin sering membahas tema-tema zakat dan baitul mal. Pembahasan itu dilakukan dalam kuliah maupun secara informal dalam obrolan warung kopi. Tentu pembahasannya ada yang positif, ada yang negatif. Ada yang mendukung gerakan zakat di bawah lokomotif baitul mal, ada pula yang mengkritisinya.

Iklim Kondusif

Maraknya kajian zakat di kalangan intektual Aceh ini tak terlepas dari iklim yang kondusif, yaitu formalisasi syariat Islam di Aceh sejak 2002. Salah satu agenda pelaksanaan syariat Islam kaffah adalah pembentukan baitul mal. Badan amil resmi ini berwenang mengelola zakat, waqaf, dan harta agama lainnya. Maka dikeluarkanlah SK Gubernur Nomor 18/2003 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Baitul Mal, sebagai dasar hukum pembentukan Baitul Mal Aceh.

BMA (ketika itu bernama Badan Baitul Mal Provinsi NAD) mulai beroperasi secara resmi pada 12 Januari 2004, ditandai dengan pelantikan Kepala BMA (Drs HM Yusuf Hasan SH) dan Wakil Kepala (Drs H Nurdin AR) oleh Gubernur Aceh, Abdullah Puteh.
Saya memahami gairah dosen dan mahasiswa menulis atau meneliti tentang zakat, telah memberikan kontribusi cukup berarti bagi gerakan zakat di Aceh.

Gerakan zakat mencakup sosialisasi, edukasi, regulasi, dan menajemen yang baik. Sementara kontribusi yang diberikan kalangan kampus lebih bersifat sosialisasi dan edukasi spontan dan swadaya. Baitul Mal tak perlu mengeluarkan biaya, kecuali dalam bentuk sponsorship penelitian.

Kampanye Zakat

Kajian zakat di kampus semakin pentingnya maknanya jika terus berkembang hingga ke perguruan tinggi swasta di seluruh Aceh. Untuk ini, baitul mal perlu mendorong kaum intektelual mengkaji, meneliti, dan menulis tentang zakat dengan cara mengintensifkan “kampanye” zakat, waqaf, dan harta agama lainnya, di kampus-kampus seluruh Aceh.

Kampanye dapat dilakukan dalam bentuk seminar, diskusi, workshop, atau sayembara menulis. Bisa juga mensponsori penelitian zakat.

Salah satu isu zakat yang dianggap menarik menjadi tema kajian di kampus adalah zakat produktif, yaitu bagaimana mendayagunakan zakat sebagai modal usaha dan memberdayakan ekonomi kaum dhuafa. Hal ini didukung oleh tesis dan disertasi tentang zakat produktif oleh Hendra Saputra MA dan Dr Armiadi Musa MA.

Bahkan, Shafwan Bendadeh juga sedang menulis tesis serupa: pengelolaan zakat produktif oleh BMA. Atau, bisa juga tema bagaimana mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial dengan dana zakat.

Percayalah, tema zakat tak akan kering dari inspirasi, apalagi jika dilihat dari perspektif delapan asnaf zakat. Sungguh zakat tetap menjadi kajian menarik di perguruan tinggi dan juga di dalam masyarakat.*

Penulis adalah Kabid Pengumpulan Zakat, Baitul Mal Aceh.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Bingung Menempatkan Islam di Tengah Masyarakat
Tulisan selanjutnya AS Bidik Pasar Indonesia untuk Kurangi Pengangguran di Negaranya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?