Hidayatullah.com– Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Balikpapan, Prof Dr KH Achmad Syarwani Zuhri angkat bicara soal imigran Afganistan di Balikpapan, Kalimantan Timur yang diindikasikan penganut Syiah. Pihaknya mengaku akan bertindak jika benar para imigran tersebut penganut Syiah.
Namun begitu ia berharap, umat Islam jangan langsung mencap para imigran tersebut sebagai Syiah tanpa bukti yang valid. Sebab, menurutnya, para penghuni Rumah Detensi Imigrasi itu masih belum menampakan diri sebagaimana yang diresahkan masy arakat.
“Apa segala macam jangan diberitakan dulu. Kecuali nampak dia (imigran itu) membuat sesuatu yang tidak baik di negeri kita, baru kita (bergerak). Pemuda semua (mereka) saya lihat dalam TV, bukan orangtua. Saya akan urusin nanti, kalau dia orang Syiah, segala macam, ada caranya,” ujarnya pada hidayatullah.com , Rabu (10/12/2014).
Terkait cara menindaklanjutinya, KH Achmad Syarwani mengatakan, hal itu melalui proses yang berlaku di Indonesia.
“Itu, kan, ada kementeriannya (yang membawahi imigrasi), ada segala macam ketentuan. Ada prosesnya,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Buya itu pun menjelaskan, baginya, Syiah merupakan ajaran menyesatkan. Misalnya, kata dia, Syiah mencela dan menjauhi para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ummul Mukminin.
KH Achmad Syarwani Zuhri adalah salah seorang murid dari KH Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari alias Tuan Guru Bangil (seorang ulama yang dikenal di Kalimantan Selatan hingga Jawa Timur khususnya Bangil). Sementara Ponpes Al-Banjari merupakan salah satu ponpes terkenal di Balikpapan.*