Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Pesta Seks, Pesta Bikini, Ulah Pelajar Yang Makin Menggila

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 April 2015 09:23 9:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 April 2015 09:23
Bagikan
Aksi memalukan pelajar yang corat-coret seragam merayakan kelulusan UN ini tak patut ditiru.
Bagikan

AKSI para pelajar di berbagai daerah setelah Ujian Nasional (UN) sungguh memprihatinkan. Betapa tidak, Pasca UN para pelajar tidak lagi sekedar coret-coret baju dan konvoi kendaraan, namun kini bertambah menjadi zinah masal, telanjang di tengah jalan, tawuran dan perbuatan maksiat lainnya. Belakangan juga terkuak pesta bikini. Na’uzubilllah.

Berbagai kegiatan pelajar kita ini sesungguhnya hanya potret buram sebuah generasi , buah dari demokrasi yang menyuburkan liberalisasi.

Sebelum ini, belasan pasang pelajar di Semarang tertangkap basah sedang melakukan pesta seks bersama pacar mereka. Sekitar 30 pasang pelajar juga terjaring sedang berzina masal di Kendal, Jawa tengah dalam operasi Yustisia. [Baca: Kasus Pesta Seks Pelajar, MUI: Pendidikan Di Indonesia Kering Akhlak]

Sungguh, kebebasan berbuat, bertingkah laku serta berfikir sudah menyusupi para pelajar generasi penerus bangsa. Mereka hanyut dalam euphoria kebahagiaan setelah selesainya melaksanakan UN selama tiga hari. Seolah selesai sudah perjuangan mereka dan melepaskan dengan kebebasan berbuat, berzina dengan pacar mereka. Padahal lulus SMU itu justru awal mereka menapi dunia baru, dunia kedewasaan dan akan menghadapi makan banyak persoalan di depan mata, yang seharusnya mereka menyiapkan diri, fisik, pikiran dan hati yang kuat dan tahan banting.

Faktanya justru sebaliknya. Sungguh memprihatinkan dan selayaknya menjadi perhatian kita bersama. Sistem pendidikan, dan kurikulum sekolah kita tidak menyentuh kesadaran serta keimanan sama sekali. Penyadaran pentingnya belajar sebagai modal kehidupan,etika serta akhlak mulia ,budi pekerti mendapatkan porsi yang sangat kecil atau bisa dibilang tidak mendapatkan porsi sama sekali.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Kita harus jujur, standar kelulusan hanya dilihat dari capaian nilai saja, tanpa menghiraukan bagaimana cara mendapatkannya.Sehingga banyak yang menempuh dengan cara yang curang dengan membeli soal-soal bocoran,karena yang ada di benak mereka bagaimana bisa lulus dengan nilai besar.

Pelajaran agama yang sangat minim di sekolah yang hanya 2 jam mata pelajaran dalam satu minggu, jelas sangat kurang. Pelajaran agama pun hanya menyentuh aspek kognitifnya saja, tanpa menyentuh aspek emosional. Ditambah lagi dengan kondisi keluarga yang masa bodoh, selalu sibuk tidak peduli perkembangan anak mereka.

Demikian pula dengan sekolah dan lingkungan masyarakat yang tidak peduli, dan tidak berjalannya kontrol sosial menambah panjang pekerjaan rumah kita.

Selain itu rusaknya system ini bisa dikatakan dari hulu sampai hilir. Oke-lah pelajar kita rusak karena kesalagan kurikulum, sekolah dan orangtua.

Yang tak kalah pentingnya juga lingkungan harusnya ikut berperan.

Apakah petugas hotel tidak bisa membedakan mana pasangan suami-istri mana pelajar?  Apakah mereka tidak melihat surat identitasnya pelajar dengan cermat, sehingga menerima tamu yang bukan suami istri?

Di sini kita melihat bahwa pesta seks setelah UN adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah bertanggung jawab terhadap kurikulum yang diberlakukan. Orangtua bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya di rumah. Sekolah bertanggung jawab untuk memberikan lingkungan belajar yang kondusif. Masyarakat menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial. Sekularisme dan liberalisme adalah masalah pokoknya.

Bila pemerintah memberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dengan mudah dan murah, niscaya generasi kita akan terpacu untuk belajar, dibandingkan terpacu untuk melakukan kemaksiatan.

Bila saja Negara menindak tegas perzinahan dengan hukum Islam yang tegas, niscaya generasi muda kita akan berfikir seribu kali untuk melakukan perzinahan.

Dan insyaAllah generasi kita selamat dari bahaya sekularisme dan liberalism yang kini sedang menjerat generasi kita. Wallahu a’lam.*

Rina Nurawani, Pendidik Sekolah Madania, Parung Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ABGpelajarseks bebas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kartini dan Fenomena Mut’ah dan Pelacuran [1]
Tulisan selanjutnya Kartini dan Fenomena Mut’ah dan Pelacuran [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?