Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Demagog

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 5 Januari 2021 17:41 5:41 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 5 Januari 2021 17:26
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

 

Hidayatullah.com | DEMAGOG  tiba-tiba menjadi kata yang dipilih untuk disematkan, atau dilabelkan pada seseorang yang tak disuka oleh sebab-sebab tertentu, lebih pada politis.

Pelabelan itu dengan cara sembarangan, bahkan serampangan semaunya. Suka-suka pada siapa pelabelan itu disematkan, khas mereka yang nangkring pada kekuasaan.

Menstigma negatif pada mereka yang berlawanan, lalu kata demagog diumbar semaunya. Upaya pembusukan tanpa bukti dan argumen memadai.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Demagog  berasal dari Yunani; demos (rakyat) dan agogos (pemimpin). Tapi pemimpin dalam makna negatif, pemimpin menyesatkan. Demagog yang disematkan, itu mestinya bisa dibuktikan. Tidak sekadar umpatan tanpa dasar mampu dipertanggung jawabkan.

Adalah Jendral (purnawiran) A.M Hendropriyono yang memakai kata itu. Ditujukan pada Habib Rizieq Shihab (HRS). Itu ungkapan rasa senangnya, karena Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Lalu kata demagog disematkan pada pemimpinnya.

Parameter apa yang digunakan, sehingga kata demagog mesti disematkan pada HRS? Pembuktian perlu diberikan, jika tidak ingin lalu dianggap sebagai penyebar hoaks.

Saat menstigma seseorang dengan demagog, ada hal nyata yang bisa ditampakkan. Tidak sekadar jargon dari mereka yang sedang berkuasa, atau aji mumpung saat dekat dengan kekuasaan.

Jika ditanya pada hal apa demagog disematkan pada HRS, sebagai pemimpin yang menyesatkan, pastilah argumen akan disampaikan, meski pastilah sekadarnya. Bisa jadi tidak memuaskan.

Maka yang tampak itu upaya pembusukan, khas mereka yang mau tunjukkan, bahwa di sini kumpulan orang baik, dan di sana kumpulan orang jahat.

Semua mestilah diuji kebenarannya. Tidak serta merta celometan siapapun, meski mereka yang berpangkat-berkuasa sekalipun, akan jadi jaminan sebuah kebenaran.

Demagog yang disematkan asal-asalan, itu tidaklah patut jadi persoalan. Bahkan tidak patut mampir dipikiran. Biarkan itu menguap dan hilang ditelan waktu.

Baik dan buruk tentu pada saatnya akan terungkap, dan tampak benderang. Bisa jadi akan meminta pertanggungjawaban atas penyematan sebagai “pemimpin yang menyesatkan”.

Semua akan terungkap oleh sebab-sebab tertentu. Bisa karena masih adanya setitik nilai kejujujuran lalu mengungkapkannya, atau harus menunggu rezim berganti. Entah kapan itu waktunya.

Tapi lambat laun waktu itu akan tiba. Penyematan demagog  asal-asalan dan serampangan, itu pastilah akan terkoreksi dengan sendirinya. Sikap jumawah akan sirna seperti debu disapu angin…. Gusti Allah ora sare.*

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AM HendropriyonodemagogHabib Rizieq Shihab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komunitas Muslim Mengkhawatirkan Peningkatan Islamofobia di Jerman
Tulisan selanjutnya Audit Halal Rampung, Komisi Fatwa MUI Segera Sidang Bahas Vaksin Sinovac asal China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?