Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Alamat Ilmu

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 18 April 2020 18:00 6:00 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 April 2020 14:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | ALAMAT bisa berarti tanda atau isyarat. Bisa berarti tempat pulang. Sebagai panduan untuk kembali ke tempat asalnya. Demikianlah ilmu yang menyertai kehidupan. Ia bsia berfungsi sebagai pengingat manusia. Kalau-kalau ada yang luput dalam perjalanan atau terjbak di satu tempat dan kesibukan. Maka fungsi ilmu untuk mengembalikan mereka kepada asal muasalnya. Setidaknya dengan mengingatkan mereka tentang arah tujuan yang benar.

Maka berbagai peristiwa yang datang silih berganti bukan lagi sesuatu yang menyilaukan dan membutakan mata manusia. Demikianlah, bisa dikata, sejauh perjalanan hidup maka sepanjang itu pula kisah yang menyertainya. Ada tangis dan tawa yang menyertai. Ada sedih ada bahagia. Ada sakit ada sehat. Ada terkubur mati dan ada yang bertahan hidup. Itulah warna-warni kehidupan dunia. Terpenting lagi, orang beriman punya alamat dan peta yang jelas dari perjalanan ini.

Namun orang yang tak punya pegangan, akan bertanya, untuk apa diciptakan semua itu? Tidakkah itu hanya melelahkan dan menyulitkan hidup saja? Bagi manusia yang tak kenal Tuhannya, sudah pasti dia goncang dan stress. Dirinya tak sanggup menghadapi tantangan. Sebab ia cuma siap menikmati dunia saja. Bersenang-senang dan menuruti seluruh keinginan nafsunya semata.

Ketahuilah, kesenangan tanpa batas itu hanya ada di Hari Akhirat. Saat manusia dijamu dengan suka cita oleh pelayan-pelayan dan bidadari surga. Kalaupun tidak sabar lagi menikmatinya, maka katakan padanya. Itu hanya ada di komik dan khayalan saja. Fantasi, mimpi, dan ilusi.

Adapun di dunia, tempatnya manusia bekerja dan berpayah-payah dengan amal perbuatannya. Ibarat altar, serupa panggung raksasa. Seluruh warna kehidupan ditumpah di atasnya. Selanjutnya mari berlomba untuk berbuat dan bersikap terbaik (ahsanu amalan). Indikasinya, siapa yang paling konsisten dan komitmen menjaga ritme hubungannya dengan Penciptanya. Itulah pemenangnya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Firman Allah:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (QS. Al-An’am [6]: 42)

Bahwa kesengsaraan dan kemelaratan adalah sunnatullah. Sama dengan kebahagiaan dan kemakmuran hidup. Satu bagian tak terpisahkan dari dimensi ruang dan waktu yang melingkupi manusia. Seperti roda pedati, ada masa manusia berada di puncak. Tapi bersiaplah, satu waktu, ia bisa meluncur turun ke bawah. Berada di dasar roda. Harus menanggung beratnya beban kereta. Bahkan siap dan rela diinjak-injak oleh kendaraan itu sendiri.

Untuk apa semua itu? Ayat di atas menyebut, agar mereka tunduk. Taat dan patuh. Biar manusia menyerah dan merendah serendah-rendahnya di hadapan sang Pencipta. Inilah hikmah dari berbagai macam kondisi dan keadaan yang mesti dilewati manusia dalam hidupnya. Supaya manusia tak lagi lalai dalam mengingat dan menyembah Tuhannya. Itulah tujuan hidup dan makna penciptaan manusia sebenarnya.

Pertanyaannya, kenapa ada orang yang sanggup bertahan dan ada pula yang seketika terpuruk menyesali hidupnya? Mengapa ada yang masih saja tersenyum bahagia dalam setiap kondisi sedang ada juga yang tak henti menggerutu bahkan memaki keadaan yang dihadapinya? Kembali kepada ayat di atas, tak lain adalah soal ilmu yang bermanfaat.

Bahwa Allah Maha Bijaksana telah menganugerahi nikmat ilmu kepada manusia. Caranya, dengan mengutus Nabi dan Rasul pilihan, mengajarkan tentang alam semesta, kehidupan manusia, hakikat penciptaan dirinya, serta hak Allah sebagai  satu-satunya yang disembah di muka bumi. Namun sayangnya manusia angkuh dan merasa cukup dari segala bentuk nasihat yang diberikan.

Padahal dengan ilmu yang bermanfaat, manusia telah memiliki buku alamat yang jelas. Dia tahu apapun tantangannya selalu ada Allah Yang Maha Menolong. Tempat ia bergantung dan menyerahkan semua urusannya. Manusia tak perlu galau, sebab Islam sudah memberikan panduan sekaligus solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi. Setidaknya dia ingat, untuk kembali menikmati rukuk dan sujud yang telah lama ditinggalnya.* Masykur

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyoal Efektivitas Kartu Pra Kerja
Tulisan selanjutnya Stay at Home dan Jaminan Rasa Aman Psikologis Rakyat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?