Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Stay at Home dan Jaminan Rasa Aman Psikologis Rakyat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 18 April 2020 14:30 2:30 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 April 2020 15:21
Bagikan
Bagikan

Oleh: Imam Nawari

 

Hidayatullah.com | SIKAP dan kebijakan pemerintah pusat yang dapat dikatakan parsial memang menimbulkan dilema bagi masyarakat kecil, termasuk di pedesaan.

Seorang mahasiswi di satu daerah di Sumatera Selatan menuturkan bahwa di desanya masyarakat sangat mengerti bahaya dari Covid-19. Namun berada di rumah tanpa sebuah jaminan stok makanan yang memadai, tentu membuat mereka harus memilih berani mengabaikan risiko yang sebenarnya bisa menghantam siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Hal demikian juga dialami warga kecil di perkotaan, seperti sempat dituturkan seorang warga dalam sebuah acara talk show di televisi. Ibarat kata, diam di rumah mati karena lapar. Keluar rumah mati dihantam virus. Lebih baik mati keluar rumah demi mencari nafkah daripada mati di dalam rumah.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Fakta seperti ini sebenarnya sudah terbayang di dalam cara berpikir orang secara umum, namun karena orientasi kebijakan belum mengarah pada penyelamatan manusia yang menjadi tanggung jawab negara melindungi rakyatnya, maka beragam soal muncul dan terus menguras energi dan pada akhirnya beragam soal muncul.

Ironisnya dalam situasi wabah seperti ini, derasnya arus kritik dari masyarakat, setidaknya netizen ke pemerintah adalah soal-soal yang menyangkut masalah integritas. Jauh dari langkah dan solusi yang secara umum bisa dipahami rakyat yang berpikir.

Penyegeraan Bantuan

Masalah utama masyarakat saat ini adalah rasa resah dan gelisah yang luar biasa. Mulai dari tekanan aspek ekonomi yang berupa kredit dan kebutuhan dasar, hingga rasa aman perihal bisa tidak dirinya bertahan selama wabah. Padahal, keluar rumah pun, bagi para pedagang keliling dan lainnya bisa diprediksi akan kecil perolehannya.

Menyikapi realitas ini tidak bisa tidak harus segera menyegerakan adanya bantuan. Pemerintah, jika merasa APBN tidak ingin dikurangi untuk rakyat yang rentan seperti itu, bisa mengajak beragam pihak di tengah-tengah masyarakat untuk sinergis, mulai dari masjid besar, lembaga amil zakat nasional, ormas, organisasi kepemudaan dan lain sebagainya.

Sekalipun tentu saja langkah ini akan dipandang oleh “oposisi” sebagai hal konyol, sebab dalam situasi wabah, sejatinya bukan ketiadaan anggaran yang terjadi. Tetapi keberpihakan anggaran yang belum diwujudkan. Faktanya, ada anggaran senilai 5,6 T untuk sebuah program yang sama sekali tidak relevan untuk menjawab tantangan wabah Covid-19 ini.

Tetapi sebagai upaya konkret – daripada tidak ada sama sekali – harus jelas sikap dan langkah pemerintah setidaknya dalam menghadirkan rasa aman warga terdampak.

Apa yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta bisa menjadi contoh bagaimana memberikan rasa aman secara psikologis terhadap warga terdampak. Dalam hal ini Pemda DKI melibatkan semua unsur terlibat dalam masalah ini, sehingga dapat dipastikan distribusi bantuan dapat berjalan sesuai harapan.

Ketegasan Sikap

Jika bagi masyarakat kecil kebutuhan akan bantuan sembako menjadi hal mendasar untuk menghadirkan rasa aman secara psikologis, bagi masyarakat menengah ke atas jelas adalah ketegasan sikap dan kebijakan pemerintah, termasuk di dalamnya adalah tutur kata.

Pemerintah dalam hal ini Presiden dan jajaran kabinet harus mampu hadir ke tengah-tengah publik dengan kebijakan yang utuh dan bulat, sehingga tidak seperti selama ini terjadi, di mana setiap statement selalu diikuti dengan revisi dan klarifikasi.

Andai pun tidak mampu membuat kebijakan yang memadai, setidak-tidaknya tutur kata benar-benar dijaga agar tidak melukai nurani rakyat. Ungkapan bahwa yang mati baru 500 orang, jelas tidak etis dan jauh dari nilai-nilai moral bangsa Indonesia. Mau 10 orang, apalagi sampai 500 itu adalah nyawa manusia dan semuanya rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Presiden RI harus memberikan regulasi yang tegas perihal siapa yang ditunjuk berbicara dan menyampaikan hasil kebijakan yang sudah utuh atau belum. Sebab jika ini terus terjadi, maka masyarakat kelas menengah ke atas akan terus terganggu dan pada akhirnya mengundang distrust (ketidapercayaan) yang mendalam.

Pada dasarnya, hukum sosial bagaimanapun akan bekerja dan mendominasi jika waktu dan momentumnya benar-benar terbuka. Dan, agar hukum sosial dapat bekerja pada kebaikan serta progresivitas keadaan, tentu saja ketegasan pemerintah menjadi kunci utama untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Jadi jangan banyak himbauan dan arahan, tetapi ketegasan sikap dan kebijakan yang mengarah pada terlindunginya segenap rakyat Indonesia.

Logika Dasar

Andai sekarang terjadi banyak benturan kepentingan di tingkat elit penguasa, hendaknya mereka mengingat-ingat perihal sejarah bangsa Indonesia ini. Bangsa dan negara ini bisa merdeka adalah karena perjuangan pahlawan dan rakyat Indonesia.

Kini setelah negeri ini merdeka, rakyat dalam kesulitan, apakah etis, patut, pantas, dan bisa dinalar secara akal sehat jika APBN dikatakan tidak ada karena beragam alokasi anggaran yang ditetapkan. Sementara rakyat setiap hari bergelimpangan?

Mari lakukan introspeksi diri, untuk apa sebenarnya bangsa dan negara ini dibuat jika bukan untuk menjaga, melindungi dan mensejahterakan rakyatnya?

Tetapi, langkah terakhir tetap di tangan pemangku amanah. Silakan memilih dan melangkah. Yang pasti, hidup ini ada hukum Tuhan yang berjalan selain hukum alam itu sendiri.

Dan, penting diingat setiap keputusan yang tidak mengutamakan rakyat sebagaimana amanah UUD 1945 maka tunggulah saat di mana kesempatan untuk berbuat telah terlewat. Sedangkan penyesalan dan beragam penjelasan akan ketidakbecusan yang telah terjadi tidak akan bisa diterima oleh manusia, lebih-lebih oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رضي الله عنه قاَلَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ: “ماَ مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيْهِ اللَّهُ رَعِيَّةً، يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ، وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Ma’qil bin Yasar Radiyallahu anhu ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal dunia dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, kecuali Allah mengharamkannya masuk surga.” (Muttafaqun ‘alaih).*

 

Penulis Ketua Pemuda Hidayatullah

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alamat Ilmu
Tulisan selanjutnya Beginilah Keluasan Ilmu Sayyidah ‘Aisyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia

Berita
10 September 2026 13:13
Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?