Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kartini dan Fenomena Mut’ah dan Pelacuran [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 April 2015 09:09 9:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 April 2015 09:35
Bagikan
Pembunuh 'Tata Chubby'
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Ilham Kadir

SEJUJURNYA, pelacuran telah terjadi hampir di seluruh bangsa dan negara yang lintas zaman. Misalnya, pada zaman India kuno, pelacur kelas bawahan disebut ‘Kumbhadasi.’ Dalam masyarakat itu, kaum wanita dari golongan rendah diberi dua pilihan, yaitu menikah atau menjadi ‘pelacur. Ada pun Yunani Kuno, pelacur jalanan disebut ‘Pornoi.’

Masyarakat Yunani Kuno telah mengenal ‘Pelacuran kuil’ sebuah institusi purba tempat para pelacur meyumbangkan uang hasil kerja untuk kuil Aphrodite demi mendapatkan anugerah dari para dewi. Bahkan mereka diberi gelar ‘Hierodouli.’

Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud dalam “Budaya Ilmu Satu; Penjelasan, 2007“, menulis bahwa Filsuf Yuani seperti Socrates walaupun meletakkan ilmu sebagai keutamaan tertinggi (arere) dan seluruh kejahatan berasal dari kebodohan. Bagi mereka, tanpa ilmu yang hakiki, perbuatan baik adalah mustahil: dengan ilmu yang benar, perbuatan baik menjadi sebuah keniscayaan.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Namun konsep ilmu orang Yunani tidak jitu dan holistik. Contohnya, walaupun pada tahap teori mereka mengaitkan ilmu dengan akhlak, seperti yang disebutkan di atas, namun dari segi praktiknya terdapat distorsi. Will Durant, mengulas masalah ini dengan berkata bahwa orang Atena pada abad kelima sebelum Masehi bukan merupakan contoh akhlak yang baik. Bahkan pembangunan akal mereka telah memberi peluang luas bagi mereka, serta menjadikan mereka hampir tidak bermoral.

Para lelaki, termasuk golongan cendekiawan, melakukan hubungan seks yang bebas, termasuk seks sesama jenis (homo dan lesbi).

Demonsthenes, ahli filsafat, mengabadikan prilaku mereka yang pintar tapi tidak bermoral, Kami memiliki rumah bordir kelas tinggi [coutesans] untuk bersenang-senang, gundik untuk kesehatan tubuh tiap hari, dan istri untuk melahirkan keturunan yang halal, dan untuk menjadi penjaga rumah terpercaya.

Setali tiga uang dengan Romawi, pelacur dikatakan sebagai penjahat dan pengganggu anak-anak. Selain diharuskan berpakaian tertentu untuk membedakan mereka dengan golongan bangsawan. Di Asysyiria, ditetapkan hukuman bagi pelacur membuka tutup kepalanya sebagai pembeda dengan golongan lain.

Pada zaman Babilonia, dikenal nama ‘Kizrete.’ Mereka disanjung sebagai golongan terhormat. Cerita-cerita tentang pelacur terhormat ini turut mewarnai kisah rakyat Mesir Kuno. Di Jepang, pelacur justru ditempatkan di tempat terhormat yang terkenal dengan istilah ‘Geisha.’ Bahkan salah satu istri Bung Karno adalah wanita geisha.

Di Italia, tercatat nama Veronica Franco yang berjaya membangun tempat pelacuran pada tahun 1577 Masehi. Di China lain lagi, pelacuran sengaja ditempatkan di rumah-rumah khusus. Pelacur dari golongan bawah diberi gelar ‘Wa She.’ Barulah pada dinasti Han, pelacur golongan ini ditempatkan bersama anggota kelompok pejahat, tahanan perang, dan budak.

Adapun pada masa Perang Dunia II, sekira 600 ribu wanita menjadi pelacur sebagai usaha sampingan mereka. Hasilnya, penyakit kelamin kian menyebar dan menular dikalangan tentara AS di Eropa setelah Perang Dunia II. Karena pada saat itu rumah pelacuranmenjadi sumber penyakit infeksi kelamin.

Tercatat sekira enam persen tentara AS mengidap penyakit kelamin berbahaya akibat berhubungan dengan pelacur profesional. 80 persen akibat berhubungan dengan pelacur amatir, dan 14 persen disebabkan oleh istri mereka. Akibat banyaknya penyakit ini, para tentara tak mampu maju ke medan tempur, sehingga memaksa petugas medis ketentaraan AS melakukan operasi ke rumah-rumah pelacuran itu.

Sejatinya, kasus Deudeuh dan pelacur cilik dari SMP Makassar, hanyalah fenomena gunung es, yang terlihat hanya ujungnya saja, sesungguhnya yang terjadi di lapangan jauh lebih parah dan lebih banyak.

Tentu saja masalah ini harus segera ditangani secepat halilintar, jika tidak, kerusakan yang akan terjadi minimal secara moral tidak kalah dengan Yaman, jika di sana bom dan rudal meledak, di sini bom seks yang meledak dan ‘rudal-rudal’ lelaki hidung belang tak terkendali karena nafsu syahwat sesaat. Negara harus menyelamatkan para Kartini generasi sosmed agar keluar dari kubang nista, di samping para ulama dan dai harus melakukan pencerahan supaya para ‘Kartono’ tidak terus menerus menista diri dengan merusak para Kartini.

Pilar-pilar peradaban Bugis harus diterapkan, seperti siri, sipakainge’, dan syara’, agar dihidupkan kembali. Bangsa ini hanya dikatakan beradab dan berkeadilan jika memiliki budaya dan harga diri, jika diri saja sudah dijual dengan uang recehan, maka sesungguhnya kita sudah terlalu murah dan tak pantas punya harga diri. Wallahu A’lam!

Penulis adalah peserta Kaderisasi Seribu Ulama (KSU), Kandidat Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ABGiranMakassarpelacuransyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesta Seks, Pesta Bikini, Ulah Pelajar Yang Makin Menggila
Tulisan selanjutnya Hukuman Mati Produsen dan Pengedar Narkoba dalam Islam [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?