Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Pelajaran Kekalahan Dua Paslon Ibu Kota

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Februari 2017 11:14 11:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Februari 2017 11:14
Bagikan
Anies Baswedan bersama keluarga
Bagikan

Oleh: Azwir Nazar

 

INDONESIA sebagai negara mayoritas muslim dan Negara demokrasi terbesar ketiga di dunia baru saja berhasil menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota pada 15 February 2017. Ketujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Aceh merupakan daerah yang paling banyak menggelar Pilkada pada 2017, yakni satu pemilihan gubernur dan 20 pemilihan bupati dan wali kota.

Sementara Pilkada Jakarta menjadi pergelaran paling seksi dan pusat perhatian. Kasus penistaan agama yang melilit calon petahana Ahok-Djarot telah menyulut energi besar bangsa hingga berujung Aksi Bela Islam I, II, dan III di Ibukota Jakarta.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Disisi lain kemunculan Pasangan Calon (Paslon) Agus Yudhoyono yang di usung Demokrat, PAN, dan PPP dengan meninggalkan dunia militer dinilai sebagai pertaruhan berani yang menyita perhatian publik.

Banyak pendapatpun muncul sesungguhnya Pilkada Jakarta menjadi pertarungan dan gengsi antara Megawati yang menyokong Ahok-Djarot, Prabowo yang berada di balik Anies-Sandi, serta SBY yang mengorbankan karir putra sulungnya sebagai paslon berpasangan dengan Silvy.

Keputusan politik ketiga tokoh tersebut telah mempengaruhi berbagai konstelasi politik tanah air kekinian. Tak sampai disitu, malah berujung dan merembes ke ranah hukum, saling tuding hingga curhat di media sosial. Catatan peristiwa para paslon, dan partai pendukung tersebut hari ini, Rabu (15/02/2017) mencapai klimaksnya disertai dengan pemungutan suara.

Baca: Nasihat Anies kepada Ahok: Hormati Ayat Suci

Sejumlah hasil yang dirilis lembaga survey menunjukkan Agus Yudhoyono bertengger di urutan ketiga dengan peròlehan sekitar 16-17 persen suara. Sementara kubu Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dipastikan melaju keputaran kedua usai mengantongi masing masing 41-42 persen dan 39-40 persen suara.

Dengan demikian, Agus-Silvy dipastikan tersingkir. Sisi menarik yang sempat viral justru konsferensi pers yang digelar kubu Agus-Silvy yang dipuji sebagai sikap ksatria yang secara terbuka mengakui kekalahan.

Tak lama berselang, paslon Wali Kota Banda Aceh Iliza-Farid juga mengikuti jejak Agus-Silvy dengan mengakui kemenangan untuk lawan politiknya melalui akun media sosial secara resmi. Sebuah tradisi dan pelajaran demokrasi dari dua ibukota yang berharga. Walau di berbagai daerah lain klaim kemenangan antar pasangan dan tim sukses tak terelakkan.

Memang Pilkada demokratis sekalipun tak dapat menjamin dan berkorelasi langsung dengan kesejahteraan rakyat. Namun demokrasi saat ini dipercayai menjadi jalan dan pilihan terbaik dalam dunia modern untuk memilih pemimpin dalam mensejahterakan rakyat. Meski obsesi demokrasi sendiri terlalu tinggi dan cenderung mengangkangi hati nurani.

Hanya pemimpin yang amanah, takut pada Tuhan, memiliki track record bagus yang dapat diharapkan tutur kata, janji kampanye dapat sesuai dengan aksi nyata tatkala menjadi pemimpin. Maka sepatutnya sebagai rakyat untuk tetap mengawal kepemimpinan tersebut dengan terus menjalin persaudaraan dan menjaga persatuan. Walau pilihan politik dapat berbeda satu sama lain.

Seringkali kisruh politik yang terjadi menjelang Pilkada atau pemilu pemicu dan pelopor utamanya adalah para elit yang berusaha menyendera demokrasi. Alih alih demi kepentingan rakyat, para politisi busuk seringkali melakukan politic game untuk merebut kekuasaan. Tak tanggung tanggung mereka akan mengorbankan rakyat demi pemenuhan birahi politiknya.

Baca: Anies-Sandiaga dan Agus-Sylviana Pasangan Penantang Ahok

Bagi masyarakat pemilih, menebar kebencian, berita hoax, fitnah, kebohongan hanya merugikan diri sendiri. Dalam politik, tiap langkah, strategi hingga memilih pasangan akan sangat mempengaruhi hasil. Ceruk pasar yang digarap antar satu kandidat terdapat strategi dan skenario yang berbeda. Hanya pemilih yang rasional yang tak mudah terkecoh dan tertipu.

Seyogyanya di tiap pergulatan Pilkada atau pemilu masyarakat pemilih dapat memetik hikmah dan pelajaran sebagai pendidikan politik. Bagaimanapun pemimpin yang akan hadir  merupakan “mirror” masyarakatnya.

Rekam jejaknya dapat ditelusuri baik berupa integritas, moral maupun komitmennya sebagai pemimpin. Di sini tantanganya bagaimana mimpi bersama yang baik ditransformasikan dengan cara baik, komunikasi yang elegan serta efektif hingga hasilnya akan baik pula. Seperti kata Presiden Jokowi sudah seharusnya pesta itu kita bersenang senang dan bahagia. Inilah Pilkada sebagai ruang demokrasi dan pesta rakyat.

Pelajaran Dua Ibukota

Agus sebagai pendatang baru dalam dunia politik telah menginvestasikan dirinya untuk masa depan politik Indonesia. Dalam pidato politik kekalahannya di Wisma Proklamasi  hari Rabu (15/02/2017), dia menyebut generasi muda dan Indonesia emas 2045.

Ada tatapan dan harapan di masa depan yang ingin dia sasar di hadapan. Tentu dengan tiket kendaraan politik yang dia miliki sebagai putra pendiri Demokrat bukan tidak mungkin pada Pileg 2019 akan dapat berbuat lebih banyak.

Baca:Tokoh-tokoh Muslim Sepakat Dukung 1 Kandidat

Sementara bagi Jakarta yang patut kita tunggu dalam dua bulan kedepan manuver Amien Rais cs sebagai sejawat sepadan Megawati, Prabowo maupun SBY beserta partai pendukung Agus.

Benarkah isu ‘Islam’ yang selama ini masif dibangun dan dikendarai oleh para politisi yang sengaja mengambil keuntungan aksi umat Islam untuk penegakan hukum bagi Ahok, atau justru akan menampakkan wajah asli ambisi politik untuk meraup keuntungan kelompok?

Pilkada putaran kedua Jakarta dia bulan mendatang akan menjadi pertaruhan sikap dan konsistensi partai pendukung kandidat.

Sekali lagi, dalam pandangan dan kalkulasi para elit semua bisa terjadi. Berulang kali praktik demikian bagi mereka sudah lumrah sebab tak ada musuh abadi, yang ada hanya kepentingan. Bila ‘sihir’ dan rayuan Megawati lebih menggiurkan tak mustahil ada partai pendukung Agus yang kemarin mencerca habis Ahok-Djarot akan berubah haluan menjadi pembela Ahok pada putaran kedua.

Sementara kekalahan Paslon Wali Kota Banda Aceh sebagai jawaban dari gagalnya petahana memenuhi kebutuhan ril warga kota terutama persoalan air bersih yang kerap dikeluhkan.

Disamping dalam berbagai Pilkada masyarakat pemilih selalu menginginkan pasangan baru lahir untuk memimpin. Adapun isu agama dan pemimpin perempuan bagi masyarakat yang memilih dengan pendekatan psikologis serta sosiologis sedikit banyak masih mempengaruhi pilkada di Banda Aceh. Walau di kedua Ibukota pemilih dengan pendekatan rasional jauh lebih banyak dan signifikan.

Yang pasti baik Agus-Silvy di Jakarta maupun Iliza-Farid di Banda Aceh telah memberi pelajaran berharga bagi kita semua. Secara cepat dan terbuka dengan mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat bagi lawan politik telah memberi dampak positif bagi masyarakat pemilih. Hal yang jarang kita saksikan belakangan terjadi di tanah air. Semoga semakin dewasanya dua paslon tersebut dan menginspirasi paslon lain untuk belajar menjadi negarawan sejati yang pada akhirnya akan mendatangkan ketentraman dan kesejahteraan bagi masyarakat pemilih.*

Alumnus Komunikasi Politik UI sedang kuliah Doktoral di Hacettepe University, Ankara.  Email: [email protected]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokaksi bela IslamAnies BaswedanBasuki Tjahaja Purnamademokrasimayoritas muslimPasangan CalonPaslonPemilihan Kepala Daerahpilkada
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seorang Senator Australia Setuju Usir Warga yang Dukung Hukum Syariah
Tulisan selanjutnya Sihir Media dan Kampanye Anti Otoritas Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?